Showing posts with label MeLaLi yuk?. Show all posts
Showing posts with label MeLaLi yuk?. Show all posts

Friday, September 21, 2012

Tips and Trik


Masihhh, oleh-oleh dari Singapore… Mudah-mudahan belum bosan. Semoga bermanfaat.
________
Walaupun July adalah Super High Season untuk holiday ke Singapore, cara dapet harga tiket super miring adalah, dengan mem-bookingnya jauh-jauh hari, at least, 6 bulan sebelumnya. Dijamin, super miring. Ga percaya? Saya dapat tiket 249.000  rupiah lohhhh… untuk sekali jalan :D walaupun harus bergadang sampe jam 3 pagi mantengin website tiket online, but WORTH it banget!

Akomodasi yang standard buat semua orang pasti beda-beda. Tergantung kebutuhan, tapi *again* kalau mau harga murah-meriah sesuai kantong, cobalah browsing pada hari Jumat. Biasanya, Agoda.com kasi half price. Lumayan banget kann?
Shoopppp 'till droppppppp! *foto orang kalap belanja >.<*

Di Bulan Juli @ Singapore.. Hampir semua toko SALE gila, jadi lebih baik, survey dulu, kadang ada toko yang ber merek sama, namun harga di tempat A lebih murah dari di tempat B. Kemarin saya berbekal uang tunai, yang saya kira, cukuplah untuk 3 hari.. eh.. tau-taunyaaaa… masih kurang! >.<

Tips satu lagi, kalau bawa kartu debet BCA atau bank yang lain, mending tarik tunai aja di merchant ATM. Saya lupa namanya, tapi warna mesinnya merah. Kalian bisa dapat uang tunai Singaporean Dollar, asyik kan? Meskipun ongkos adminnya kena 25 ribu.. tapi daripada di dompet kosong melompong?? Atau kalau bawa rupiah banyak, bisa ditukar di Money Changer, tapi, pilihlah yang di kota, karena harga lebih murah.

Kalau mau yg lebih praktis, bawa aja kartu kredit, yang berlabel VISA. (Biasanya selain itu, ga diterima….) tapi ingat juga… CONTROL… jangan sampe over limit.. hehheeh. 

Biar menghemat pengeluaran untuk makanan.. bawalah mi instan dari Indo. Kalau perlu, bawa cup noodles, karena lebih praktis. (Ini penting untuk kalian yang kadang malam2 bangun kelaperan.. *jiahhh ketauan deh.. :p) Yang penting taruhlah semua makanan itu di luggage besar kalian yak, jangan di hand luggage, mana diijinkan? Hehehe. 

Tapi makanan-makanan kecil, seperti biscuit atau cereal makan pagi, bisa dibawa di hand luggage, jadi bisa camil-camil di pesawat.. :D 
Arjun lagi minum dari air keran di Changi Airport

Air mineral sangatlah mahal di Singapore. Rata-rata 2 dolar, ada yang paling murah, satu dollar, tetapi tetep aja mahal. Coba untuk bawa tempat air minum, lalu bisa tampung air keran dari hotel. Hah?! Air keran?
Tenang, Singapore Negara bersih, kalau agak aneh sama baunya, mending di tampung dulu airnya lalu didiamkan semalam, dijamin rasanya segar.. bagai mata air pegunungan, percaya deh, anak saya aja suka banget minum air keran.. hehehehe. Ini akan sangat menghemat biaya selama di sana. 

Apalagi yaa…? Sekian dulu deh. Nanti kalau ingat disambung lagi.

Friday, September 14, 2012

Ga ada ojek?!


Still from Singapore.. ;)
________
Ya jelas lah, gag ada ojek di Singapore. Jalanan juga ga becek kannn? Hehehe. Untuk transportasi, sebenarnya sangatlah gampang! Karena system transportasi di Singapore, sangatlah –super-duper teratur. 

Apabila kalian hanya melakukan short trip, kalian harus memaksimalkan penggunaan MRT. Karena menggunakan Taxi sangatlah mahal… hiks. 

MRT apaan? Kepanjangannya.. Mass Rapid Transit – tapi kalau saya bahasa indonesiakan.. saya akan simple bilang, kereta api bawah tanah.. hehehehehe. 

MRT di Singapore punya 4 line. Warna hijau, ungu, merah, dan kuning. Cara membacanya pun, gampang kok. Asal kalian punya peta MRT (yang dengan gampang bisa didapatkan di airport, atau di buku-buku perjalanan tentang Singapore.)

Tips nya adalah lihat ujung-ujung perhentian MRT. Karena di stasiun MRT, yang tertulis juga jurusan “ujung pemberhentian” MRT. 

Jangan kawatir, MRT akan berhenti di setiap stasiun yang menuju ke perhentian tersebut. 

Masih bingung? 

