Wednesday, November 25, 2009

FORBIDDEN!


Tidak seharusnya saya menulis tulisan ini, tetapi mesti ditulis- biar uneg-uneg di hati tidak menumpuk di hati trus menutupi  pembuluh darah dan bisa membuat pembuluhnya tersumbat dan buntut-buntutnya buat saya sakit jantung dan masuk rumah sakit, lalu ketemu lagi akar dari tulisan ini.. c spasi d ah…


Saya benci dokter.


Fiuh… statement yang mungkin bisa menghebohkan dunia persilatan. Untung bloggers ga ada silet-siletan atau kasak-kusukkan ya, kalo ada, saya bisa dikejar-kejar.. (serasa artis gitu..?) Iya, tidak seharusnya saya menulis statement itu, namun, kebencian ini sudah beranjak di ubun-ubun dan membuat kepala saya berasap..


Ayah saya sendiri seorang dokter, dia pernah berkata.. “Papa tidak menyangka profesi ini membuat perasaan papa tumpul.” Saya sempet bengong denger ayah saya ngomong begitu. Alasannya lagi, karena pekerjaan dokter banyak menuntut ayah saya untuk berbohong , dan menguras emosinya kalau ada pasien yang tak mampu ia selamatkan.. Namun karena saking banyaknya, dan ayah saya sudah menjadi seorang dokter yang jam terbangnya sangat tinggi, ia kehilangan rasa sedihnya.  Ia tidak pernah bersedih kalau melihat saya harus menunggunya pulang praktek hingga dini hari hanya untuk membantu saya membuat PR matematika. Tidak pernah bersedih kalau saya sendirian di rumah, dan tak punya teman. Tidak bersedih kalau saya terbaring sakit, malah yang ada saya dimarahin, dituduh manja. Saya benci itu.

Saya tahu, belajar kedokteran itu sangat rumit, karena dokter juga merupakan manifestasi tangan Tuhan yang mampu menyelamatkan nyawa seseorang. Tidak saya pungkiri saya bahkan semua orang memerlukan ilmu mereka untuk menyelamatkan orang-orang yang saya cintai (mungkin) atau bahkan diri saya sendiri. Tapi bukan ilmu itu yang membuat mereka diizinkan untuk menyombongkan diri sebagai yang Maha Tahu dan Maha Bisa. Seperti ayah saya (lagi) yang terkena penyakit karena kesombongannya sendiri yang menolak untuk minum air putih! Sehari-hari ayah saya Cuma minum lima gelas teh atau kopi dingin. Saya lelah memberitahunya, maka waktu ayah saya bilang dia sakit, saya tidak banyak bicara. Saya hanya bisa bilang, “Ah, penyakit ciptaan diri sendiri. Toh sudah tau obatnya, kan?”. Kejam ya saya? Semoga saya tidak kualat.

Iya.. iya, saya juga tahu seorang dokter itu mempunyai IQ yang terbang tinggi, namun bukan berarti tidak bisa jatuh. Saya jadi ingat beberapa hari yang lalu, ada sekawanan dokter muda yang mencoba membantu ibu saya untuk download Skype. Mereka berkomunikasi dengan saya menggunakan bahasa inggris, lah.. saya benci setengah mati! Saya tidak suka orang menganggap bahasa inggris paling keren (meskipun kita perlu, butuh, dan sangat tergantung pada bahasa ini!), namun darah saya ini asli Bali – saya masih hormat akan bahasa Negara saya, mengapa mereka harus menggunakan bahasa inggris untuk sekedar chat sama saya.. untuk sekedar “uji coba” bahasa inggris saya dan maaf ya.. mending bahasa mereka bagus.. aduh! Saya benar-benar muntab! Saya sampai balas menggunakan bahasa Indonesia, dan mereka masih berbicara menggunakan bahasa inggris. Sampai-sampai, karena kekesalan saya yang memuncak, saya teks balik mereka,

“For your convenience, I suggest you to speak in Indonesia with me.” Mereka hanya tertawa saja.

