Wednesday, December 9, 2009

Sejarah HITAM "Balibo Five" di Timur Lorosae


Postingan Black in News kali ini, saya mulai dengan dua pernyataan yang berhubungan dengan judul postingan ini.
  1. Balibo adalah nama kejadian, nama orang, atau peristiwa yang berhubungan dengan Bali.
(Benar atau Salah?)
  1. Sebelum Timur Lorosae memisahkan diri dari Indonesia mereka adalah bagian dari Indonesia.
(Benar atau Salah?)

Apabila para readers menjawab ke dua pertanyaan ini dengan benar, akan mendapat hadiah sebungkus Djarum Black Slimz (yang bisa dibeli dengan uang kalian sendiri di toko-toko di dekat rumah masing-masing ya…hehe*GETOK*). Kalau jawaban para readers salah, maka harus membaca postingan saya ini sampai habis!
Jawaban dari dua pernyataan tersebut adalah…..
SALAH!
Kok bisa?
Oke, mari saya mulai postingan tentang sejarah hitam di Timur Lorosae ini, readers…
Balibo adalah nama sebuah kota kecil di East Timor (atau dulunya kita kenal dengan nama Timor-Timor dan dijuluki Timur Lorosae – masih ingat lagunya kan?). Kota ini menjadi terkenal dengan kasus “Balibo Five” yang sedang mencuat ke permukaan akhir-akhir ini.
“Balibo Five..?”
Mungkin istilah ini akan membuat para readers mengerutkan alis, seperti reaksi saya waktu mendengar kata ini pertama kalinya di Australia. Memang, belum nge-, trend di Indonesia malah cenderung disembunyikan. Pemain para “Balibo Five” ini sendiri adalah kedua negara yang bertetangga baik – saya sempat heran karena ternyata “api dalam sekam” itu benar terjadi diantara Indonesia dan Australia.
Sepanjang perjalanan pelajaran sejarah yang saya tekuni dari SD sampai SMA, saya belum pernah mendengar kalau dulunya, East Timor itu bukan bagian dari Negara Indonesia! Pada masa perang dunia ke dua pada tahun 1941, East Timor (ternyata) dikuasai oleh Australia dan Portugis. Namun, karena bagian barat Timor-Timur ini adalah wilayah Indonesia, Negara kita ingin menggandeng East Timor sebagai bagian dari Indonesia.
Tetapi, apakah East Timor mau?
Jawabannya, Tidak. Penolakan ini berujung sebuah invansi atau penyerangan ke East Timor pada tahun 1975 silam.. Tunggu…! Penyerangan??
Iya, sebuah invansi penyerangan dari Indonesia ke East Timor!  Pada masa itu, tersebutlah lima jurnalis Australia yang sengaja dikirim ke Balibo karena kejadian ini. Dan sangat disayangkan, ke-lima jurnalis ini dinyatakan dan diberitakan tewas dalam baku tembak yang terjadi di Balibo, tidak ada jejak, tidak ada pula jenazah yang bisa pulang ke Australia – semua menguap bagai debu, yang ada justru berita bahwa Timor-Timur telah menjadi propinsi yang ke 27 dari Indonesia…
Negara tetangga tentu saja merasa tidak terima atas kesimpang siuran tentang berita ini, kemudian mereka terus-menerus melakukan investigasi dari saksi-saksi yang masih hidup, namun hasilnya nihil. Mereka memaksa Indonesia untuk mengatakan atau mungkin mengaku bahwa mereka yang membunuh ke-5 jurnalis tak berdosa itu, namun.. hasilnya NOL. Semua seperti bersembunyi di balik topeng. Tidak ada yang mau membuka topeng. Seperti sebuah pepatah lama bagi saya.. buruk muka telah ditutup dengan topeng namun cermin dibelah juga…

