Monday, December 7, 2009

BLACK Angel


Pintu kamar kayu coklat yang bergaris vertikal itu masih terbuka sedikit, di mana tampak jelas ,seorang gadis muda – mungkin usianya 20 an, berambut sebahu dan tampak rambutnya itu baru dipermak di salon. Rambutnya bermodel shaggy – model yang sedang nge-trend sekarang dan diluruskan pula. Entah berapa warna campuran yang ia gunakan, namun rambutnya yang dulu hitam legam telah berubah menjadi merah kecoklatan. Wajahnya tidak kalah cantik dengan para model, matanya hitam jernih dan berhidung bangir. Bibirnya berwarna merah pucat – dan Ia sedang berbicara sendiri di depan cermin – kegiatan yang tidak pernah ia lakukan.
Ia juga berpakaian serba hitam, pakaian yang tidak pernah ada dalam lemari pakaiannya. Namun kini, dia seolah merombak semuanya menjadi hitam. Perubahan yang luar biasa – dari seorang gadis lulusan sarjana kesehatan bernama Anggie Kirana.
Masih di depan cermin – berpakaian jas hitam sepanjang lutut yang dilengkapi dengan legging hitam – tak lupa juga wanita itu memakai sepatu hak tinggi berwarna hitam mengkilap yang baru saja di belinya kemarin.
“….. nampaknya, layak sekali diacungkan jempol modifikasi motor di episode Black Motor Motodify kali ini. Sampai jumpa lagi di Black in News selanjutnya, ya!” ucapnya nyaring sambil menyatukan telunjuk dan ibu jari kedua tangan kiri dan kanannya membentuk segitiga – layaknya symbol Djarum Black yang biasa terlihat di televisi. Dia tidak menyadari ada dua pasang mata mengamatinya dari balik pintu itu – yang tiba-tiba mengejutkannya.
“Ahem..!” Anggie menoleh ke balik badannya dan tersenyum simpul pada wanita tua yang sengaja mengejutkannya.

“Masih saja kau bicara sendiri di depan cermin, Anggie. Bukannya seharusnya kamu harus mengirimkan surat lamaran ke Rumah Sakit di kota ini?” Kata wanita tua itu. Anggie menggelengkan kepalanya perlahan- seraya berjalan ke arah wanita tua itu, dia berkata, “Sudahlah Bu, Anggie berubah pikiran – Anggie ingin terkenal. Anggie ingin menjadi seperti Yuanita Christiani, saja.”
Wanita yang dipanggil Ibu oleh Anggie itu terdiam sejenak dalam lamunan. Di matanya, Anggie adalah seorang malaikat kecil yang selalu manis, selalu menuruti apa katanya dan sangat berbakti kepada orang tua, hanya kali ini saja perubahannya sangat kentara.
“Ibu, kok bengong? Yuanita Christiani itu.. presenter TV, Bu. Kata Tante Clara, Anggie mirip sekali dengan dia., lho!” Ujar Anggie sambil mengelus bahu ibunya. Sang Ibu menggenggam tangan putri semata wayangnya itu – tangan itu terasa tidak dilapisi daging, hanya tulang terbungkus kulit. Ia tidak mengerti mengapa putrinya mendadak kehilangan berat badan, semenjak kepulangannya dari Papua. Segalanya berubah laksana angin yang tanpa pesan menurunkan hujan – dan meluberkan anak sungai dalam sekejap saja. Anggie menepiskan tangan yang digengam oleh Ibunya, dan mulai berceloteh lagi..
“Ibu pasti nggak tau si Yuanita itu, kan? Dia pembawa acara Pronto, Djarum Super Calcio Quiz di salah satu stasiun TV.” lanjut Anggie seraya menyisi rambutnya di depan cermin, sambil berbicara terus – sementara si Ibu hanya terpaku mengamati putrinya. “Kemarin Anggie tonton waktu dia bawain acara Djarum Black AutoBlackthrough di Trans 7, Bu. Keren banget…!” Kalimat itu serasa tercekat di tenggorokan saat gadis itu berhenti bicara sambil melihat kearah sisir yang dipakainya untuk menyisir rambut. Helaian rambut yang menempel di sisir itu lumayan banyak, dan sepertinya – itu tak pernah terjadi dalam hidupnya.
Anggie perlahan beranjak dari cermin dan duduk di pinggir tempat tidurnya, ia sepertinya menyembunyikan sesuatu  yang tak ingin dibaginya pada siapapun. Ia menarik nafas – dan tanpa disadari ia sudah menangis di bahu Ibunya. Wanita tua itu, mengelus rambut Anggie, anak semata wayangnya yang sangat dia sayangi.
“Anggie, apa yang terjadi di Papua?” Tanya wanita tua itu tegas. “Ibu tak mengerti Anggie. Kamu membakar semua baju-baju putih favoritmu itu. Membuang semua peralatan kedokteran yang kamu beli sendiri  untuk tugas PPT  di Papua tiga bulan yang lalu, dan sekarang… kamu ingin banting setir jadi presenter.” Anggie menutupi wajah dengan kedua tangannya – dan badannya menahan guncangan dari kesedihannya yang meledak. “Anggie, Ibu mohon, apapun itu, ceritakan nak – apa yang terjadi saat kamu tugas di Papua..?” Ujar sang Ibu sambil memegang bahu Anggie.
Anggie memandangi wanita tua dihadapannya dan bertanya, “Bu, bagi ibu, siapakah aku?” Sang Ibu tersenyum, dan berkata.. “Anggie, anakku sayang. Di mata Ibu, dari dulu sampai kapanpun- engkau adalah malaikat kecil Ibu, yang menemani Ibu saat sedih atau bahagia. Di saat ayah meninggal karena jatuh dari kecelakaan motor – kamu adalah permata hati Ibu, Nak.”
Anggie kembali bertanya, “Bu, kalau aku berubah jadi monster yg paling mengerikan – apakah Ibu masih mencintaiku?” Ibu Anggie pun mengangguk perlahan- dan memeluk putrinya “Hanya kamu yang kumiliki di dunia ini, Ibu pasti akan selalu mencintaimu, Nak”.
Anggie berdiri dari tempat tidurnya dan memberikan sepucuk surat bersampul putih – Sang Ibu tak sabar membukanya, sebelum selesai membaca terlihat kristal bening satu persatu jatuh membasahi surat itu. Anggie berdiri di pojokan melihat semuanya itu- dan berbisik lirih..
“Sekarang Ibu tahu mengapa aku mengundurkan diri sebagai dokter muda… Aku tak bisa melindungi para pasienku, Bu – malah aku akan menjadi Black Angel yang mencabut nyawa mereka dalam sekejap, seperti virus HIV itu yang telah bersarang di tubuhku.”
Anggie bersimpuh di kaki Ibunya – menyentuhnya lembut di sela-sela tangisan Ibunya yang belum berhenti. “Anggie memang dokter tak berguna, Bu. Anggie memang teledor sewaktu tugas- saat mengobati luka penduduk yang darahnya ternyata sudah mengidap virus mematikan ini – Maafkan Anggie, Bu..” ujarnya lirih. Tetesan air matanya membasahi jaket hitam yang di kenakannya.