Belum lagi, mereka menggunakan Skype ibu saya untuk berkomunikasi dengan saya. Dikiranya saya bodoh, dipikirnya saya cuma guru kacangan mengajar bahasa Indonesia dan tidak mengerti bahasa inggris. Mereka mengirimi serentetan kalimat berbahasa inggris.. “Hey my daughter, this is your mom, how are you darling?” Dari kalimat pertama saya sudah tahu kalau itu bukan Ibu saya. Karena, Ibu saya selalu memanggil saya “Gek” iya.. Gek, seperti kalian juga memanggil saya – itu yang mereka tidak tahu- huh! Dasar, dokter-dokter sombong!

Jadi dokter = kaya?

Belum tentu. Semua orang menganggap menjadi dokter itu nilainya tinggi di masyarakat, sampai-sampai setiap minggu saya yang harus turun tangan kerja bakti di lingkungan rumah saya di Bali, karena ayah saya bilang… “Papa kan dokter, buat apa Papa harus ikut kerja bakti?” Sunguh mati, saya benci kesombongan seorang dokter. Karena toh kehidupan ekonomi ayah saya biasa-biasa saja. Bahkan, kerap membandingkan gaji hariannya dengan honor mengajar saya sewaktu saya kuliah. Lalu dengan semena-mena menghentikan biaya kuliah saya, karena dia anggap honor saya lebih besar daripada dia.. Tuhan ampuni ayah saya ya? Atau saya juga sekalian yang berani membuat tulisan yang mungkin dianggap terlarang ini.

Tambahan lagi, para dokter-dokter muda itu malah merayu saya, dan bilang – hidup saya bakal terjamin kalau menikah dengan mereka.. Hati saya tercabik, martabat saya sebagai seorang wanita dan seorang guru langsung terasa diinjak-injak oleh mereka.

Dokter bukan Tuhan.

Jadi tolong berhentilah menyombongkan diri, mengganggap diri paling pintar dan maha mengetahui., walaupun dalam hati, saya masih menyimpan kepercayaan kalau mereka adalah manifestasi tangan Tuhan yang mempunyai cita-cita yang sangat mulia. Masih yakin bahwa tidak semua dokter mempunyai contoh-contoh sikap yang saya beberkan diatas, semoga ya!

Pesan untuk para dokter atau calon dokter : Ingatlah ilmu padi dan bawalah sampai mati.

Pesan untuk the readers  : Maaf kalau ada dalam tulisan ini ada yang membuat para readers tersinggung, percayalah, saya cuma curhat- sebelum saya ketemu mereka lagi!

Pesan spesial (pake ayam goreng dan siomay) untuk Gomel: Percayalah, saya yakin Gomel akan jadi dokter yang cantik,imut, berbudi luhur, dan tidak sombong, sukses terus ya! :)


Mullumbimby – Panas, gerah, bingung mau ngapain.

33 comments:

Piet Puu said...

Alhamdulillah.......
pertama komen.. buad teteh...
heee ^_^
piet juga teh...... >_<

BENCI DOKTER........!!!!
BENCI RUMAH SAKIT....!!!!
BENCI OBAT.....!!!!!

buad piet, klo kita dititipkan rasa sakit,
Hanya Allah Azza Wa Jalla.. yang sanggup memberikan ke sembuhannya....
selain itu

DILARANG MEMVONIS SENAKNYA...!!!!
heee :D
ternyata piet ada temennya ^_^

Anonymous said...

Jie : jeez...speechless, bukan krn dokternya, tp membicarakan orang lain, dan yang mencengangkan, ayah sendiri...

mocca_chi said...

saya bukan dokter atau calon dokter jdi hahaha... tidak merasa tersinggunglah.

t.e.3.k.4 said...

tenang aja gek, tika ga tersungging eh tersinggung sama blognya gek koq..
salut buat gek yang bisa ngeungkapin perasaan gek hehe...


btw, dudz jadi bersihin rumah gek ga?

anindyarahadi said...

