Friday, November 27, 2009

Percaya dan Pasrah


“Dikirim ke Australia : Juli – 2008 “

Kalimat ini dibuat oleh seorang wanita berumur 22 tahun di buku hariannya pada bulan Desember 2007. Setiap malam ia selalu membacanya, apalagi setelah ia gagal lolos pertukaran pemuda ke Australia pada bulan Mei 2007 – hanya dikarenakan tinggi badan yang tidak mencukupi. Saat itu, ia masih bekerja sebagai seorang asisten guru di salah satu sekolah internasional di Bali. Namun, Ia telah berniat untuk pindah kerja ke sebuah perusahaan bahasa yang terkemuka di kotanya, maka tak ada pilihan, ia harus resign – mengundurkan diri di bulan Desember tahun 2007.

Juni 2008

Wanita itu termangu di depan sebuah kertas pengumuman yang tertempel di kantor depan. Isi dari pengumuman itu panjang – namun begitu menantang, baginya. Pengumuman itu berasal dari Departemen Pendidikan Australia yang membutuhkan satu orang asisten untuk mengajar Bahasa Indonesia di Australia selama setahun. Persyaratan sudah dia kantongi, lalu dengan segenap keberanian, dia mengambil kertas pengumuman itu, membuatnya 2 buah copy dan wanita itu pulang ke rumah dengan mata berbinar.
Ia memperlihatkan satu lembar kopian pengumuman itu pada ayahnya. Dengan kacamata yang selalu melorot di hidung, sang Ayah berkata, “Kamu mau melamar ya?” Wanita itu mengangguk cepat. “Lalu apa pentingnya pendapat Papa?” balas si Ayah. Wanita itu kemudian menjawab, “Karena aku percaya aku yang akan terpilih, lalu aku akan pergi selama setahun, Papa kuat aku tinggalkan?” tanyanya lugas. Sang ayah membuka kacamatanya, tidak- dia tidak keriput, hanya lingkaran matanya menampakkan umurnya yang setengah abad melebihi wanita itu. “Kejarlah mimpimu, sudah cukup Papa meninggalkanmu,sekarang terbanglah kemana kau mau.” Wanita itu tersenyum.

Lembaran berikutnya ia serahkan pada Ibunda tercinta, di rumah yang berbeda, di malam yang sama. Sang Ibu menilik pengumuman itu, membacanya dengan seksama dan bertanya pertanyaan yang sama dengan sang ayah. “Kamu mau melamar ya?” Wanita itu menjawab, “Iya, bagaimana menurut Mama?” Sang Ibu tersenyum dan berkata, “Turutilah keyakinanmu, nak. Doa Mama selalu menyertaimu.

Malam itu juga, wanita itu membuat letter of interest dan mengirimkannya kepada para penyelenggara program pertukaran itu. Tak dinyana pelamarnya hanya dua orang. Wanita itu, dan temannya, Made – seorang pria berasal dari Malang, namun besar di Bali. Made sudah lama bekerja di perusahaan yang sama dengan wanita itu. Semua orang yakin, Made pasti terpilih karena pengalaman dan porsi mengajar yang jauh lebih berpengalaman. Semua orang menertawai dan mencemooh wanita itu. Mereka mengatakan kalau wanita itu adalah seorang pemimpi besar, anak kemarin sore yang belum bisa merangkak namun hendak ingin terbang – sungguh hal yang mustahil.

Wanita itu hanya tersenyum, membaca buku hariannya, membaca kalimat yang ia tulis tahun 2007 silam, dan ia berkata pada dirinya sendiri, “Tuhan, saya percaya – Engkau mampu membuat segalanya menjadi mungkin.” Ia tak peduli walau tak seorang pun mendukungnya. Ia tak juga pernah tahu rahasia Tuhan. Hanya satu yang ia punya, “Kepercayaan” bahwa Tuhan menggenggam seluruh mimpi-mimpinya.

27 Juli 2008

Wanita itu datang ke kantor pagi hari seperti biasa, menyapa semua orang, dan tak sengaja berpapasan dengan Made – yang langsung menyalaminya. “Selamat, Anda terpilih.” Wanita itu termangu, ia merasa tangan Tuhan sedang memegangnya waktu itu. Dan, iya.. wanita itu saya. (terlalu mudah di tebak, ya) Namun, itulah perjuangan singkat saya, sehingga saya bisa merantau ke negeri kangguru, hanya berdasarkan “mimpi” dan “kepercayaan”.

