Tuesday, November 10, 2009

Dear sister...


Aku bermimpi malam itu. Mimpi yang tidak biasa dan membuatku terjaga dan bertanya-tanya. Terlupa sudah rasa laparku pagi itu. Tak sempat membuka tirai pintu untuk membiarkan sinar matahari mencubit kulitku. Hanya ada bunga flip-flap yang menyapa matahari pagi yang kuacuhkan dengan membuka teman setiaku, membuka rubah merah itu- mulai mencari namamu di buku wajah milikku dan menekan tulisan “send message”.

Ku ketik dengan cepat mimpiku yang panjangnya mungkin dua halaman cerpen yang sering kau baca di majalah wanita kesayanganmu. Terkadang kau bilang, kau menghampiriku dalam mimpi hanya untuk berbicara denganku – menengok melalui sisi hatimu tentang adik mu yang selalu sendiri. Kau selalu bilang, kau mengawasiku dengan hatimu seperti kau menjaga calon keponakanku yang sudah 8 bulan di dalam perutmu, menunggu sang waktu membawanya ke dunia, menunggu si tante yang masih juga berburuh di Australia.

Dua hari lamanya tak kunjung ada balasan darimu, ku sempatkan untuk membuka Primbon.com untuk melihat arti-arti symbol yang ada dalam mimpiku, yaitu dua ikan lumba-lumba besar di lautan, dan kamu. Kamu ada jelas di mimpiku, menyuapiku sebuah kue sus terakhir yang seharusnya kau berikan orang lain – tapi kau memilihku- adik sepupumu, yang kau anggap adik bungsumu karena aku semata wayang. Seluruh keluarga ada di sana – ada juga saudara kandungmu yang berprofesi menjadi dokter – dia bahkan menarik tanganku menuju ke laut, untuk melihat lumba-lumba itu. Tidak seharusnya aku kuatir, karena arti symbol-symbol itu sangatlah baik, berhubungan dengan keberuntungan, perjalanan ke luar negeri, dan rejeki. Tidak seharusnya aku membuka buku wajahku setiap menit untuk menunggu balasan pesan darimu, tapi.. degup di jantung, tak dinyana semakin berlari cepat. Pikiranku melayang padamu, wanita yang kusayangi – yang selalu memanggilku “angel” yang selalu memperbaiki sayapku di saat ku lemah.. Ada apa?

Hari ini, tidak sabaran ku buka pesan dari buku wajahku, tulisanmu tak kalah panjang dengan tulisan-tulisan para bloggers yang kubaca hingga dini hari setiap hari. Aku tertegun – berusaha membaca lambat, namun.. tidak bisa. Mengusap-usap mataku untuk yang ke sekian kalinya, berharap berita yang kau tulis tidak benar.


Kedua lumba-lumba ternyata itu adalah paman dan adik sepupuku yang terbang ke lautan luas, tempat asal mereka. Mereka dipanggil tiba-tiba oleh utusan Tuhan yaitu seorang pengendara truk bermuatan pasir yang menerobos liar ke dalam dinding rumah mereka ,saat mereka sedang pulas. Seluruh keluargaku sontak terkejut, bahkan saudara kakakku berperan serta dalam memberikan pertolongan pertama pada mereka. Kakakku bilang “mereka terlihat sangat tenang dalam tidur..” Aku merasa ada yang tercekat di tenggorokanku. Aku terdiam dalam tulisanku diantara jemariku yang menari di atas keyboard komputer. Aura kesedihan berhembus di sela-sela anak rambutku- seakan meniup sayapku untuk terbang pulang.

Tuhan bisa memanggil umatNya kapan saja – bahkan disaat kita tertidur. Aku menjadi merasa kecil di mataNya. Sang Sutradara yang bisa mengubah naskahNya di sepanjang waktu tanpa notifikasi.

***
Terhenti sejenak untuk memikirkan Pak De dan Wulan yang meninggal dalam kecelakaan tragis- saat mereka tertidur lelap dini hari Minggu, 8 November 09.

Kami semua berusaha mengiklaskan kepergian kalian.
Beristirahatlah dengan tenang di peraduan Tuhan…

Mullumbimby, 9 November 09
8 :42 pm

14 comments:

Clara said...

turut berduka, Gek.
jadi arti mimpi lumba" itu begitu ya?
ku kira kalo mimpi gigi copot baru artinya seperti itu...

Clara said...

btw, aku nggak tau kenapa, postingan sebelum ini nggak bisa aku komen >.<

Fanda said...

Peristiwa yg tragis... Ikut berduka cita atas kepergian paman dan sepupumu yg tiba-tiba itu ya. Tetaplah percaya bahwa Tuhan pasti telah memberikan yg terbaik bagi seluruh keluarga besarmu!

Seti@wan Dirgant@Ra said...

Moga Pak De dan Wulan tenang di alam sana.

mc said...

turut berduka cita ya, mengerikan sekali dan aku belun menonton beritanya.

semoga dirimu bsa pulang pas ngaben nanti ^ ^

-Gek- said...

@ Clara : makasi ya. Nanti ku cek postinganku sebelumnya - seharusnya bisa lo, jeng..

@ Mba Fanda : iya Mbak, super duper tragis, saya kaget banget...

@ Seti@w@n : Terima kasih, Mas..

@ Mc : sudah diproses hari ini nchi.. aku 'acep' dari sini saja. Mengingat mereka dalam hati. Mendoakan agar jalannya lancar. Thanks ya geg.

fanny said...

gek, turut berduka ya. saya yakin mereka sudah tenang di tamanNya. bermain bersama para malaikat. tegar ya, gek.

Pohonku Sepi Sendiri said...

gek, yg tabah ya.. aku turut berduka cita atas kehilanganmu.. semoga diberi kekuatan utk semua yg ditinggalkan..
jika Tuhan sdh berkenan, kita harus bisa mengikhlaskan..

Anonymous said...

G : Turut berduka cita....

RanggaGoBloG said...

semoga diberi ketabahan yah... semangaat....

zujoe said...

turut berduka juga, agak sedih jadinya bacanya hiii... semua pasti akan kembali ke tempat asal kita... yang penting ikkhlas aja kan?

dewi said...

Segala sesuatu datang dari Dia dan akan kembali pada-Nya juga Angel...

Kang Sugeng said...

Wuduh... saya turut berduka Non atas musibah itu, yup kamu benar, setiap yg hidup pasti suatu saat akan mati entah itu kita mau maupun tidak, semoga mereka bisa beristirahat dng tenang di sisi-Nya dan semoga yg ditinggalkan diberi ketabahan.

owly said...

turut berduka cita, Gek...