Wednesday, February 24, 2010

BLACK Heart to be Bright




Pada umumnya Black Heart adalah jenis permainan pada komputer.. itu loh, si pesaing solitaire. Saya mah udah ga gandrung lagi mainan seperti itu.. Tapi kalau makna Black Heart secara seutuhnya sebenarnya apa?
“Hati hitam…?” Yap. Benar banget.
Apa sih yang bisa membuat hati seseorang hitam-pekat-gelap-mendung….? Kalau menurut saya sih rasa iri hati, dengki, maupun benci. Satu rasa yang saya miliki pada seseorang yang teramat dekat dalam hidup saya.
Tapi, tadi siang, rupanya Tuhan memberikan petunjuk untuk saya. Ceritanya saya sedang makan siang seperti biasanya. Tumben-tumbennya hari itu, saya makan dengan group guru lain yang tidak pernah makan bersama saya. Dan.. tiba-tiba saja omongan mereka meloncat kearah spiritual.
“Anak-anak saya itu, selalu saya ajarkan Catur Guru, Gek..” kata Pak Bagia. Salah satu guru senior yang sudah punya anak tiga yang ketiganya laki-laki. Bahkan, anak tertuanya sudah master, lo!
“Catur Guru, Pak?” tanya saya sambil menguyah makanan saya tanpa nafsu makan.
“Iya.. itu lo, di dalam pelajaran Agama Hindu, bukankah kita diajarkan Catur Guru?” kejar Pak Bagia lagi.
“Coba ceritakan Pak, saya pernah mendengar namun saya lupa..” potong Ibu Sonja. Guru bahasa asing yang berasal dari Australia itu menyela pembicaraan saya dan pak Bagia yang mandeg. Ibu Sonja sudah hampir sepuluh tahun tinggal di Bali juga memutuskan untuk menganut agama Hindu. Maka dari itu, terkesan beliau yang lebih tertarik oleh pembicaraan pancingan pak Bagia.
Pak Bagia pun seperti memaksa otak saya untuk mengambil sebuah memori penting yang tersimpan jauh di sumsum paling belakang. Beliau menggambarkan secara persis bahwa Catur Guru itu adalah empat guru yang harus kita hormati dalam hidup kita.
Guru pertama adalah Tuhan Yang Maha Esa karena beliau yang memberikan kita hidup. Maka apapun yang kita lakukan, jangan lupa Tuhan. Berdoa dan bersyukur, wajib hukumnya.
Sedangkan guru kedua merupakan Pemerintah.
“Pemerintah, pak?” sela saya. Karena menurut berita terkini yang saya ikuti di Black in News, pemerintahan kita masih gonjang-ganjing. Ada-ada saja masalah. Belum kasus cicak vs buaya, Prita Mulyasari, Bank Century… itu belum ditambah bencana alam yang memang masih saja kerap menghampiri Negara kita.
“Iya Gek.. pemerintah yang baik dan benar. Bukan pemerintah dalam tanda kutip.” Ujarnya sambil menggerakkan jarinya seperti tanda koma diatas.
“Yang korupsi begitu maksudnya, Pak?” potong Ibu Sonja. Tawa kami langsung membahana di kafe kecil di belakang kantor siang itu.
“Karena.. dulunya pemerintah adalah Raja – maka seorang Raja tentulah dianggap seorang yang bijaksana oleh rakyatnya, maka harus dihormati.” Begitu sambung Pak Bagia yang hanya kami tanggapi dengan manggut-manggut.
Kemudian, beliau melanjutkan kembali perbincangan tentang Catur Guru. Guru ketiga adalah guru di sekolah, guru yang telah iklas mendidik kita sehingga kita mampu meraih cita-cita dan mimpi. Kalaupun kita sudah S3, janganlah kita sombong atau sok pintar terhadap guru. Guru tetaplah guru yang harus dihormati. Mendengar ini, saya merasa profesi yang saya jalani sekarang memang tepat. : )
Guru keempat – tentu saja orang tua. Orang tua yang mengasuh kita sedari kecil, memenuhi segala kebutuhan kita tanpa meminta balas jasa. Apapun baik dan buruknya orang tua, haruslah kita hormati. Penjelasan ini menohok ulu hati saya dan telinga saya serasa dijewer.. ouch!
Belakangan ini, saya memang sering ada masalah dengan orang tua saya. Memikirkan itu saja, kepala saya sudah pusing. Walaupun pusing itu tidak menyebabkan saya melakukan hal-hal “pelarian” yang dilarang orang tua saya. Misalnya,merokok atau minum-minuman beralkohol. Ayah saya sering memperingati saya agar jangan sampai merokok, walaupun beliau tahu, sekarang rokok-rokok Indonesia berkualitas tinggi, seperti produk Djarum Black yang kadar nicotine nya tidak terlalu tinggi.  Namun, Beliau selalu menyarankan agar saya teguk kopi hitam saja ketimbang merokok.. hmmmm…
Sebagai generasi muda jaman sekarang, saya setuju kita masih harus menghormati orang tua kita. Ajaran Catur Guru ini bagi saya adalah ajaran yang universal dan harus dilestarikan. Sudah banyak contoh-contoh di lapangan yang mencerminkan kalau generasi muda sekarang sudah tidak hormat lagi pada ke empat guru tersebut! Bunuh diri- (malah ada yang dilakukan di pusat berbelanjaan..!), pelecehan guru via jejaring sosial, bahkan sampai ada berita seorang anak membunuh orang tua… sungguh membuat saya tidak mau menghidupkan TV  lagi di rumah!
Jadi, saya ingin mulai dari diri saya sendiri. Menyingkirkan rasa benci dan amarah pada orang tua saya – menghapusnya perlahan, dan membuatnya cerah lagi.. apapun baik buruknya mereka, bukankah mereka masih orang tua kita yang selalu jadi panutan dan yang harus kita hormati?
Terima kasih Pak Bagia untuk ingatkan saya pada pesan moral yang luar biasa…
_____________
Para Black Community, ayo kita buktikan bahwa generasi BLACK adalah generasi yang mampu menghormati ke empat guru tersebut!