Sang Ibu mengangkat dagu Anggie perlahan… “Ini salah Ibu, Nak. Ibu yang memaksamu dulu untuk mencari jurusan kedokteran.. seharusnya mungkin kau sudah jadi artis ibu kota – kalau saja….” Anggie meletakkan telunjuknya ke bibir Ibunya. “Bu, Anggie hanya ingin tahu, apa Ibu bisa menerima keadaan Anggie sekarang?” Sang Ibu memeluk tubuh putri semata wayangnya erat. “Anggie, biarpun kau gila, nak.. masuk penjara, atau  mengidap AIDS – kau tetap anakku.”
Anggie tersenyum dari bibirnya yang pucat- ia bangga mempunyai seorang Ibu yang masih mau menerima- bahkan mencintainya dengan tulus – saat ia sudah terjangkit virus HIV positif. Anggie berharap semua orang tua akan berpandangan yang sama dengan Ibunya – apabila virus mematikan ini menjangkiti salah seorang keluarga mereka.
Sementara sang Ibu memandangi anaknya- malaikat kesayangannya, yang sayapnya telah berubah menjadi hitam- sekelam virus HIV yang  menyita harapan hidupnya. Semoga Anggie tetap mampu untuk terbang dan meraih apapun yang ingin dicapainya, semasih ia punya waktu untuk mengepakkan sayapnya..
-------------------
Jangan jauhi penderita AIDS – mereka masih memerlukan uluran tangan kepedulian kita.
Selamat Hari AIDS sedunia – 1 Desember 2009

-Gek-

61 comments:

JHONI said...

sebelum berangkat kerja koment dulu disini.............

iya jangan jauhi orang yang menderita aids, karena mungkin bukan mau mereka menjadi seperti itu......mereka masih manusia yang memiliki hati dan perasaan!!!!!

eh gak kerja gek?!?!?!!?

Clara said...

ohhh, baru tau aku kalo dari darah yang nempel bisa nularin virus juga ya? kirain darah itu musti masuk ke tubuhnya via transfusi darah...:P

*sotoy mode on*


ehhh, ada namaku disebut :P

JHONI said...

mo protes dikit!?!?!? kok saya gak ada di link blog nya sini ya huhuhuhuhu..........sedihnya!?!?!!?