Tidak kita sadari, hanya itulah modal kita hidup di dunia ini. Bermimpi, melambungkan cita-cita setinggi bulan – lalu berusaha sekuat tenaga untuk meraihnya. Namun, menurut saya, kepercayaan adalah kuncinya. Tak sedikit orang yang tidak mau percaya bahwa Tuhan Maha Ada dan Maha Mengetahui. Mereka mungkin lupa bahwa Tuhan adalah Sang Penguasa.

Tengoklah kepercayaan Nabi Ibrahim yang menjalankan perintah Tuhan walaupun Tuhan hanya datang melalui mimpi dan berpesan agar beliau menyembelih Ismail- anak kandung Nabi Ibrahim. Beliau pun tak peduli, walau beliau dianggap gila dan mungkin di katakan sebagai pembunuh berdarah dingin. Namun, yang beliau punya adalah kepercayaan dan kepasrahan pada Tuhan dalam menjalankan perintah Tuhan dengan sebaik-baiknya.

Coba bayangkan, apabila Nabi Ibrahim tidak memasrahkan diri, bersabar, dan percaya dalam proses penyembelihan tersebut, Tuhan tidak akan menjawab kepercayaan itu dengan mengubah Ismail menjadi seekor kambing. Tidak akan ada hari raya kurban – atau yang biasa disebut “Idul Adha” oleh umat muslim – Sebuah perayaan untuk mengingatkan umat manusia bahwa ketebalan iman yang didasari rasa kepercayaan kepada Tuhan adalah sesuatu hal yang patut dilaksanakan.

Saya mendengar cerita ini dari guru agama saya, sewaktu saya berumur 6 tahun, di sebuah sekolah Kristen di Bali. Ayah saya mendaftarkan saya di sekolah itu, hanya karena sekolah Kristen itu swasta (yang ia percaya kualitasnya lebih bagus daripada sekolah negeri) – walaupun saya bukan pemeluk agama tersebut. Namun, cerita itu sungguh membekas di hati saya, tentang pentingnya sebuah kepercayaan dan kepasrahan pada Tuhan. 

Sudahkah Anda percaya dan pasrah pada Tuhan?

Gek mengucapkan “Selamat Idul Adha” bagi yang merayakan. ;)

46 comments:

Clara said...

ah iya, Nabi Ibrahim ya namanya (yak ampun Clara, kemana aja selama pelajaran agama sih??)
aku salut sama dia yang bisa pasrah gitu sama Tuhan, bener-bener pasrah tanpa keraguan sedikit pun. Dan memang begitu yang aku tau, ketika kita memasrahkan segala sesuatunya ke tangan Tuhan, tidak ada yang tidak mungkin bagi Nya.

Clara said...

yey, dapet kavling 1, tapi aku tetep mau booking yg ke 3 ya Gek ^^

Clara said...

Gek ini pengalamanmu?
Bener, aku setuju, kepercayaan akan sesuatu yang bisa kita raih, justru menjadi sugesti buat kita untuk benar-benar meraihnya, kan? Apalagi kalo ditambah penyerah total sama Tuhan ...
(ngomong apa aku ini...maklum Gek, disini masih subuh-subuh, tapi aku udah bewe ke tempatmu)

Clara said...

ah iya, hari ini Idul Adha kan?
Selamat Idul Adha...

albertus goentoer tjahjadi said...

pengalaman yang sangat indah mbak... membacanya aku jadi semakin mengenal mbak... boleh nanya sedikit.. GEK itu singkatan apa nama panggilan trus artinya apa?

albertus goentoer tjahjadi said...

iya... mimpi memang bakalan menjadi nyata jika kita percaya bisa meraihnya dan selalu pasrah pada kehendakNya...

anindyarahadi said...

makasih mbak... sayangnya kali ini aku ngga bisa sholat bareng orang-orang di masjid,atau puasa arafah(yang dipercaya bisa ngapus dosa setaun sebelum dan sesudahnya).. berhubung dosaku ngga sedikit(termasuk nyelundupin chitatonya si adek) hmmpphh... ngga apa-apa deh.. yang penting seneng bisa jalan2 kesini^^

ceritanya keren bgt mbak... betewe... papa sama mama ngga serumah? mm.. gapaham..

