Sunday, February 28, 2010

Omega BLACK




Ada Alpha dan Omega, ada awal ada pula akhir. Tak terasa inilah artikel terakhir saya di ajang kompetensi Djarum Black Blog Competition Vol.2.
Kesan dan pesan saya?
Well.. saya orang yang tidak suka SKS a.k.a Sistem Kebut Semalam. Namun, beberapa hari terakhir, saya bisa post tiga artikel dalam sehari. Bukan karena ide yang baru muncul atau saya yang malas ngetik.. ide-ide selalu fresh dan saya catat dalam note kecil. Karena, waktu kerja saya di kantor yang menyita waktu luar biasa. Ditambah lagi, saya tergolong jenis anak yang harus bertanggung jawab untuk segala kegiatan rumah tangga di rumah. Jadi.. tiba-tiba ada ide dan ingin mengetik, namun malah harus membersihkan dapur, rumah, dll dsb! Hahaha. (kok jadi curhat sihhh..??)
Back to Black!
Ada sisi pro dan kontra saat saya menulis artikel-artikel saya, ada yang suka ada pula yang tidak. Malah ada yang bilang dengan terang-terangan “merusak kualitas tulisan saya” (Siapa tuh? Ahem-ahem..) Mungkin karena melihat key words seperti Blackinnovationawards, Black in News, dan Black Community yang saya selipkan tanpa kesan memaksa – namun, para readers masih melihatnya janggal- yahhh.. namanya juga usaha, oi! Saya tanggapi dengan senyuman aja, sekaligus bersyukur – karena itu artinya tulisan saya bagus dounk?? (iyah.. narsis..!!!) *digetok orang sekampung.

Bagi yang mau baca-baca silahkan intip di daftar artikel saya di bawah ini..

  1. Alpha BLACK
  2. BLACK Angel
  3. Sejarah HITAM “ Balibo Five” di Timur Lorosai
  4. How About BLACK ?
  5. Sebelah sisi HITAM
  6. BLACK Magic
  7. Bulan HITAM  
  8. Undangan HITAM 
  9. Setelan Jas HITAM
  10. Bayangan HITAM
  11. Malam HITAM
  12. Kaus HITAM
  13. BLACK Valentine?
  14. BLACK  Heart to be Bright
  15. Parodi BLACKberry
  16. 7 BLACK Things
  17. Is it a BLACK Holly Book?
  18. Si HITAM sayang, Si HITAM malang
  19. Djarum BLACK, bertindak?
  20. Facebook or Face”BLACK”
  21. Benang HITAM
  22. Omega BLACK

Sebisa mungkin, Gek sudah berhasil merampungkan lebih dari 20 artikel, masih penasaran bagaimana para tim penilai akan membaca satu persatu artikel itu.. secara yang ikut kompetisi ini kan lebih dari 300 peserta! Alih-alih dibaca, syukur-syukur banget kalau  menang! : )
Satu lagi, kalau berkenan  vote Gek   disini .  Nama Gek yang panjang dan cantik itu tertera nomor tiga, yaitu atas nama Putu Ayu Asri Dianari
Terima kasih banyak untuk support dan kritikan bagi para readers yang udah sering membaca artikel Gek ya! 
Bagi yang sudah vote, you rock guys! – dan (masih) menunggu yang lainnya untuk vote, pastinya!
 God Bless You All..!
-Gek-






Benang HITAM



Beberapa waktu yang lalu, kekasih saya bertugas di Pulau Nusa Penida untuk melakukan perjalanan spiritual ke salah satu pura yang terkenal disana. Sepulang dari pura tersebut dia membawakan saya tanda mata yaitu benang hitam, merah, dan putih. Benang ini cukup panjang, sehingga harus diikatkan dua kali pada pergelangan tangan saya, dan waktu saya mau memotong sisanya – agar terlihat lebih rapi, kekasih saya malah sedikit marah. Dia bilang “Gek, ini pendetanya sendiri yang menganjurkan agar sisa benang tidak dipotong.” Karena ternyata prosedur yang benar memang begitu. Saya sih cuma manggut-manggut aja, 
 
Benang Tridatu

Para Black Community yang berada di Bali dan yang memeluk agama Hindu tentunya tidak asing pada benang paduan warna hitam, merah, dan putih yang disebut Benang Tridatu. Mungkin kalian akan bertanya-tanya ya, Benang Tridatu, pentingnya apa?
Penting sekali bagi saya, dan para umat Hindu yang ada di Bali – pada khususnya. Benang yang terdiri dari tiga warna ini melambangkan tiga Dewa yang esensial dalam agama Hindu. Dewa pertama adalah Dewa Brahma. Beliau adalah Dewa pencipta yang dilambangkan dengan warna merah. Dewa kedua, adalah Dewa Wisnu. Dewa pemelihara ini selalu dilambangkan dengan warna hitam. Dewa ketiga adalah Dewa Siwa atau Iswara sebagai dewa pelebur yang dilambangkan dengan warna putih. Ketiga dewa ini juga disebut-sebut sebagai Dewa Tri Murti. 
 
Dewa Brahma - Dewa Wisnu - Dewa Siwa
(Trimurti)

Apabila kita perhatikan fungsinya, yaitu pencipta-pemelihara-dan pelebur, ketiga hal itu adalah siklus kehidupan yang tidak pernah terputus, lahir-hidup-dan mati. Lalu saya berpikir.. oh.. pantas saja benang itu tidak boleh saya potong – karena siklus hidup tidaklah terputus, akan terus bergulir dan berputar.
Maka dari itu, apabila seseorang telah mengenakan benang tridatu ini, dia bisa merasakan bahwa ia dilindungi oleh Ketiga Dewa Trimurti tersebut. Disamping itu, benang hitam-merah-putih ini juga berusaha mengingatkan umatnya agar selalu ingat untuk beribadah dan bersyukur.
Dan saya pun bertanya-tanya pada pemilihan warna yang digunakan Djarum Black, bukankah logonya juga menggunakan ketiga warna itu yaitu hitam-merah-dan putih?  
Well, who knows? : )
-         Gek  -