Oke, saya kasi gambaran yang sangat simple. Anggap kalian berangkat dari stasiun A – kalian ingin berhenti di stasiun E. Namun, di stasiun MRT, hanyalah tertera tujuan ke stasiun G. Naiklah saja MRT tujuan ke G, karena MRT akan berhenti di stasiun B, C, D, dan E..(your destination), lalu F, terakhir G… gituuu.. *semoga jelas, hehehe*
Singapore Tourist Pass

Tiket MRT, tidak terlalu mahal. Berkisar S$1.90 sekali jalan. Tapi, biar praktis, saya menyarankan kalian untuk membeli “Singapore Pass” tiket ini, akan membebaskan kalian dari tiket MRT, Bis, dan LRT.. mancabssss… biayanya bervariasi. Kebetulan saya beli untuk yang 3 Days pass. Harganya 20 dolar + 10 dolar untuk pembuatan kartu. (Tapi, kalau tiket ini dikembalikan sebelum 5 hari, uang 10 dolar akan dikembalikan, tunai. Lumayan, kan?)
Arjun, Mama dan Papa enjoy their time.. hehehe. :)

Trus, kalo udah dapet tiket? Silahkan menikmati fasilitas MRT yang asik… jangan lupa di dalam MRT, cobalah untuk tidak duduk di “reserved seat”. Tempat duduk ini biasanya diutamakan untuk Ibu Hamil, manula, dan orang yang membawa anak. Arjun dan saya atau papanya sangat sering duduk di “reserved seat” ini.. asik-asik… !

Oh ya, dilarang makan atau minum di MRT ya… kalau ketahuan, denda boooo… biasalah, Namanya aja, Singapura. Mereka bilang… “No Fine- No Singapore” : )

Jadi, jangan bingung cari ojek di Singapore yaaa… *peace*

Saturday, September 8, 2012

Heavenly Shops


 Bagi para penggila belanja, Singapore adalah Negara yang bisa membuat tagihan kartu kredit kalian over limit, saya jamin! *pengalaman pribadi.. huaaa huaaa #nangis Bombay. 

Tempat shopping rekomendasi saya adalah.. BUGIS STREET. (Tapi kalo weekend… ramenya minta ampun! Jangankan jalan, nafas aja susah…) 
Penampakan Pagi Hari di Bugis... XD

Kalau mau cari benda-benda yang lucu-lucu dan unik, Bugis Street merupakan tempat yg layak. Jangankan benda-benda lucu, tukang jus 1 dollar yang punya koleksi jus buah dari negeri asia sampai eropa pun, larisss manissss di Bugis Street..  Tas-tas wanita juga bagus-bagus dan murah banget, dari 10 dolar (75 ribuan) – 25 dolar (180 ribuan) itu bahannya udah semi kulit pula.. huaaaaa huaaaaa #nangis Bombay lagi, karena saya ga sempet beli.. :(

Bugis Street juga sangat terkenal sebagai surganya belanja souvenir! Dari A-Z ada dehh.. disono. Gantungan kunci pun “cuma” 10 dolar untuk 18 biji. (atau 3 renceng – satu renceng isi 6). Di pikiran kalian pasti deh udah ngitung-ngitung.. 

Oke saya bantuin.. (kalkulator saya maksudnya.. hihihihi) S$ 1 = Rp. 7.550 (Kurs per July 2012). 10 dolar artinya sekitar 76 ribu rupiah, dibagi 18… Jatuhnya perbiji adalah, Rp. 4.200 per biji. Murah ya? *itu dalam pikiran saya….” 

Tapi, percaya deh sama saya.. Please-please-please! (kalau punya banyak waktu) JANGAN BELANJA SOUVENIR DI BUGIS STREET! Karena di CHINA TOWN lebih murahhhhhh…. Untuk gantungan kunci, kalian bisa dapat 30 biji gantungan kunci untuk 10 dolar! (5 renceng!!) Murah kannnn?
5 Renceng $S 10...!

Dompet-dompet wanita dan jam tangan yang harganya 5 dolar di Bugis Street – kalian bisa dapat 3 biji untuk 10 dolar nya. Luggage Tag atau Fridge magnet yang harganya 4 biji untuk 10 dolar di Bugis - di China Town kalian bisa dapat.. 6 biji untuk 10 dolar… Jauh lebih murah, guysssss…

 So, kalo mau cari barang-barang lucu, boleh direct to Bugis Street, tapi…, beli oleh-oleh? Just go to CHINA TOWN. Jangan lupa bahasanya, “cang-cing-cung-haiyaa..” :D

Sunday, September 2, 2012

Cang-Cing-Cung- haiyyyaaa!


Re-visited ke Negara tetangga yang super canggih untuk merayakan ultah memang super duper exciting! Mulai dari persiapannya, keberangkatan, selama di Singapura, semuanya proses yang saya rindukan. Sudah 2 tahun saya tidak naik pesawat, kerinduan akan travelling terlampiaskan sudah, walau hanya short visit, 3 hari ajaa… tanggal 28 – 30 Juli yang lalu. 

Suami dan anak yang untuk kali pertama berkunjung ke Singapore harus kecewa karena si Merlion juga lagi holiday.. LOL. Ga percaya? Niiihh.. saya fotoin.. :) 

Kemana aja 3 hari?
Ga ada planning. Yang saya planning jauh-jauh hari hanya tiket pesawat dan akomodasi. Selebihnya, impromptu aja.. alias, suka-suka kaki melangkah deh! 