Sang Cerpenis bercerita said...

boleh juga nih ceritanya. kereeen...gek gitu lho.

Anonymous said...

Jie --- Tulisan yang Menusuk......

Gusti said...

seperti biasa, ceritanya langsung berbelok 180 drajat...
keren....
salut dech, ada ja ide'nya...

Elsa said...

semoga obat buat menyembuhkan HIV/AIDS segera ditemukan ya...

miris dengan semakin banyaknya jumlah penderita di indonesia

Noor's blog (inside of me) said...

Black Angel itu apaan sih...ko bisa mengepakkan sayapnya ? sama ayam bedanya apa ? he..he...mantab..mantab ceritanya tapi bikin sedih juga nih, btw awardnya dah di comot tapi postingnya nanti ..sabar ya...

Enno said...

hihihi... langsung ganti templet jadi malem

lagi ikutan lomba ya?
semoga menang ya...

:)

Andie said...

bener bgt mbak. jangan jauhi orangnya tapi jauhi virusnya. top dah mbak tulisannya. :D

Ngoeg said...

ya ya... mumet, lumayan njlimet nek jare aku

t.e.3.k.4 said...

*terkesima* keren gek...

SeNjA said...

sahabatku ini gak ada matinya,... keren GEK.

Mantappp !!!

sekarang rumah kita sama ya gek,hitam hehe,...tahukah sahabat hitam dan putih adalah warna favoriteku ^_*

semoga menang kontesnya gek.

mc said...

iyak,jangan jauhi, asal jangan kontak darah dan air liur....

oh ya, klo dialog dua ornag yg berbeda jangan dijadiin satu paragrafh gek, enter ajah

semangat ^ ^

tealovecoffee said...

Baguss ^__^
ketularan waktu ngobatin pasien? Jgn2 darah pasiennya kena luka terbuka ya...
*lha kok aku malah tanya2 ke tokoh cerpen

Sukses ya buat blog competition-nya ^^

attayaya said...

salam buat yuanita
jiahahahahahahaha
itemnya keren eeeuuuuyyyyyyy

attayaya said...

ayo menangkan!!!

yanuar catur rastafara said...

alhamdulillah, sang ibu akhirnya memahami kesalahan yang ia lakukan kepada nggie
sekrang saatnya datang freedom untuk angie
nice post gek

Gusti said...

oiya gek...
link'a gek dah tak pasang lho..
maap tanpa ijin dl.. biar gampang klo mo buka Angle -gek'PAAD'-on Earth..

Kang Sugeng said...

Gek, saya uda baca dari awal sampai akhir, tapi susah mau bilang apa, saya lagi sakit gek, bingung mau posting apa

SMP Negeri 4 Ngawi said...

heheh makasih mbak udah bisa berkunjung dan semoga kita bisa tukeran link juga .. btw bagus ide nya buat ikutan kompetesi blog hehehe

Kang Sugeng said...

Tata caranya ngikut kompetisi ini gimana sih? Kasih tau Saya dong Gek, katanya kita sahabat, berteman bagai ulat
???

Kang Sugeng said...

Btw, ini saklar lampu rumah kamu dimana sih letaknya?? Gelap buanget, mata ku jadi sakit, aku gak suka template gelap...

vie_three said...

waaahhhh sekali dayung 2-3 pulau terlampaui..... hehehehe

bikin cerita tentang AIDS untuk memperingati hari peduli AIDS sambil kontes djarum black blog yak..... hehehehe keren dah.... ^^

anindyarahadi said...

apa anggie ini juga punya luka yang.. ah ngga tau ah... dunia kesehatan bikin aku pusing.

satu2nya yang aku tahu soal sehat ya empat sehat lima sempurna.. hihihi


semoga sukses lombanya mbak

Aditya's Blogsphere said...

iya mbak gek aQ udah ikutan djarum black competition...maju bersama...menang sendiri-sendiri kalah sendiri-sendiri ya hehehe....saling support selalu buat kamu mbak....

ivan kavalera said...

met sore, Gek. Ntar aku pasang linknya ya?

rid said...

udah ku pasang link followernya Gek, difollow yah, hehehe^^

ferdivolutions said...

ya ampun, keren!!! keren!!

ikutan blog competition ini gmn caranya, mbak?? sukses yaaa....
hadiahnya apa?? hihihihi

Pohonku Sepi Sendiri said...

karena shoutmix-nya belum ada, numpang pesan disini ya gek.. hehe..
aku ada tugas buat bu guru neh, ni disini Tell me what you read..
di sela2 kesibukan ibu guru yang padet, mohon disempetkan waktu dikit2 buat ngerjain ya.. nggak perlu secepatnya, seselesainya ajah.. itung2 bantu melestarikan kebudayaan membaca buku, okay..
thanks.. :)

sibaho way said...

gek, sorry bola udah tak ambil tapi blom tak gol-in. link? sabar aja, saya sedang sortir link2 yang akan saya tambah ke blogroll saya :)

ferdivolutions said...