Walaupun media mengumandangkan bahwa Timor-Timur adalah propinsi ke 27 dari Indonesia, mereka tidak bahagia akan itu, ada sejarah hitam di baliknya. Saking hitamnya sejarah ini, Australia mengambil inisiatif untuk membuat suatu film agar sejarah dokumentasi ini bisa disaksikan khalayak ramai – seperti yang sudah diduga.. Indonesia tetap bersembunyi di balik topeng dengan mencegah film yang bertajuk “Balibo Five” untuk masuk ke Indonesia karena di dalam film ini terdapat adegan dimana Tentara Nasional Indonesia menembak dan menikam para jurnalis tersebut. Film ini rencananya akan diputar untuk kali pertama di Ji-Fest di Jakarta, namun tentu saja tidak ada ijin dari lembaga sensor Indonesia!!
Sampai 7 Desember 2009 – 34 tahun setelah insiden Balibo Five, merupakan hari bersejarah bagi kedua Negara karena ada seorang purnawirawan TNI yaitu Kolonel Gatot Purwanto yang merupakan saksi dari peristiwa “Balibo Five” mencoba menguak tabir hitam dari sejarah Timur Lorosae ini. Beliau mengatakan bahwa, ke lima jurnalis dari Australia tersebut dibunuh dengan sengaja oleh tentara Indonesia sendiri! Bukan hanya ditembak sampai tewas, jenazah ke lima jurnalis Australia itu juga dibakar – hingga benar-benar tidak meninggalkan bukti atau jejak. Berita pengakuan ini langsung mencuat di berita nasional seantero Australia, mereka sampai mewawancarai beliau dan bertanya alasan pembunuhan sadis tersebut. Alasan yang dikemukakan bekas kolonel yang diberhentikan secara terhormat ini cukup singkat dan mengejutkan yaitu agar bukti-bukti bahwa Indonesia pernah menjajah atau melakukan invansi  penyerangan terhadap East Timor tidak tersebarluaskan ke seluruh dunia!

Foto ini adalah Foto dari Gatot Purwanto yang saya ambil dari situs ABC NEWS

Sebagai bangsa Indonesia, tidak ada yang bisa saya lakukan kecuali berkabung untuk pengorbanan ke lima jurnalis dari Australia tersebut, dan mengambil sebuah pesan dari sejarah hitam Timur Lorosae ini, yaitu keberanian seorang purnawirawan kolonel yang dengan lugas dan jujur menguak tabir hitam yang terselubung di antara dua Negara yaitu Negara kita, Indonesia dan teman baik, bahkan Negara tetangga kita, Australia. Sikap ini, saya rasa patut diacungi jempol dan ditiru oleh para Black Community di seluruh Indonesia.
Saya juga berharap agar terdapat rasa berani seperti ksatria dalam hati kita masing-masing dalam hal apapun.  Contohnya adalah tindakan ksatria seorang Kolonel Gatot Purwanto yang walaupun sangat terlambat –  namun, saya  masih percaya lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali! Seandainya juga sebuah kejujuran ini dapat dimiliki semua orang, meskipun berwarna hitam dan rasanya pahit. Bukankah kejujuran terpahit jauh lebih baik daripada kebohongan termanis?
 -Gek-
 Postingan ini dibuat berdasarkan fakta-fakta yang bisa dibaca di :
ABC NEWS
Wikipedia Balibo Five


39 comments:

Fajar said...

wah...ternyata penyuka sejarah....juga tho...

Pohonku Sepi Sendiri said...

'kejujuran terpahit jauh lebih baik daripada kebohongan termanis'
nice quotes, gek.. :)
tapi terkadang keduanya tetap seperti makan buah simalakama ya.. hehehe..

Munir Ardi said...

Ini sejarah yang terjadi di Indonesia dan mungkin semua orang pernah berbuat kesalahan, pertanyaan saya bisakah anda mencari fakta kejahatan apa saja yg telah dilakukan australia thd negeri kita atau sudah berapa orang palestina yg dibunuh secara biadad oleh israel, mungkin memang tidak berhubungan tetapi hanya sekedar sebagai pembanding

Rumah Ide dan Cerita said...

Gek, Kalo yang saya tahu kenapa tentara Indonesia masuk timor adalah karna waktu itu timor sudah sangat di kuasai partai kiri (komunis)dan terjadi perang saudara.
Sebagian rakyat timor sindiri setuju untuk bergabung dengan Indonesia daripada di jajah Portugal.