Hari pertama, karena baru nyampe, asli saya capek banget. Niatnya sih, ngendon di hotel, tapi.. helllooo.. masa jauh2 ke negeri orang cuma ngendon di hotel?!

Akhirnya saya jalan-jalan ke Bugis Street, yang Cuma 5 menit aja dari penginapan saya. Niatnya jalan-jalan eh… sudah belanja ajaaa… *tidakkkkssss… 

Sejauh-jauh mata memandang, di sekitar saya, jarang sekali bertemu dengan orang2 bule. (Bule di Bali jauh lebih banyak daripada di Singapore). Sejauh-jauh telinga mendengar, yang saya dengar hanyalah bahasa mandarin! Selebihnya, ada melayu dan sedikit singlish. (bahasa inggris melayu.. LOL)
Di setiap transaksi yang saya lakukan, saya selaluu pakai bahasa inggris yang benar, dan…. kebanyakan gagal. Hiks! 

Contohnya saya, saat itu, saya mau order makanan, “Can I have one portion of chicken curry…” saya lihat ekspresi penjualnya yang kebetulan Chinese, oke.. dia mengangguk. Lalu saya lanjut lagi.. “and two portion of rice – then one portion of egg and tofu.” Setelah saya lihat lagi ekspresinya, dia bengong kayak orang kesambet. Nah lo!

Lalu, yang dia lakukan hanya menunjuk papan menu, dan “What number?” (menyuruh saya untuk menunjuk menu yang saya pesan..) gedubraxxxxxxxxx.. suami saya sampe sakit perut ketawa.. “Gek, Gek, rugi amatttt bahasa inggrismu, sono pulang ke Bali ajaaaaa…” huaaaa huaaaaaaa…

Parahnya lagi, saya sudah bilang, “Number thirteen..” ehhh.. dia buatkan saya menu yg nomer dua belas… OMIGOD! Dan saya dengan paniknya bilang, NO..NO… number 13! Akhirnya si boss yg turun tangan dan membuatkan menu sambil ngomel-ngomel, “Cang-cing-cung haiyaaa” sama anak buahnya… :p

“Cang-cing-cung-haiyaaa” ini akan lebih jelas terdengar di dalam MRT. Sampe pusing deh ngedengerinnya.. hehehe. Dan malah suami dan saya pura2  berbicara bahasa Bali tapi dengan logat mandarin.. LOL. Gag mau kalah ceritanya.. 

 Untung saya cuma 3 hari di Singapore, kalo lebih dari tiga hari.. takutnya bahasa inggris saya berubah.. hiiiiiiiiiiiiiii  atutttt.

Monday, November 9, 2009

Bombay di Cinema


Sebenarnya, postingan ini musti dilabeli review atau yang lain-lain lah.. tapi saya pasang di label yang udah saya buat (biar seimbang.. hahaha) Eh, tapi, siapa tahu bisa menambah pengetahuan umum para bloggers tentang perbedaan tata cara menonton di Bali dan di Aussie… (promosi mode : ON)
Hari minggu kemaren, saya memutuskan untuk menonton film “Mao’s Last Dancer” udah keluar belum di Indo? Saya nontonnya di Byron aja.. sendirian lagi! (halah, biasalah.. kemana-mana juga sendiri disini..! I’m single and happy!—eh di Aussie aja ya, kalo di Bali lain cerita.. hehehehe!)
Pembelian tiket berlangsung sangat lancar. Kalau tiket hari2 biasa- kecuali Selasa harganya $ 14. (Hiahhh.. jangan di kurs ke rupiah! Bisa ambruk pingsan- ambulans entah di mana…) Nomat di sini adalah hari Selasa – dan itu.. Cuma di diskon $10. (Untuk dewasa). Bedanya di Aussie, segalanya kalo ada student card, atau pensiunan – semua langsung banting harga 50%....
Makanya dengan sangat nelangsa- saya sedikit kecewa, sekolah tidak membuatkan saya kartu siswa bayangan agar saya bisa menerima diskon 50%.. untuk naik bis, nonton film, mengunjungi semua daerah wisata.. ah sudahlah. (pura-pura pasrah, padahal ingin menuntut- tapi apa daya.. bintangnya ga kesampean.. abis mintanya siang2—coba besok mintanya midnight- pas kajeng kliwon.. hehe.). Efek samping tidak adanya kartu student bayangan itu adalah.. hmm, lumayan banyak, coba saya list…
  1. Sering tidak mendapat pelayanan yang cepat karena mereka masih menunggu saya mencari “student card” bayangan.
  2. Sering dipandangin lekat-lekat.. (lem kali perekat..) karena masih tidak percaya saya engga punya “student card” bayangan.
  3. Sering ditanya ..”have you got student’s card?Saya jawab, “Oh, sorry I don’t have it.”. Memandang saya lagi.. “have you got any other card?  Saya tetep, “No, I don’t.” Dan sebelum dia bertanya pertanyaan yang sama untuk ke 3 kalinya saya akan nyela, “How much?”
  4. Kadang-kadang digratisin naik bis- karena dikira high school student. Teuteup.. sepertinya ingin teriak.. “WOI.. UMURKU UDAH DIATAS 20…..!” (Bangga banget gitu ya.. udah mulai tua juga..T.T)
  5. Belum lagi pernah di semprot supir bis, yang melototin dengan super jutek berkata.. “Do you know children under 12 years old is FREE…???” Dienkkkk… tuing-tuing-tuing.. segitu *imutkah (*maaf kalo terlalu narsis.. hehe)penampilanku.. Oh tidakkkkkkk! (untung pacar saya ga disini ya.. nanti disangka pedofilia.. *duh!!!)

