Sunday, February 28, 2010

Facebook or Face"BLACK"



Are you in facebook?”
itu pertanyaan pertama yang dilontarkan oleh salah satu murid yang saya ajar di kantor. Bukan umur, status, alamat, nomor telepon, hobi, atau yang lainnya!
Jejaring sosial ini memang lebih booming dan laku keras daripada frozen yogurt, Blackberry Phone, atau rokok Djarum Black. Semua orang seolah-olah diwajibkan untuk mempunyai Facebook atau kena resiko dianggap ketinggalan jaman alias ga gaul – dan yang parah, dipaksa untuk buat facebook.
Menurut saya yang sudah menjadi pengguna facebook pada tahun 2007- sebelum facebook booming seperti sekarang, sebelum penggunanya mencapai 350 juta orang di seluruh dunia.. (gilee..), saya mendapatkan beberapa segi positifnya, seperti pertemuan dengan teman-teman lama saya, mempermudah komunikasi tanpa harus tukar nomor telepon, bahkan membuat saya hemat biaya karena tak perlu mencetak foto-foto narsis saya yang bisa saya buatkan album via facebook, tinggal upload aja gitu loh!
Namun, karena pembuat facebook yaitu Mark Zuckerberg menyukai inovasi dan perubahan-perubahan setiap beberapa kurun waktu, tampilan facebook terus-menerus berubah. Saya kadang berpikir tuh, kalau Mark Zuckerberg ikutan Blackinnovationawards, bisa menang terus tuh! Untung yang boleh ikutan ajang bergengsi itu hanya orang Indonesia, phew!
Perubahan-perubahan dalam tampilan facebook tidak melulu membuat jejaring sosial itu bertambah bagus dan inovatif – justru mendatangkan banyak masalah!
Masalah status dalam facebook saja bisa mengantar orang ke pengadilan atau berurusan dengan hukum. Belum lagi masalah “penculikan” atau “pelarian” gadis yang disebut-sebut akibat facebook.. Nah lo!
Kok bisa-bisanya facebook dijadikan kambing hitam atas segala masalah? Padahal itu semua murni kesalahan si pengguna facebook yang menyalahgunakan semua fasilitas yang diberikannya. Saya juga heran mengapa semua orang menganggap semua yang terjadi di facebook itu nyata – dan super duper serius…
Masih banyak hal-hal positif yang bisa kita lakukan via facebook, misalnya promosi produk online cuma-cuma, berbagi info-info menarik dan bermanfaat, membuat fans club seperti Djarum Black yang baru-baru ini meluncurkan halaman Black in News dalam facebook. Tentunya hal ini akan mempermudah para Black Community yang tidak sempat menonton televisi – apalagi seperti saya yang tidak doyan menonton televisi!
Harapan saya sih.. para pengguna facebook lebih bijak lagi menggunakan jejaring sosial itu untuk berbagi kehidupan mereka. Apabila status sering nyeleneh.. ada baiknya fasilitas “privacy” dipergunakan agar tidak menimbulkan masalah atau mengundang ketersinggungan satu pihak. Jangan juga asal-asalan meng-add orang yang tidak kita kenal sebagai teman kita. Ingat, buat apa punya seribu teman namun yang kita ajak berkomunikasi hanya seratus teman?? Jangan sampai juga.. facebook membuat muka kita tercoreng arang sampai hitam alias dipermalukan! Jadi jangan mengumbar kejelekan diri sendiri ya.. apalagi di facebook!
Come on, facebook is just for fun, guys!
Cheers!
-  Gek  -

8 comments:

munir ardi said...

tumben jadi pertama disini

Munir Ardi said...

yes just for fun, tapi aku jarang banget buka FB mbak jadi teraniaya deh semua teman yang lama nggak bersua

Seiri Hanako said...

punya FB malah menyita waktu
tapi gw golongan orang yang ketergantungan..
hehehe

Seiri Hanako said...

punya FB malah menyita waktu
tapi gw golongan orang yang ketergantungan..
hehehe

alimasadi said...

bener.. harus bijak.. kata om SREX .. jangan dijadikan tempat sampah uneg uneg..

kebookyut said...

iya.. setuju!!!
fungsinya kan baik sebenernya.. hehe
walaupun jarang buka fb

Sang Cerpenis bercerita said...

yg pasti via fb saya ketemu temen2 SD. what a small world

Elsa said...

heran ya, aku kok masih gak berminat join facebook