Eh seriusan, mbak. Ud masuk kalangan EXPERT tau bl0g mbak neh... Ak aj agak kag0k klw mw k0men dsni, secara kan...
Serius! Suer!

Ok, ntr ak c0ba baca syarat2x. Lg m0bile neh...
Oy, mbak ad twitter ga? Sini ak f0ll0w...

Aditya's Blogsphere said...

aq ikut vol 2,rekomenced link nya juga dari artikel km yg kmrn ituloh,msa lupa?link itu utk vol 2 kn?

anindyarahadi said...

malem2 nengokin mbak gek

RanggaGoBloG said...

WOW!!! bajunya jadi hitam... saya sukaaaaa... semoga sukses di kontestnya yah....

ichaelmago said...

huaaaa...nyesek kalo liat foto ABT :(
kemaren dapet tiket gratisannya, tapi sayang ga bisa dateng. hiks..

lina said...

biarpun anggi dah terinfeksi, dia tetep angel. Hatinya tetap baik, dengan tidak melanjutkan menjadi dokter.
keren euy, cerpennya Gek.

Aditya's Blogsphere said...

mbak blog q kok lum di app to?padahal udah daftar n dataq udah di terima....apa harus nunggu dulu beberapa waktu?tolong ya di bales...penting nih......

Itik Bali said...

Tumben kali ini bisa buka blognya mbok gek lewat PC
hmm, udah jadi Black Angel sekarang ya..

Ibu selalu menerima keadaan putrinya dalam keadaan apapun

sebuah renungan yang bagus, membuat kita menyadari bahwa pengidap HIV tak perlu dijauhi

ninneta said...

moody-ninneta likes this.... ALOT.....

penderita HIV AIDS adalah sahabat yang perlu dukungan lebih dari kita... bukan malah dijauhin...

nice post....

Seti@wan Dirgant@Ra said...

Satu postingan, dua keyword kontes nih..
moga bisa menang.

Semangat dan sukses selalu.

Ra-Kun said...

ayo support temen2, sodara, tetangga, dan siapapun yang menderita aids di sekitar kita :)

spread the message :)

Joddie said...

cantik.. ^^

attayaya said...

berkunjung di siang hari mba

Sang Cerpenis bercerita said...

gek, bisa juga kata 'pecat' diistilahkan dengan lengser. biasanya utk pejabat. dilengserkan. dipecat. baru nyari di kamus nih.

Sang Cerpenis bercerita said...

gek, bisa juga kata 'pecat' diistilahkan dengan lengser. biasanya utk pejabat. dilengserkan. dipecat. baru nyari di kamus nih.

lina said...

ada award buat Gek.
di sini :

http://wanodyayu.blogspot.com/2009/12/semangat.html

secangkir teh dan sekerat roti said...

ikutan jarum blogkontes tha...?
uhmm!

Bluebz said...

berkunjung perdana ni...

setuju,,
jangan jauhin orang yg menderita penyakit AIDS..
tapi Yg harus kita jauhin adalah PENYAKITNYA..

BUKAN ORANGNYA..

nice post..
^_^

Zahra Lathifa said...

nice post dear...n thanks for supporting me :) semoga menang yach, para penderita aids itu memerlukan pejuang seperti kamu..!

Willyo Alsyah P. Isman said...

turut mendukung...

semoga sahabat2 penderita aids itu bisa sedikit terhibur..

wuri sweety blog said...

keren...2 thumbs for gek!!! buat penderita AIDS never give up selama matahari masih muncul di timur

christie said...

hiks.. sedih ceritanya Gek.
nice post, kata-kata dan alur ceritanya enak dibaca, mudah dimengerti. mantaplah.

Philida Thea Noorvika Herry said...

philida thea menyukai ini, hehe

aaSlamDunk said...

wohoy,,,, foto modelnya cantik gek..
itu kalo gak salah presenternya tak me out ya?

Aditya's Blogsphere said...

YYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEESSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSS BEHASILLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL UHUUUIIIIIII..MAKASIH YUA......SEKARANG BLOG RUMAH NARUTO Q DI APP DJARUM BLACK.....

hari Lazuardi said...

tes..tes..
bisa comment ga ya..

hari Lazuardi said...

hehehe.. ternyata bisa..

Lolly said...

memang sinting? hahaha....

Sari said...

aku malah bingung mau komen apaan ...
yang jelas, pasti seneng bisa belajar dari 2 ibu guru hebat seperti mereka :)

jabon said...

anggie kok mau berubah jadi monster segala sih, malah nanya ibunya lagi, nkut-nakutin ibunya ja tuh...