Gusti said...

akhirnya bisa top 10 juga...
1-4 diambil ma mba Clara :)

klo dah percaya dan pasrah, segala urusan di permudah....

do not believe you doubts and never doubt your believes... (bener ga gek..??)

btw met Idul Adha bagi yang merayakannya...

jhoni said...

wow!!! cerita pribadi ya gek?!?!?!?!?......kalo saya jadi bapak dan ibunya gek pasti juga akan bilang seperti itu......"kalo kamu percaya maka kejarlah cita2mu itu".......plus sekalian bawa mantu bule ya.....kalo dapet!!! hehehehehehe!!!!!!

met idul adha ya gek???

Yunna said...

cerita yang manis...
maaf ya aku baru sempat mampir...

rani said...

seneng denger pengalamannya temen2,, jadi lebih termotivasi untuk meraih mimpi :) semangatt iah!

Pohonku Sepi Sendiri said...

wee, clara.. ckckck.. langsung merajai 4 lapak.. pantes abis dari sini langsung ke tempatku ambil 3 lapak sekaligus.. hahaha..

nice story, gek.. :)
jadi terharu neh bacanya, sungguh.. seperti kata mas amyasi, 'Tuhan memberi apa yg kita butuhkan, bukan apa yg kita minta', tentu saja dgn cara-Nya yg kita pun takkan menyadari..

turut mengucapkan 'Selamat Idul Adha 1430H' bagi teman2 yg merayakan.. :)

sibaho way said...

ini kisah sendiri ya mbak? perjuangan yang dibarengi kepasrahan (pasrah atau ikhlas yak?) memang selalu membuahkan hasil yang luar biasa :)

Anonymous said...

Faith.........Jie

Rin said...

setuju mb..
"kepercayaan" kata ini juga yang membawa saia sampe ke negeri tetangga untuk study.. :)

Rin said...

setuju mb..
"kepercayaan" kata ini juga yang membawa saia sampe ke negeri tetangga untuk study.. :)

Rin said...
This comment has been removed by the author.
mocca_chi said...

hii tiap orang punya jalan hidup masing2, bagaimana dia bersikap dan berfungsi bagi sekelilingnya.

semangat gek ^ ^

enjoy ur life

RanggaGoBloG said...

bener gek... semoga postingan ini bisa memberikan pencerahan kepada orang2 yang mulai kehilangan impian dan kepercayaan... nice post gek...

BrenciA KerenS said...

WOWWW baguuss bangeettt...

Kejarlah mimpi dengan semangat dan jangan pernah lupa bahwa hidup kita ditangan Allah, jd jgn takut untuk meminta padaNYA.

minomino said...

hebat...selama ini saya selalu gelagapan nyari2 beasiswa untuk keluar dr sini *wow,berlebihan...
mmmm...yahh,mudah2an suatu saat nanti :)
saya calon guru loooo mbaaaak *loh,terus kenapa? :p
hihihi...SEMANGAT!

Arema said...

inspiring story.... yah pada umumnya sekolah2 terbaik di negeri ini adalah sekolah katolik peninggalan Belanda atau sekolah kristen progresif.

ninneta said...

nice and inspiring story dear...... :)

pushandaka said...

Saya dulu adalah orang yang paling susah pasrah kepada Tuhan. Kalau semua orang harus pasrah, buat apa ada pengadilan? Begitu pikiran saya waktu saya mulai kuliah ilmu hukum. Hehe!

Tapi sekarang saya mulai belajar untuk pasrah sedikit demi sedikit, walaupun saya tau ndak akan pernah bisa pasrah sepenuhnya. Hihi!

Fanda said...

Salut pada kepercayaanmu yg teguh padaNya! Betapa bahagianya orang yg menaruh sebegitu besar kepercayaan padaNya, karena ia takkan harus ragu2, khawatir akan masa depan atau apa yg akan terjadi bila begini, bila begitu. Hidup ini akan mengalir dgn nyaman hanya ketika kita mampu mempercayaiNya sepenuh hati.

christie said...

Wow..nice story Gek..Dengan percaya dan pasrah, setidaknya membuat kita berpikir bahwa segala sesuatunya Tuhan yang berkuasa. Tuhan mampu membuat hal yang mustahil bagi manusia menjadi kenyataan. Dan kepercayaan dari manusia, klo rencana Tuhan adalah rencana yg indah

Itik Bali said...