pertama, aku benci obat... aku benciiiii jarum suntik.. apalagi infus(bener-bener muak sama yang satu ini) seumur-umur aku jarang banget minum obat kalo sakit. ngga suka T_____T sementara pascaoperasi mengharuskan aku minum obat yang gede2 dan buanyak itu*pweh

kadang aku minum, kadang juga ngga :p mending minum susu hehe

kedua, ngga boleh benci2 mbak.. karena biasanya kepelosok omongan sendiri loh :p kayak aku. aku sejak kuliah ngefansnya sama kakak2 tingkat yang berhasil jadi asdos, terus belum wisuda udah keterima kerja di PriceWaterhouse, pokoknya profesi yg berhubungan sama duit deh biar bisa share :p contoh : akuntan publik, auditor (kesannya keren bgt T___T)

tapi dapetnya?? dokter muda. iya dokter mudanya unair(yang ngga sekota sama tempat aku kuliah lagi), jd sama sekali ngga ada bayangan sama sekali dulunya. tapi aku tau, dia ngga sombong. sama sekali ngga ada sombong2nya. makanya aku udah setahun sama dia *loh jadi curhat??

begitu juga yg terjadi sama sepupunya temenku yg benciiii banget sama tentara, sekarang? cowoknya dia lulusan AKMIL.wow. so.. jangan benci2 ya mbak ntar kejadian loh :P meybi sumday bakal ada (banyak) dokter yg bisa merubah pandangannya mbak gek hayo.. hayo..

Gogo Caroselle said...

samaaa dong!
benci RS juga
trs sama dokter apalagi klo hrs buka baju,
aih....
seyemmm
":(((

Sang Cerpenis bercerita said...

that's why, saya tolak cinta si dokter tuh. hehehe...krn dokter juga manusiaa..apanya coba yg hebat? semua profesi tuh gak ada yg boleh dibanggakan. biasa aja lageee....

-Gek- said...

@ Mbak Fanny : SETUJU!!!
@ Gogo : buka bajunya ga gitu2 serem.. hahahaha! RS lumayan, apalagi kamar jenazah.. *kabur*

@ Anin : udah, mbak kan dulu BENCI NERAKA 18 sama bhs inggris, sekarang jadi guru bhs inggris kok.. hehehe.. pingsan tuh semua orang. XD

@ Mbak Tik : tingkyu, tingkyu.. tau tuh si enchi.. hehehe.

@ Nchi : baguslah kalo begitu, jeng! XD
@ Jie : haha.. larut nya, huh, gek emang senyawa. ;)

@ Piet : Hore.. dapet pertamax ya? (Gek juga di blog mu..) hehehehe! ho oh.. high five dulu yuks? ;)

jhoni said...

yes....that's right! why we should use foreign language, when we speak with....???? what the hell am talking about??? hey i am speaking in foreign language???? hehehehehe becanda gek!!!! (gimana bahasa inggris hasil bantuan mbah google wkwkwkwkwkw............)

setujaaaa gek harus ingat dg ilmu padi.....saya dulu waktu sekolah gitu gek....."semakin menunduk, semakin gak bisa".....udah dideketin ama bu guru soalnya hehehehehehe

SeNjA said...

hemmm,...gek ?? yakin,kamu tidak bangga dgn profesi papamu ?

benci dokter ? gak...meskipun aku pernh kena mall praktek jg,operasi usus buntu pdhl ternyata usus buntuku baik2 saja. Tapi y sudahlah toh aku msh baik2 saja dan sang dokter menyadari kekeliruannya.
( baik bgt aku *_* )

benci dokter ?? gak juga,... 7 thn didampingi beberapa dokter/ dan seorg dokter yg luar biasa,memberi semnagt yg luar biasa meski mngkn saja mrk berbohong waktu dokter blg aku akan hidup panjannnggg..... dan terbebas dari kanker selamanya.

Seperti jg dokter itu hanya profesi,baik dan buruk tetap kembali ke pribadi perseorangnny. tidak semua dokter tidak baik...psti masih ada seorg dokter yg punya hati nurani dan sungguh2 manifestasi dari tangan Tuhan untuk menyembuhkan.

panjang bgt nih gek... hihihi....