Ngelantur.. ayo kita balik ke bagian menonton di bioskop, kawan!
Selain harga.. cara pembelian tiketnya seperti beli minuman ringan di toko kelontong biasa, bayar, dapet kitir—udah, tinggal masuk ke cinema berapa.. pilih tempat duduk seenak udel kita… tidak ada nomer2 di kursi.. ah..  Gampang sekali…!!!!
Ga ada tuh acara ngantre dari jam 9 pagi padahal loket tiket baru di buka jam 12.. ga ada tuh, acara milih2 tempat duduk mau deretan A, B, C, D…. dst.. ga ada acara dorong2an karena tiket yang dijual terbatas.. tidak ada acara PULANG dengan tangan hampa sebagai pejantan yang kalah cepat dalam mendapatkan tiket.. (soundtrack : papa ga pulang beibeh.. papa ga bawa tiket beibeh…..)
Waktu pertama nonton di cinema di Aussie, saya sempet takut.  <Karena kalo di bali, biasa dounk beli film bajakan (hahaha, buka rahasia!!!) dan untuk latihan saya pakai subtitile bahasa inggris, itupun musti tekan “paused” untuk cari arti kata di kamus.> Takut kalau bahasa saya masih terlalu minim- kalo saya kayak kuman kecil yang ga ngerti jalan cerita.. takut rugi juga, tiket mahal oiii….! Tetapi.. syukurnya, tingkat bahasa saya kok ternyata bisa ngerti tanpa subtitle… fiuhhh.. Thanks God. Malah jadi menikmati cerita tanpa diganggu huruf2 yang bertengger di bawah layar..
Dan.. FYI : for  your information… film-film disini SEMUANYA tanpa sensor.. silahkan bayangkan sendiri ya. Opera sabun biasa di TV aja, buka-bukaan nya sampai lumayan vulgar.. aih.. (sensor lagi ah. Jangan ngiler ya..)


Sekarang.. baru nge-review sedikit film “Mao’s Last Dancer”. Film ini menurut saya sangat menyentuh. Di latar belakangi oleh Negara China dan Amerika. Bahasa asli pemain (Chinese) juga diperdengarkan. (tentunya pake subtitle!!  Akika kaga bisa bahasa cina lah.. capcay gitu….., cincai yuks).
Cerita perjuangan dari seorang anak – berasal dari keluarga besar (7 orang bersaudara) yang hidup sangat-sangat kekurangan. Namun ia bekerja keras untuk terpilih sebagai murid untuk sanggar tari di Beijing. Lalu dia mulai menari dan dikirim sampai ke Amerika. Yang suka menari, wajib nonton nih.. selain cerita, musik latar belakang juga yahud banget!! Belum lagi kostum penari, dan alur cerita yang mengaduk-aduk emosi penonton. Terus terang saya menangis sepanjang film! Dari awal sampai akhir! Jalan ceritanya sungguh menyentuh hati! (untungnya bukan saya aja yang nge-bombay, hampir semua penonton juga kok! *lebay.. ada aja alasan!)  Ada tentang keluarga – tekanan – cita2 – cinta (tentu aja lahhhhhh) – perbedaan ras – keinginan yang kuat…. Semua campur aduk di film itu. Sebagai tambahan.. film ini diangkat dari KISAH NYATA. Banyak pesan moral yang saya tangkap dalam cerita itu. Salah satunya…

LUCKY COMES WHEN PREPARATION MEET OPPORTUNITY
TO MAKE THE OPPORTUNITY COMES YOU HAVE TO WORK HARD TO PREPARE
Quote ini benar sekali.. (masih) banyak  ada orang iri kepada saya, dan bahkan menuduh saya macam-macam sebelum saya dikirim ke negeri kangguru ini. Saya dikatakan.. “90% LUCKY – 10% KERJA”.. ada yang bilang saya ada hubungan dengan bos saya.. (amit-amit.. Ampun! Bos saya itu wanita!! Saya normal eui… T.T), ada juga yang dengan sangat sinis.. “heran ya, SAYA TIDAK MENYANGKA kenapa anak kemarin sore seperti kamu bisa dikirim.. kamu bisa apa??” Djebbbbbb…! (illustrasi : pisau belati setajam 10 cm- tebal 2 cm.. nancep di jantung- sok serem.)
Tapi, mudah-mudahan dengan quote ini, (walaupun mereka ga kan pernah mampir ke sini..) mereka akan sadar dan tidak iri hati lagi ya.. saya mau kok ditemani jalan-jalan di sini.. capek atuh sendiri..
Ayo donk, temani saya nonton lagi!
Mullumbimby..
Mendengar rintikan hujan malam hari.. indah mengalun layaknya nyanyian surga. I love rain!