-Gek-

26 comments:

Aditya's Blogsphere said...

ilmuku ndak sampe sana?maksudnya sampe mana?jakarta ato semarang?aduh jelasin dong dek gek....aq agak trouble nih ahahahaha

Aditya's Blogsphere said...

pertamax to?

Aditya's Blogsphere said...

selamat deh buat q ahahaha

Aditya's Blogsphere said...

tapi komen q jangan di hapus yah...di jamin sukses deh hehehe

Ivan Kavalera said...

Kasus Century juga termasuk gonjang ganjing hehehehe..

LINTAS BIRU said...

MAMPIR..

Gusti said...

cepet banget updatenya..
ngejar tayang ya gek..
mantab ajaran catur gurunya..
untung ga pernah berantem ma ortu hihii..

btw gek, emailnya di bales donk :p

Clara said...

hihihi...baru tau tuh soal catur guru

kebookyut said...

yang kedua bukannya ortu y mbok. yang keboo inget, pemerintah itu yang terakhir.. hehe...

jd inget kalo pelajaran agama udah agak lupa.. panca sradha, catur purusa artha, sad ripu, panca sembah *lho?!*

semangat buat deadline!!!

nuansa pena said...

Pesan moral yang bagus dan bermanfaat bagi siapa saja! Selamat beraktifitas!

nuansa pena said...

Pesan moral yang bagus dan bermanfaat bagi siapa saja! Selamat beraktifitas!

pilo™ said...

hehehe...

renungan yg bagus Gek...

selamat pagi...

ieyaz said...

setuju ma keboo...bukanya yang kedua harusnya orang tua yach mbak..

pelajaran yang baguz..

have a nice day.. :D

Noor's blog (inside of me ) said...

Wah...baru tahu juga tuh mengenai catur guru, tapi untuk catur guru yang kedua dalam kondisi pemerintah sekarang bagaimana mba ?

-Gek- said...

@ Kebo dan Ieyaz : Dari Kitab suci nya sudah begitu urutannya neng-neng.. Jadi.. itu bukan pendapat atau opini belaka ya... :)
Cheers.

Elsa said...

terima kasih juga Gek, sudah membagi pelajaran moral yang sungguh luar biasa ini

Syifa Ahira said...

pembelajaran yang bagus gek..
moga aja aku ga pernah kena penyakit black heart.. :)

Sang Cerpenis bercerita said...

catur guru ke 4 malah ortu ya? mestinya ke tiga ya? eh, kok saya protes sih? hehehe

Anonymous said...

Gie - Nah...ini yang lama tak kudengar....samapi turun komenku, thumbup dah....karmapala ada di mana2

Darin said...

Catur guru ya, hmm..Tuhan, Pemerintah, Guru dan Orang Tua. Hmm kalau sahabat, bisa ga ya jadi guru? ^_^

Alrezamittariq said...

wah ini nih jalan utk dapetin BB..hehehe...

Sari said...

Sekarang, mencari figur yang bisa di jadikan guru a.k.a orang yang bisa di jadikan role model emang sulit yak..
BTW, Gek...kayaknya hatiku warnanya merah deh hehehe :P

Agung Pushandaka said...

Wah, dalam Hindu ada 4 Guru ya? Yah, masing-masing agama pasti punya perbedaan. Intinya adalah saling menghormati perbedaan itu. :)

Kalau saya taunya, Guru itu berasal dari Bahasa Sansekerta. Akar katanya adalah Gu dan Ru. Gu artinya kegelapan, Ru artinya yang menghancurkan. Jadi Guru adalah mereka yang memiliki kemampuan menghancurkan kegelapan dan menggantinya dengan kecerahan.

Tapi kalau dilihat jaman sekarang, malah ada beberapa guru yang justru terjebak di dalam kegelapan. Kalau seperti yang kamu bilang di tulisanmu, Guru Pemerintah kerjanya korupsi, Guru di Sekolah mukuli murid, Guru di Rumah sibuk berantem, malah ada yang tega membunuh anaknya. Hmm.., sedih melihatnya..

-Gek- said...

@ Agung : benar sekali Gung!!!!! Iya, itu filosopi dalam Agama Hindu, namun bagi saya, sifatnya universal... kalo dipikir-pikir..

@ Gie : bagus, itulah yang kutunggu-tunggu... :D

@ Bang Noor : kondisi pemerintah sekarang.. mari kita lihat bersama-sama Rapor SBY... maaf! Belum sempat BW.. :((

@ Pilo : Pagi.. Maaf belom bisa BW ><

@ the Angel's Lovers : Meet on your own blog... :)

Selly Yulistiawati said...

wiih artikelnya bagus deh.. menambah wawasan.. sip deh lanjutkan karya bagus mu kawan..
salam dari Teknik penulisan skripsi
sambil nyusun materi kuliah buat handout manajemen produksi

mocca_chi said...

hentikannnnnnn yg black black iniiiiii.......... merusakkkkkk kualitas tulisannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn >.<

n.b. bagiku guru kedua it orang tua, dan yg keempat pemerintah,