Saturday, November 7, 2009

Mahluk Indah

Hari ini aku mendapat kunjungan seperti biasa oleh seekor unggas rupawan – yang dikatakan kakakku merupakan utusan malaikat.


Unggas rupawan itu beristirahat dengan anggun di atas meja kayu coklat,
Ia membiarkan ekornya yang panjang terjuntai ke bawah
Tertiup desau angin yang mengisyaratkan hujan.

Seolah mau, ia seakan berbicara dengan bayangannya sendiri, di depan kamarku.
Ia menggelengkan kepalanya – memamerkan rangkaian mahkota bulu biru yang cantik
Ia menciptakan suara-suara riuh dari paruh lancipnya yang kuning-
suaranya menyayat hati seolah memanggil-manggil sesuatu yang maya ,

Memperlihatkan jenjang lehernya yang berwarna bitu cerah keemasan bila tertimpa cahaya matahari.

Warna lingkar hitam matanya dibatasi oleh area putih sebelum berubah menjadi kuning pada paruhnya
Memberikanku isyarat akan kerinduannya.

Masih tak henti-henti bergeleng laksana bunga lily biru yang dimainkan sepoi udara.
Kalaulah ia bosan, ia akan turun dari meja coklat itu, mengais di padang rumput hijau kekuningan – karena hujan baru memulai proses untuk mengubahnya menjadi hijau kembali.

Aku tahu..
Ia menyukai pintu kacaku, seolah kamarku adalah panggungnya-
Tempat ia berpentas memamerkan pujian pada rangkaian ekornya yang berbentuk laksana jembatan pelangi yang memukau..


dan Ia pun menyadari bahwa aku adalah penonton setianya yang enggan beranjak dan tak berkedip menyaksikan tariannya yang hidup.

Putaran tubuhnya mengingatkan ku akan suguhan budaya Reog di pulau Jawa.
Sungguh elok nian pertunjukkan yang disuguhkan unggas rupawan ini – hampir setiap hari- tanpa lelah - tanpa tepuk tangan - dan tanpa persiapan, luar biasa.
Walaupun... diantara keelokannya itu menyimpan kesedihan yang dalam,
Seolah terdengar olehku besitan pertanyaan di dalam kecantikan fisiknya..

“Dimanakah betinaku…? ”

Menyaksikan merak yang sedang menatap ku

Mullumbimby 7 November 09
3 pm

19 comments:

sibaho way said...

klo unggas sejenis burung dan ayam itu, kenapa ya yang cantik itu selalu yang jantan :D

-Gek- said...

@ Sibaho : Iya, ya. Tidak mengerti lah saya. Salam kenal- thanks udah baca!! ;)

Anonymous said...

G = Bagaikan membaca refleksi diriku...atau jangan-jangan? btw ketigax

Pohonku Sepi Sendiri said...

oh iya, sekarang2 ini kan musimnya merak kawin.. yang biasanya pada memamerkan kecantikannya buat menarik hati pasangan..
seperti pas ke alas purwo kemarin berkali2 berpapasan merak di jalan hutan, tapi begitu si merak mau memamerkan kecantikannya langsung nyadar kalo yg lewat ternyata dua jantan bodoh di atas 'motor tua', kabur deh akhirnya.. Gyahaha..

Enno said...

aku juga suka merak
bagus ya

:)

ivan kavalera said...

wow, cantik ya..kerenn!

ranny said...

kereeenn meraaakkk nyaaaa ^^

met kenal mbaakkk
met malming

gomel said...

wuaaah..baguuuus bangeeeet! ga pernah liat langsung deh..

btw, thanks banget ya udah banyak komen di beberapa artikel gue :D
salam kenal.. :)
Nice blog.

Pohonku Sepi Sendiri said...

Gek, di 4shared-ku ada beberapa tutorial photoshop dpt dari temen.. download ajah, sapa tau bisa bantu buat belajar editing..
aku tunggu hasil jepretannya disini ya..
hehehe..

Freya jualan buku said...

iiih kok bisa burung merak nangkring di rumahmu? imut bangeeeet

Freya jualan buku said...

Btw, tukeran link nyuks ama semua blog preya hehehhe

Investing said...

Mahluk indah saya dapatkan di diri penulis, Insoirasi anda penuh keindahan. Makasih atas inspirasinya

SeNjA said...

salah satu mahluk ciptaanNYA yang cantik ya gek ?
selamat pagiii sahabat blogerku ^_^

lovepassword said...

Wah meraknya keren yah ...? Tapi merak itu sungguh sadar juga akan kekerenan dirinya.

Kang Sugeng said...

hmmmmmm.... benar2 rupawan tuh unggas, Itik Balipun kalah cantiq sama dia, hehehe..,


Mobile Blogging Tutorial

Clara said...

burungnya cantik. itu pelihara di rumah boleh?

-Gek- said...

@ Gomel : makasi ya Non, udah mampir, follow, dan baca!

@ Kang Sugeng : wah.. merak VS itik.. jelaslah si Merak yg menang.. hehehe!

@ all : jugaaa.. makasi dah baca, dan mengomentari meraknya *serasa cemburu* hahahha..!
Btw, merak itu yg apply jadi binatang peliharaan saya.. datang tak diundang- pulang pun tak diantar.. (halah.. *lebay*)
again, thanksss yaaa...!

Sang Cerpenis bercerita said...

tulisannya serupawan unggas-nya. keren...

mc said...

keren bgt di sana bsa liat merak berkeliaran bebas ya... klo disini mustahil, ga muncul aja dicari2, apalagi muncul, udah diburu