Wednesday, November 4, 2009

Pick Your Fave!


I remembered the first time I got the letter from the Department Education which informed me about the engaged job that I do now. I felt I had wings that will fly soon to the kangaroo continent – as soon as possible. The letter came from Sydney, New South Wales. So, when my new friend asked me about “where in Australia you will teach?” with a grinned wide smile I answered it short - “New South Wales”. He raised his eyebrow, and continued..” Yeah.. in which part of New South Wales- will you work?” I suddenly fell into a deep silence. No idea what he’s talking about.. all I knew about Australia is the stunning opera house in Sydney – full stop.
Sengaja saya buat kali ini yang dwi bahasa – biar semuanya bisa mengerti yaaaa….! Saya ingat waktu pertama saya dapat surat dari Departemen Pendidikan yang menginformasikan bahwa saya mendapat pekerjaan saya yang sekarang. Saya seperti punya sayap yang ingin terbang ke negeri kangguru- secepat mungkin! Surat perintah itu datang dari Sydney – New South Wales. Jadi, ketika teman saya bertanya “Di Australia sebelah mana kamu mau mengajar?” dengan senyum mengembang saya jawab- singkat – “New South Wales”. Temen saya malah naikin satu alis, dan lanjut tanya, “iyaa.. NSW bagian mana?” Saya terdiam. Ga tau temen saya itu ngomong apa.. Waktu itu, yang saya tahu tentang Australia hanya Opera House yang memukau di Sydney, titik.


Well, I guess everyone in Indonesia- will think that, Australia is only Sydney and Melbourne- that’s it. You have no idea, how big is this country…! Australia contains of 6 states and 2 territoryconfused? Me too! According to our “poppy” (slang language for grandfather) a.k.a. GOOGLE.. Australia is the biggest land continent in the world.. It’s got 6 states : Queensland (the capital is Brisbane) – New South Wales (The capital is Sydney) – Victoria ( the capital is Melbourne) – South Australia (the capital is Adelaide) – West Australia (the capital is Perth) – Tasmania (the capital is Hobart) and 2 territories : Nothern territory (The capital is Darwin) – and Australian Capital Territorry (the capital is Canberra). Many people says that the capital of Australia is Sydney – which is the most popular city – however, the capital of Australia is.. Canberra! (I do wish you know about that!)
Yah.. Saya pikir sih, semua orang di Indonesia – akan berpikir bahwa Australia itu Cuma Sydney dan Melbourne. Duh.. coba kalian tahu, sebesar apa Negara ini! Australia terdiri dari 6 negara bagian dan 2 daerah kekuasaan – bingung? SAMA!! Menurut sesepuh kita a.k.a mbah Google, Australia itu, daratan benua yang terbesar di dunia. Enam Negara bagian itu adalah : Queensland (Ibukotanya Brisbane) – New South Wales (Ibukotanya Sydney) – Victoria (Ibukotanya Melbourne) – South Australia (Ibukotanya Adelaide) – West Australia (Ibukotanya Perth)- Tasmania (Ibukotanya Hobart) dan 2 daerah kekuasaan : Nothern Territory (Ibukotanya Darwin) – dan Australia Capital Territory (Ibukotanya Canberra). Masih banyak orang yang bilang kalo Sydney ( – emang kota yang paling ngetop sih..). itu Ibukotanya Australia- tetapi.. Ibukota Australia itu Canberra, looo.. (Mudah-mudahan kalian udah tau ya!)
By God’s gold-given opportunity, I could travelled to most of the area in Australia, yay! Then.. let me shares a general description about each states and territories, based on my experiences. I will peel each states as nude as possible– later – if I got time to write.. (sigh!) Alrite mate.. let’s start!
Hanya dengan kesempatan emas yang diberikan oleh Tuhan, saya bisa berkeliling *hampir ke seluruh daerah di Australia, hore! Maka dari itu, perkenankanlah saya untuk berbagi tentang gambaran umum tentang setiap Negara bagian atau daerah kekuasaan sesuai dengan pengalaman saya. Nantinya, saya berusaha mengupas sedalam (dalam sumur…) mungkin—kalo ada waktu nulis ya.. (hiks!) Oke deh kawan, ayo mulai!
Queensland (QLD)