Elsa said...

setuju Gek!! saya juga gak suka sama profesi dokter. mereka kebanyakan merasa sebagai tuhan.
saya juga sebal kalo sakit harus ke dokter. sebisa mungkin menghindari ke dokter. gak tau kenapa. males aja

vie_three said...

aq cuma mau bilang aq bukan dokter dan gak berminat jadi dokter...... aq cuma mau baca ajah gak mau koment takut entar ada yg salah dalam komenganku..... xixixixi

Ikutan Ngeblog said...

saya gak tersinggung juga, karena saya juga bukan dokter dan bukan calon dokter,
weh.. kuk benci ya?
kalo benci sakit nah itu baru aku. hehe

BrenciA KerenS said...

saya juga benci dokter kalo bayarannya mahaall... dah gitu ga sembuh pula, padal cuma batuk pilek. hehehhee

Clara said...

aku nda gitu benci sama dokter apalagi kalo dia ganteng *getok clara* soalnya dimataku profesi mereka keren, tapi ya begitulah orang, punya persepsi yang beda" kan?
hihihi...

Noor's blog (inside of me) said...

Seperti profesi2 lainnya,Pekerjaan jadi dokter sebenernya khan pekerjaan mulia non..! hanya sebagian oknum saja yang mengaburkan kemuliaannya...

Zahra Lathifa said...

namanya juga curhat ya gek? jadi keluar dech semua uneg2..anyway aku setuju ama pendapat senja, yg sabar ya say...gimanapun juga dia papamu 'kan? orang tua yang ikut menjadi sebab kelahiranmu didunia :) keep happy..jgn sedih lagi..ok?

Pohonku Sepi Sendiri said...

benciii sakiittt.. hihihi..
tapi ma dokter netral2 aja ahh.. kalo udah ke dokter tp nggak sembuh2 ya benci, tapi kalo sembuh ya syukurlah.. hehehe..
maklum namanya juga manusia gek, jauh lah dari kata sempurna.. :)

@gogo : huahaha.. kalo dokternya cakep juga seyem ya go? *kabuurrr*

albertus goentoer tjahjadi said...

wah... wah... wah... si angel baru ketempelan apa nich... kok tiba-tiba aja marah-marah... sabar... yang sabar ya... dokter juga manusia kok...

lovepassword said...

Kayaknya kamu yang apes ketemu dokter atau para dokter yang apes karena ketemu kamu :) . Habis romantikamu kok yah pas nggak enak mulu yah ? Mungkin saja sangat mungkin ada dokter yang baik, lha apesnya kamu nggak ketemu, yang kamu temukan pas yang bikin mules bu guru. Jadi yah memang kebetulan saja pas ketemu nggak cocok

M.RIDWAN MAHADI A.T said...

Aduh gek...jangan dimarahin dong apalagi dibenci tu dokternya...ntar sakit ku skrng nggk sembuh2 nih...(emang nggk bakalan bisa sembuh sih,wong aku sdh divonis udh nggk lma lgi bertahan untuk hidup,kok jd sedih gini yak...nggak entar airmataku tumpah lo disni.. heeh hee)

nice...akhirnya meledak juga senyumku buat Malaikat yang unik dan creatif. aku salut tiap tiap postinganmu gek...4 jempol deh...(dua jempol ku dan duanya lagi jempol kmu heheh...

Menurutku postingan km tu unik2,,,beda..pertama2 yg menggelitik tu dari judulnya...terus kalo baca keseluruhnya disitu campur sari,ada lucunya ada harunya,ada hikmahnya ada semuanya deh..seru banget dah

dan segala uneg uneg kmu tumpahkan saja ada kami disini koq sebagai reader yang setia...


PS:
kapan ya aku diajakin gek ke Bali....jejakan kakiku dibibir pasir nan indah itu...uh terus liat sunset...jd kyal ni heee hee
dan gek maaf ya kalau aku jrng berkunjung ada dua faktor 1-internetku lemot
2-karna aku sakit heee(sakit hati kaleee)

thank's ya malaikatku sayap2mu ku pake terbang yaa...bercanda!!!!aduh kepanjangan bgt ya comentku...maaf ya gek,

Gusti said...