Pengalamannya oke banget sih mbak..
kalo aku bukannya pasrah..tapi menangis meraung2
he..he

Lolly said...

percaya dan berserah. tentu saja sudah :)
dan saya sangat-sangat yakin Tuhan merancangkan yang terbaik buat hidup saya :)
God bless

mocca_chi said...

mampir lgi... *hanggg*

Joddie said...

berkunjuuuuuung... hmm btw, aku dari denpasar loh.. salam :)

vie_three said...

waaaahhhh ke aussie, setahun ya mbak..... jangan lupa oleh2nya yak..... ^^

si kumb@ng said...

Percaya dan Ikhlash...

berat namun indah...

nice post
salam kenal

Elsa said...

terima kasih Gek... sebuah cerita yang sangat Indah. selamat idul adha juga ya, meskipun Gek tidak merayakannya :)

M.RIDWAN MAHADI A.T said...
This comment has been removed by the author.
Clara said...

uhuk...Gek...Gek...

-Gek- said...

@ Sabda : I will. (so sweet)
@ Clara : Batuk ya Clar..? (iklan mode : ON)
@ Pohon : hai pohon.. (ga nyambung yak? hehehe)
@ All : makasi yaa, ketemu di blog masing2 kannn? Gek loves u all.

Andie Gokil said...

menarik, menyentuh, termotivasi. keren gan. salut buat -gek- :D

Desi Eria R. said...

wah mba, pengalaman pribadinya inspiring banget.
jadi semacam 'laskar pelangi' gitu ya mba.
harus percaya pada mimpi.

eniwei salam kenal ya mba, aku follow dan link yaa biar kapan2 inget buat mampir lg :D

SeNjA said...

kisah yg inspiratif dan mengharukan gek.
karena aku tahu kayanya ini adalah kisah nyata perjalanan sahabatku ini yg luar biasa dlm mengejar impiannya...

hebat,..aku salut sahabat,banyak org yg mampu tp tidak memiliki keberanian dan kepercayaan.
atau sebaliknya..tapi kau memiliki keduanya...

nice note gek...

Clara said...

Gek...Gek...
kok nda ada postingan lagi?
lagi ngapain?

insanitis37 said...

...dan wanita itu kini bertanya tulus pada seorang pria lajang muda nan gagah yang baru saja ia kenal. Dengan mata bulat berbinar dan raut wajah sepolos bayi, bibirnya bergerak, berurai: "Besok2 ajarin saya ikut blog kompetition ya.. kagak ngerti nih, :)"
Si pria ganteng hanya tersenyum menatap wajah wanita itu. matanya menerawang jauh ke dalam hati dan pikiran si wanita. si pria gagahpun mendapatkan ada sesuatu di sana. sesuatu yang tak mencolok, namun ia meyakini sekali itulah sesuatu yang ia takuti ada dalam diri orang lain.penemuan itu mengantarkannya pada sebuah jawaban pasti, sebuah jawaban yang ia anggap dapt memproteksi dirinya: "enak aja ajarin2! tar lo yg menang dong,,,"

hehehe,,,boong deh. gampang ko!dateng aja ke blog djarum blacknya (tinggal klil bannernya yg ada di blogku, yg paling atas). lalu kamu submit blog, udah deh. jgn lupa pasang banner yang kaya punyaku. codenya kalo gak salah ada di halaman aturan/regulasi.
ceritanya berani nih, saingan ma diriku?hehehehe

Piet Puu said...

Subhanallah....
cantik sekali teh artikelnya...
tapi bener negh piet setuju...,
manusia hanya bisa berikhtiar..., selanjutnya kita hanya dapat pasrah dan selalu percaya....
bahwa Tuhan yang menentukan segala yang terbaik buad kehidupan kita... >_<
jadi sedih.... >_<

Munir Ardi said...

artkel yang sangat bagus gek

Munir Ardi said...

nice posting mantapp

Sang Cerpenis bercerita said...

duh panjang amat nih, gek. mestinya dibagi dlm beberapa postingan.

-Gek- said...

@ Mbak Fani : saya bingung, apanya yg panjang Mbak?? Ini termasuk postingan pendek saya lo............ (hmmmmm)

@ Bang Munir : Makasi yaaa! :)

@ All : ketemu di Blog masing2 seperti biasa.. hehe.