different time with WITA is… +2 hours (in summer) +3 hours (in winter) – don’t ask me, why!
Perbedaan waktu sama WITA plus 2 jam kalo Musim Panas, plus 3 jam pas Musim Dingin, jangan tanya saya, ya!
Why I started from here? (just to make it easier for me.. hahaha!) Brisbane is known as the beaches states, this state got Gold Coast, Sunshine Coast, and the top ten tourist destination “Great Barrier Reef”. The weather of this state is warm, because it’s near the beach. Thus, if you walk around the Brisbane city, you’ll see some of the women wear bikinis.. However, in summer this area is too hot! There was a bushfire happening recently – and.. if the rain comes… it’ll become flood! Do I like Brisbane? Yes, I do like Brisbane in winter, because the temperature not too cold – it’s just fantastic.
Kok mulainya dari sini? (Yaa.. biar gampang aja sih,, hehe) Brisbane terkenal dengan Negara bagian yang punya banyak pantai, mulai dari Gold Coast, Sunshine Coast, dan juga yang masuk deretan 10 favorit untuk kunjungan para wisatawan, yaitu Great Barrier Reef. Cuaca di Negara bagian ini hangat, karena deket ama pantai. Jadi, kalo misalnya kita jalan-jalan sekitaran kota Brisbane, pasti banyak deh nemu cewek-cewek yang berbikini ria.. hehe, cuci mata dahh!Tapi-tapi, kalo musim panas, busyet dah.. PANASSS… Kemaren ada “bushfire” kebakaran hutan.. dan kalo ujan turun.. banjir deh.. Tapi, apakah saya suka Brisbane? Pasti donk, apalagi pas musim dingin—abisnya udaranya malah menghangat kalo musim dingin, asyik!

New South Wales (NSW)

different time with WITA is… +3 hours (in summer) +2 hours (in winter) – don’t ask me, why!
Perbedaan waktu sama WITA plus 3 jam kalo Musim Panas, plus 2jam pas Musim Dingin, jangan tanya saya, ya!
I live in this area for a year, however- I live in the borderline between NSW and QLD. It took one hour to fly from Gold Coast to Sydney. When I saw the Sydney Opera House for the first time—honestly I cried. I felt thrilled! Couldn’t stop saying thank you to the almighty God. Sydney just like a big city, such as Jakarta – Singapore – or Kuala Lumpur- full of people from everywhere in the world- from China, Japan, Korea, India, Africa..you name it, they are all here! NSW got most of the rain if we compare to other states. In the eastern part of NSW, you can find beautiful Byron Bay beach with the stunning Light House - which is only 30 minutes from Mullumbimby – the places that I live now. (Don’t ask me, Do I like this place.. the answer is too obvious!)
Saya tinggal di area ini selama satu tahun, tapi saya tinggalnya di daerah perbatasan antara NSW dan QLD. Perlu waktu sejam buat terbang dari Gold Coast ke Sydney. Waktu saya melihat Opera House untuk kali pertama – jujur aja saya menangis! (tersedu-sedu mode : ON). Terharu biru gitu.. (lebayyyy!) Ga bisa berhenti mengucapkan terima kasih pada Tuhan. Sydney itu sama seperti kota-kota besar lainnya contoh, Jakarta- Singapura – Kuala Lumpur – penuh sesak dengan orang dari berbagai penjuru dunia; dari Cina, Jepang, Korea, India, Afrika, semua deh ada di sini (emangnya ceriwis??) NSW beruntung karena paling banyak dapet ujan di Australia. Di bagian timur NSW bisa pergi ke Pantai Byron Bay dengan mercusuar putihnya yang cantik! Tempat ini Cuma 30 menit dari Mullumbimby lo.. (tempat saya tinggal sekarang).. Jangan ditanya ya, seberapa sukanya saya sama daerah ini.. jawabannya terlalu gampang ditebak, hehe!



Victoria (VIC)

different time with WITA is… +3 hours (in summer) +2 hours (in winter) – don’t ask me, why!
Perbedaan waktu sama WITA plus 3 jam kalo Musim Panas, plus 2jam pas Musim Dingin, jangan tanya saya, ya!
The capital, Melbourne is an old great city to visit. They’ve got the free tram (tram is a train but they operate it in the street- not in the railway! So, it’s like a train in the city! You can stop it like a bus- fantastic, eh?) to go all around the city. If you are a shopaholic, this place will give you the bestest price around Australia! Many Indonesian people live in here – especially the students who’s got the scholarship. You’ll find an area called “Bendigo” it’s the biggest gold mining in Australia, I never been there- but my cousin lived there for 6 months. J You can also see a fascinating little penguins in the Phillips island—yes, it was the place where the grand prix was held. Go to Melbourne – you’ll be falling in love- easily. Oh, yeah, if it’s winter- bring your warmest coat – it’ll be freezing like crazy!!
Melbourne, Ibukota Negara bagian VIC merupakan kota tua yang bagus banget untuk dikunjungi. Mereka punya “tram” (tram itu.. seperti kereta api- cuman pake listrik, jadi bisa muter-muter kayak bis deh!) dan gratis oi, kalo Cuma untuk keliling kota..! (kalo gretongan aja, cepet!). Kalo kalian gila belanja.. tempat ini bakal jadi surga kalian, karena harganya miring abis- se Australia ya.. Banyak lo, orang Indonesia yang tinggal di Melbourne, khususnya bagi siswa-siswa yang dapet beasiswa. Disini juga ada daerah yang namanya Bendigo – yaitu pusat pertambangan emas terbesar di Australia- saya ga pernah ke situ sihhhh.. tapi sepupu saya sempet tinggal di sini, selama 6 bulan. Oh iya, yang penyayang binatang bisa lihat “mini penguin” di Phillips Island—iyaaa.. tempat ini yang dipakai ajang balap motor beberapa minggu yang lalu ama mantan pacar saya, itu lohh.. Valentino Rossi.. (ngaku2 banget deh- haha, jayus.). Coba deh ke Melbourne, pasti bakal jatuh cinta sama tempat ini. Jangan lupa, kalo musim dingin bawa jaket bulu paling tebel- sekalian bawa domba gitu.. karena dinginnya ampe bikin darah beku.. pol!