Ulah oknum gek, namanya juga dokter muda, ilmu ga seberapa tapi merasa paling hebat...
ga ada satu profesi pun yang ga penting di dunia ini, termasuk tukang sapu jalanan..
klo soal Aji (red: Papa) kadang kita memang sebel dan kesel dengan ortu, klo lg githu yang bisa nenangin cm berpikir klo qta cm punya 1 ortu dan bersyukur msh hidup jadi qta msh bisa berbakti..
(miss my Dad in heaven...)
bisa bhs inggris tp tetep cinta Indonesia..
2 jempol buat gek, ada yang mo nambahin jempol???
[makin gag jelas nulis apaan...:p]

jhoni mode serius said...

tapi bener juga sebenarnya yg bikin gek jadi sebel sama dokter itu kan karena pengalaman yang buruk, dengan salah satu orang yang kebetulan berprofesi sebagai dokter (yg kebetulan bpknya).......tapi banyak orang yang berprofesi sebagai dokter lengkap dengan berbagai sifat dan pembawaanya....jadi yah tidak semuanya seperti itu kali ge.......

NB: tetep gak boleh nitip kangguru ya nanti kalo balik bali?????

ninneta said...

aku berharap bis membenci dokter.... fiuuuh.... Tapi segini banyaknya penyakit dibadanku, ga mungkin aku membenci mereka... Malah kadang aku berharap orangtuaku yang dokter, jadi bisa merengek-rengek.... hehehe tapi basically, aku benci dokter2 dan psikiater2 dan psikolog2.... karena kebutuhan hidup aja aku berusaha bersahabat... hehehehehe.....

Quinie said...

hm... ga semua dokter kaya gitu juga sih, mungkin itu hanya sebagian oknum :D.

hm.. menyoroti tentang penggunaan bahasa. Mungkin mereka belom tau nikmatnya curhat pake basa indonesia lebih seru daripada curhat pake basa inggris... hihihi.. i love bahasa!!!

minomino said...

yaaahh, dokter cm profesi...
sama seperti tukang pos yg kdg menyebalkan, tukang sate yg suka rese, tukang parkir yang mata duitan (lohh,kenapa jadi disamakan dengan dunia pertukangan?hahaha..maaf maaf)
tapi kembali lagi...semua org punya persepsinya sendiri tentang berbagai hal, yg menilai sesuatu itu baik dan buruk kan juga kita sendiri...
yaaa,mungkin ini pandangan Gek ttg dokter,tp tidak semuanya seperti itu toh? :)
tetap semangat!mari berbahagia supaya tidak sakit :)
dan sekali lagi...mari ngalor-ngidul :D (promosi terselubung)

Kang Sugeng said...

koq kita sama sih Gek... saya juga benci sama Dokter tapi khusus Dokter gigi hehe.....
saya trauma

RanggaGoBloG said...

gek... boleh koment gak... blognya berat bangeeeeettttt... apalagi background postingannya sering gak keluar malah... mana gak terlalu kontrast lagi warna fontnya... huhuhuhuhuh

-Gek- said...

@ rangga : aksesnya via Hp makanya berat ya.. saya aja ga bisa buka pake HP kok.. :)
Belum ada komen dari para bloggers lainnya. Pake PC ya bukanya bro, atau lapie.. ringan kok- seringan kapas. :)

Freya said...

tapi maaf, kawan.....

saya masih tidak bisa menghilang dia dari pikiranku......

Oh pak dokter...sembuhkan aku......

*lebay mode*

Fanda said...

Wah...untung ga ada Vicky dan Ria, para ibu dokter yg baca posting ini! hehehe...

Aku cuma bisa bilang, tak semua dokter punya pendirian spt itu, dan tak semua org sombong selalu profesinya dokter. Masih banyak kok dokter yg baik dan punya kepedulian pd pasiennya. Yg bermasalah kan manusianya, karakternya, bukan dokternya.

P.S. Kalo dokternya seganteng Brad Pitt, mau ga???

-Gek- said...

@ Mba fanda : Iya,, posting ini tidak berlaku untuk semua dokter kok, hehehhe! Dokter seganteng brad pitt?? Engga ah, seganteng Jacob aja deh.. sekalian yang six packs.. xixixixiixixixix.
(nagih)

@ Frey : udah sembuh belum, Frey??

@ All : speechless ah baca komen kalian, makasih yaaaaa!!! Gek loves you all... Mwah!

SeNjA said...

Gek,kok komentarku disini gak ditanggepin sih ??? hiksss....