Pada dasarnya invasi ini di dukung (dikompori) juga Amerika yang tak ingin pengaruh komunis berkembang diasia tenggara.

Kalo mau jujur pembangunan Timor pada waktu ada di tangfan Indonesia di banding saat di tangan Portugal jauh lebih baik saat di bawah kekuasaan Indonesia.

Kalo sekarang lebih baik sesama negara tetangga akur aja deh. Dan jangan saling povokasi.

anindyarahadi said...

setuju sama rumah ide, mending akur aja deh ngga usah saling profokasi...

tapi postingannya emang keren mbak, aku suka..


satu request dari aku nih : tolong dong tulisannya jangan kecil2 mbak... mataku rada2 burem niii huhuhuhu



sekarang mbak gek semangat banget nulisnya gara2 lombaaa!!!! hwaiting!!!

13ahar said...

ck.. ck.. ck.. ck.. ga nyangka

musti banyak2 baca buku sejarah nih,,

Elsa said...

oalaaaaaah gitu tho cerita aslinya... selama ini bertanya-tanya aja, belom nemu jawabannya. kepingin nonton filmnya biar ngerti, nunggu bajakannya lama banget yah? hahahahahaa...

untung deh Bu Guru Gek sudah menerangkannya dengan sangat jelas. terima kasih Bu Guru Gek!!!

Zahra Lathifa said...

ide2 kamu lebih tergali dalam kompetisi ini gek..salut, keliatan banget kamu memang gadis pintar...semoga menang yach, jgn lupa traktirannya loh!

lina said...

Saya pernah dengar tentang menghilangnya 5 jurnalis itu, tapi malah baru tahu kalau namanya Balibo five. ketahuan ya...kupernya saya. hehehe.

infonya bagus Gek, lebih bagus lagi kalau bawa film itu ke sini. hihihihi...

Clara said...

uh malem" disodorin pelajaran sejarah dari Ibu Guru Gek ^^

Anonymous said...

jie - No comment, semua bisa di putar balikkan di jaman sekarang

Kang Sugeng said...

dari jaman SD, saya paling gak suka sama pelajaran Sejarah, mending Bahasa Inggris atau Matematika. So saya ndak bisa komen banyak meski uda baca berulang-ulang.

Maklumin Kang Sugeng ya Gek... komennya gak nyambung banget.

Kang Sugeng said...

Otak saya buntu Gek, ndak bisa nyambungin keyword sama postingan

Kang Sugeng said...

Habis dari Webnya Djarum Black, Kang Sugeng balik lagi ke sini, penasaran bngt sama nama kamu.

Kenapa sih kamu milih -Gek- sebagai id blog kamu? hehee... maaf kalo saya banyak nanya.

.+''''+..+'''+.
JUST 4 YOU
.''+.........+''
.......''+''

Salam sayang selalu dari Sahabatmu.

Kang Sugeng said...

Habis dari Webnya Djarum Black, Kang Sugeng balik lagi ke sini, penasaran bngt sama nama kamu.

Kenapa sih kamu milih -Gek- sebagai id blog kamu? hehee... maaf kalo saya banyak nanya.

.+''''+..+'''+.
JUST 4 YOU
.''+.........+''
.......''+''

Salam sayang selalu dari Sahabatmu.

Sang Cerpenis bercerita said...

tumben rada serius kali ini postingannya. tapi saya lagi cape nih, gek. gak bisa baca mendetail. jadi bingung mo koment apa. otak lagi hang.

SeNjA said...

aduh, Gek..berat bgt bahasannya nih.
aku godain gek aja ahh.....gek,kok aku agak berbayang y baca tulisan2 di blog mu gek.

iya aku tahu mataku sdh minus dan ada silinder ( tetep gak mau pake kacamata ) jg jd gak nyalahin blogmu jg sob,tp warnanya hrs biru ketemu item y ??

he,...

tealovecoffee said...

Hai hai Gek.... bentar blm sempet baca postingan ini, udah malem hehehe

ada award buat Gek...
tapi kayaknya sih Gek udah pernah dapet, kan Gek friendly bangggeeett :D

Ivan Kavalera said...

wah, mantabbzz. aku baru tahu sejarahnya setelah baca di sini. makasih ya, Gek.