Northern Territory (NT)

different time with WITA is… +1,5 hours (again.. don’t ask me why…)
Perbedaan waktu sama WITA plus 1,5 jam—jangan tanya saya yaaa…!
I haven’t been to Darwin- the capital, but recently I went to the Ayers Rock The biggest monolith in the world that located in Central Australia. I call this state is a Red States- it’s all red from the plane—all the sands are RED!! It’s always hot in here. They’ve got up to 38 degree celcius in summer! Imagine that, everyone! You’ll be freakin’ hot or got a black out in summer. The Aboriginal people of Australia lived here. (Aboriginal is the indigenous people of Australia – they looked like people from Papua!) I’m happy I made my journey until here! Fantastic place to go – to see Australia’s heart- right in the centre.
Saya belum pernah ke Darwin – Ibukotanya, tapi, liburan kemaren saya sempat pergi ke Ayers Rock – Gunung Batu terbesar di dunia. Saya sebut aja daerah ini “Red States”- kalo liat dari pesawat.. semuanya merah, pasirnya juga merah banget! Selalu panas disini. Kalo musim panas mencapai lebih dari 38 derajat celcius.. bayangkan saudara-saudara, gosong deh.. pasti! Bagian ini adalah tempatnya orang-orang Aborigin (suku asli Australia, mereka seperti saudara kita dari Papua- persis!) Saya bahagia banget bisa berkunjung kesini.. Tempat yang menakjubkan untuk dikunjungi dan melihat jantung hati Australia, tepat di bagian tengahnya.. (kayak cinta aja…- jantung hati.. cieh..- apaan sih, gee r sendiriii! )

South Australia (SA)

different time with WITA is… +2,5 hours (again.. don’t ask me why…)
Perbedaan waktu sama WITA plus 2,5 jam.. (haha.. saya ga tau kenapa.. beneran deh, suerrr..)
I went to Adelaide- the capital of this winery area. SA is known as the state which exported all the Australian wine, and their wines tasted like heaven.. Adelaide almost beat Bali with city of thousand churches. There will be churches everywhere! The building is older than the building in Melbourne, however.. they are beautiful.. loads of statues around the street. A lot of Germany people live here- even they got a Germany village named Hahndorf in SA. (will review it later – promise!) However, the weather is soooo hopeless! Gloomy everyday, cold, and rain.. It’s a quiet city, too! If you like drinking wine, absolutely – go for Adelaide! Sink yourself in buckets of the best quality wines!
Saya sempat terbang ke Adelaide – Ibukotanya SA yang merupakan daerah perkebunan anggur. SA memang dikenal sebagai daerah yang mengimpor anggur ke seantero Australia, dan rasa anggurnya itu.. seperti minuman dari kahyangan—so pasti bikin melayang.. Adelaide hampir juga nyaingin Bali sebagai kota seribu gereja. Pokoknya sejauh-jauh mata memandang, pasti ada gereja deh! Bangunan-bangunan di sini, jauh lebih tua dari bangunan di Melbourne—tapi cantik2, banyak patung juga di jalan-jalan.. Di sini, banyak orang dari Jerman. Sampai-sampai mereka punya desa Jerman di sini, yang dinamakan Hahndorf (baca: handorf) (pasti di review kok nanti.. janji dehhhh..)Tapi cuaca disini.. ga bisa diharapkan! Setiap hari bermuram durja, mendung, dingin, dan hujan. Kotanya juga sepiii banget! Tapi kalo kalian suka minum anggur, berkunjung deh ke Adelaide, dijamin bisa berenang dalam lautan anggur berkualitas tinggi-- sampe mabok!

Western Australia (WA)

