Saturday, February 27, 2010

Is it a BLACK holly book??


Hai…hai.. semoga masih betah membaca info sharing, opini, dan cerita-cerita Black in News ala Gek yaa.. : )
Hari ini saya super duper sibuk sedari pagi – padahal hari libur, loh! Seharusnya saya bisa santai sedikit.. atau tidur siang sedikit.. Namun, saya disibukkan oleh membuat persembahan untuk Hari Sabtu ini, readers.
Memangnya Sabtu ini hari apa? Apa yang istimewa??
Selalu ada yang istimewa di Bali, catet.. : ) Hari Sabtu ini adalah perayaan Hari Saraswati, atau perayaan turunnya ilmu pengetahuan. Hari ini, biasanya seluruh instansi dan orang-orang yang berkaitan dengan pendidikan seperti sekolah  dan universitas– khususnya untuk guru dan para siswa , kantor pendidikan, dan kantor saya.. (pastinya) mengadakan upacara persembahyangan untuk Dewi Saraswati. Upacara ini, diadakan dua tahun sekali lo.. karena memang tepat jatuh pada Wuku Watugunung (menurut kalender Bali / Jawa) – atau setiap 210 hari.
Dewi Saraswati??
Menurut legenda, Dewi Saraswati adalah istri dari Dewa Brahma – yaitu salah satu Dewa yang berperan penting dalam Agama Hindu. Dewi Saraswati adalah dewi pelimpah pengetahuan, kesadaran dan sastra. Sesuai dengan kepercayaan Agama Hindu, berkat anugerah Dewi Saraswati, kami menjadi manusia beradab, memiliki pendidikan, dan berkebudayaan.
 
Dewi Saraswati

Dewi Saraswati digambarkan sebagai Dewi rupawan bertangan empat yang memegang Wina (alat musik semacam rebab), Tasbih dan Lontar. Oh ya, biasanya ada burung Merak yang elok di dekat Dewi Saraswati. Keseluruhan gambaran Dewi tersebut memiliki makna-makna tersendiri. Wina melambangkan suara musik alam yang menyuarakan nama Tuhan dan secara berkesinambungan yang disimbolkan dengan Tasbih. Sedangkan Lontar melambangkan ilmu pengetahuan yang turun dari kitab suci Weda (Kitab suci Umat Hindu). Burung Merak sendiri melambangkan kebijaksanaan. Dapat kita simpulkan bahwa tanpa ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan, manusia seperti tidak mempunyai arti hidup.  

Pada Hari Raya Saraswati, biasanya kitab suci, buku-buku agama, buku pelajaran sekolah, kamus (untuk saya sebagai guru Bahasa Inggris merangkap Bahasa Indonesia!) dikumpulkan di satu tempat dan diupacarai. Lalu, selama seharian itu, para Black Community khususnya yang beragama Hindu, disarankan untuk tidak membaca buku apalagi kitab suci pada hari raya tersebut. Loh kok??
Alasannya sederhana, untuk menghormati Dewi Saraswati yang telah menurunkan ilmu pengetahuan pada kami.  Tentu saja menulis tidak dilarang.. apalagi menulis untuk hal yang positif seperti menulis artikel untuk Djarum Black Blog Competition Vol. 2
Lagian.. siapa tahu, tidak boleh membaca tetapi malah rasa kreatifitas meninggi untuk membuat sesuatu yang baru lalu diujicobakan di ajang bergengsi lainnya seperti Black Innovation Awards Why not?
Namun, ada hal yang saya sayangkan setiap hari Saraswati tiba.. karena kami wajib untuk mengupacarai Kitab Suci yang kami punya, dan jujur saja.. saya tidak punya!!!
Tidak seperti umat lain yang mempunyai Alkitab, Al-Qur’an, Tripitaka, dan lain sebagainya.. Saya bahkan tidak pernah melihat wujud Weda – kitab suci agama saya sendiri. 
 
Is it a BLACK holly book? or Something else??
Apakah warna sampulnya HITAM? Apakah bukunya tebal atau berbentuk lontar? Apakah tulisannya bertulisan huruf sansekerta?? Saya murni tidak tahu.
Karena dianggap sangat-sangat suci dan sakral, Kitab Suci Weda hanya bisa dipegang dan dibaca oleh seorang yang mempunyai jiwa spiritual yang tinggi dan merupakan orang pilihan Tuhan, atau bisa kita sebut Nabi atau Awatara Tuhan..
 
Bhagavad Gita will tell you about life - How it should be..  :)
 
 Kitab yang biasa saya baca adalah Bhagavad Gita – namun buku ini pun sifatnya sangat-sangat-sangat universal. Saya rasa semua agama bisa mengambil seluruh pesan tentang hidup, mengambil intisari Weda dari buku ini..
Well.. sebagai manusia yang tidak pernah puas, tentulah saya masih penasaran melihat “wujud asli” Kitab Suci Weda. Namun, saya percaya Tuhan mampu mengajarkan saya dan seluruh umatnya tentang hal-hal yang baik dan yang buruk dalam hidup dengan caraNYA tersendiri. Ready or not ready, we have to be ready!
Anyway.. untuk umat yang merayakan, saya ucapkan Selamat Hari Raya Saraswati..!
_____
Sumber informasi dan gambar : Google. : )
-Gek-

15 comments:

Gusti said...

met saraswati gek...

hore pertamax.. :p

Gusti said...

oiya, dah di benerin tuch ejaannya.. :p
nyepam ach..

Ivan Kavalera said...

Selamat Hari Saraswati ya, Gek. Apa kabar?

BUKAN PORTAL said...

BARU TAHU TENTANG SARASWATI SETELAH BACA DI SINI. THANKS YA MBAK. SALAM KENAL.

Seiri Hanako said...

thanks infonya...
pa kabar Gek?

Ali Masadi said...

baru tahu.. ternyata tidak semua orang bisa melihat wujud WEDHA..

Elsa said...

wah, aku sih pingin banget tuh baca Bhagavad gita

anggi said...

Selamat hari raya Saraswati bagi yg merayakannya. Jadi ngerti tentang saraswati.

richo said...

selamat hari saraswati yah.... tak kasi kado yah..... diambil otre
http://cozyeslife.blogspot.com/2010/02/kado-dari-sahabat.html

ieyaz said...

Selamat hari saraswati Gek..

hmm...jadi tau soal dewi saraswati aku.. :)

U-marr said...

saraswati itu, bkannya pahlawan super mbak. hehe :D

Farrel Fortunatus said...

postingan yang bagus dan menambah wawasan baru... selamat hari sarawati Gek. semoga kita semua bisa senantiasa menambah, mengembangkan, dan mengamalkan setiap ilmu yang kita miliki...

anyin said...

selamat merayakan hari saraswati ya mbak gek... wah banyak libur gak ya?

Kang Sugeng said...

Kitabnya itu suci bngt ya Gek koq sampai2 ndak sembarang orang boleh memegang?

fanny said...

akh, kasihan si hitam..padahl dia bisa jadi hewan yg setia lho