Aditya's Blogsphere said...

Beberapa temenku yang pernah di tugaskan di sana sempat stres dan depresi....untunglah kini keadaan sudah agak mereda......meskipun waktu itu mereka hanya menjaga perbatasan tapi keadaan selalu genting setiap saat

Itik Bali said...

@ Kang sugeng, Gek itu nama panggilan bahasa Bali untuk anak Gadis
Kalo dalam bahasa Jawanya kira-kira : Nduk
Kalo bahasa Sundanya : Neng
Kalo Bahasa Zimbabwe : humba Kumba
he..he

Aku rada sedikit miris kalo ngomongin tanah Lorosai ini
sebagai bangsa Indonesia yang rada sakit hati
dibodohi oleh orang "bodoh"

annie said...

Sejarah memang kadang banyak yang tersembunyi. Banyak alasan kenapa disembunyikan: alasan baik dan alasan buruk. Menunjukkan betapa kompleksnya hubungan antar manusia

SMP Negeri 4 Ngawi said...

bagus banget narasinya hhehe.... sukses terus lombanya yach..semoga menang

jhoni said...

waduh kyaknya waktu pelajaran ini saya gak sekolah deh jadi gak terlalu tau.......

tapi menurut saya dalam sejarah siapapun pihak yang berkuasa maka dia yang akan menulis sejarah diatas kertas kekuasaannya.....jadi sangat subyektif untuk menilai sejarah sebuah bangsa, apalagi terkait dengan sejarah 2 negara yang sama2 merasa benar!!!!!

tapi apapun yang terjadi dengan bangsa ini, saya tetap bangga sebagi warga indonesia......

Freya said...

huhuhuh kok jadi item seh templatenya? perlu perjuangan nih bacanya. *mata rada rabun soalnya*

jhoni said...

saya nikah umur 24 gek!!! umur saya 29 lahir th 80 ......masih muda ya hehehehehehe......emang gek rencana nyusul ni!?!?!?!

yanuar catur rastafara said...

wah,, nih film gak boleh terbit kayaknya ada intervensi dari pihak tertentu dech
kasian LSF yah??
hehehe

Tukang komen said...

Apapun... Hidup Indonesia....

isti said...

postingannya keren euy....salam kenal ya..

isti said...

postingannya keren euy....salam kenal ya..

mocca_chi said...

mataku kelimpungan baca sejarang, alamat ga nyambung sama hobi, minat sama bakar *halah*

Sang Cerpenis bercerita said...

baca lagi...aduh, puyeng nih. hehehe....

insanitis37 said...

cie cie cie...ada yg lagi nyerang black sama peluru "konspirasi" nih, hehe
salutlah usahanya..Good work sob!

nuansa pena said...

Sebagai tambahan:
Banyak sekali saudara kita dari berbagai propinsi lain yang mati disana, dan banyak saudara kita dari balibo yang mencintai Indonesia dan hidup bersama kita tetap menjadi warga negara Indonesia!
Ayo jangan lukai mereka setelah mereka sebelumnya terluka!

Piet Puu said...

JUJUR teh...
piet agak terganggu baca artikelnya....
terlalu GELAP PEKAT >_<
maaf teh jika teteh merasa kurang berkenan dengan komentarku...
tapi teh...
hehehe.. sebaiknya cari theme yang menyejukan...
kan ga musti BLACK... ^__*
piet aja coklat... ^_^

Piet Puu said...

COBA teteh baca ulang syaratnya.. ada di nomor 3...

"Tidak ada batasan pada pekerjaan, kemampuan menulis, ataupun tema blog pribadi yang dirasa kurang sesuai. Yang menjadi penilaian adalah isi dari artikel yang diajukan"

yang penting isi artikelnya teh... >_<

Seiri Hanako said...

-Gek-, ada award buat kamu..
di ambil ya...
(^^)V

Seiri Hanako said...

-Gek-, ada award buat kamu..
di ambil ya...
(^^)V

setiakasih said...

Gek itu berarti cantik.. yeah.. padang bener dengan kamu donk.. :)