Exactly the same with WITA, yay!
Waktunya SAMA PERSIS dengan WITA, yuhuuuuuu!
This is the largest part of Australia! They got Australia’s desert in here. Perth- the capital is known as the most isolated city in the world – and the second windiest city in the world (wow! Lots of history, eh?) This area is famous of Black Swans! That’s why they’ve got a river called “Swan River” There is a free transportation around the city everyday (although not 24 hours)- they’ve got great city! Not too big, and not too small- just exact size. The weather is almost the same as Bali, but a bit colder in here. I HEART Perth! If I could live in this area for a year.. I’ll be very happy to do that! Besides, it’s only 2 hours fly from Balii.. Let’s go to Perth!
Ini bagian terbesar dari Australia! Ada gurun pasir pula.. Perth, ibukotanya dikenal dengan kota paling terisolasi se-dunia dan kota nomor dua yang paling berangin.. (masuk angin kaleeee) di dunia .!. (tuh kan jadi banyak tahu kan, kan, kan..Promosi lagi ahhhh- c spasi d.. hihihihi) Ciri khas daerah ini adalah Angsa Hitam! Makanya mereka punya sungai yang dinamai “Swan River”. Ada juga transportasi gratis kalo mau keliling-keliling kota.. (hih.. kapan dounk, Indonesia ada transportasi gratisss???)- walaupun engga 24 jam, tapi lumayan kan! Kota Perth itu keren banget, ga terlalu besar- atau ga terlalu kecil, pas gitu..! Cuacanya juga hampir sama seperti di Bali, Cuma di Perth agak lebih dingin. Saya JATUH CINTA banget sama Perth! Seandainya bisa tinggal disini setahun aja.. seneng banget dah! Disamping itu, terbang ke Bali Cuma 2 jam looo.. Yuks, buruan ke Perth!
I haven’t been to Canberra (oh my God – haven’t been to the Capital!) nor to Hobart.. However, I believe, if I got time again to explore Australia, God will sends me again to those places! Allright then, I hope I can add your knowledge by reading this posting.
Sayang.. saya belum sempet ke Canberra.. (piye toh.. kok engga ke Ibukota Australia…!) ke Hobart juga ga kesampaian.. tapi saya percaya, kalo emang ada jodoh, pasti Tuhan kirim saya untuk jalan-jalan ke tempat itu! Hehe, doakan ya…! Oke deh, semoga bisa menambah info untuk para readers nih..
Pick your favorite, now!
Dipilih-dipilih, kalo kalian maunya tinggal di mana??
Aduuuhhh, semoga ga kepanjangan dan ga sampe ketiduran bacanya.. hihihihihi! Makasi udah baca..!

Lagi mabok nge-blog!
Mullumbimby, 4 November 09
9 : 17 pm


Tuesday, November 3, 2009

A Truly Shocker!

Introduction :


Hola everyone, this is the new label of my writing, I labeled it with “Melali yuk?” These words are in Balinese words, which mean, “let’s hanging out!!” If you read my stories (well, this is the first, anyway…) with this label, you’ll get the information (probably mostly about our neighbor country ; Australia – because I live here for about a year.. ) about things that happened to me throughout my journey, culture shocks, places that I’ve been visited.. Not bad too add some info for your general knowledge!

(Promotion mode : activated) hahahhaha!
Okay, let’s start this new label chapter..
I live in Eastern Australia, a bit outskirt town named Mullumbimby. (this is a real name – you can stir in our grandfather : Mr. Google) I love living here, because of.. everything, I guess! I love my home stay place and my home stay parents, I love the cool –green – fresh environment,oh ya, I’ll mention the handsome peacock who always spread its feather in front of my room, I also love the people because they are so friendly! Just feels like home. I love my school, too. I work at one of the high schools, and I am a teacher.. (hopefully not too young to be a teacher!)
Since last week, my home stay parents asked me to bring money to school. I thought, well, I took some money to school, but, what the special about money. They said, it will be a horse race. I scratch my head it does not even itchy. Just didn’t get the message what is the important of the horse race???
This morning, I ignored the big paper on the common area that said “put your bid here” I just gave it a second look, and no nothing about it.. Don’t have any encouragement to ask anybody, including my mate. And…….. (a bit blaming him- haha) why on earth, he’s not talking about put a bid on that "thingy??"
After teaching two sessions today, my mate started talking about the “thingy”. He started with some questions about my general knowledge about.. “ the HORSE RACE” . Truly, I just listened to him, and make sure it matched with my home stay parents’ explanations couple days ago. The information was exactly the same that-- the whole Australia will STOP to watch this race. Everybody will put a bid to their favourite horse. Then.. my talkative mouth took all the conversation while sitting on my comfy chair, feeling warm because of the weather – I began with “how do you know, which horse is the best?” My mate just said, “well.. I just chose it, pick a number- that’s it.” I shrugged my shoulder and put my face on “ I’m not interested at all- mate!”
------------ biiiiippppp -------------- ---------------- bbbiiiiiiiiipppppp-------------------
Attention- attention!!! Everybody, the race will start in couple minutes- let’s watch who’s the winner. Thank you. 

This loud speaker often shocked me because it located next to my table – well , you can say next to my ear – probably that’s why I’ve got a bit earache – not too serious though. Haha. (just to attract your attention). Soon, my mate dragged me to go watching the race. He could read my “not so happy face” that time- but he still dragged me to go by saying, “come on, this is a big part of Australian culture, at least you have to watch it!!” While he dragged me he showed me the “thingy” that was paper with everybody’s names on it. There were some tables to write down their names and how much money they bid ($2 or $5), some columns containing of the names of the horses.. and.. it feels like a nerd to read all the names of the horse.. “Alcopop, Crime Scene, Tourneur, Viewed, Super Tab, Flashed.. and (there were 24 of horses—I couldn’t get all their weird names!) I remembered my mate bid on the horse named “shocking”.

He said to me “ we need to watch this horse, mate.”
We strolled to the library while he told me the story about “Melbourne Cup” – The Horse Race that every Australian mad of. It only held once a year, every first Tuesday in November. Everybody will bid loads-loads-loads of money, sometimes they will bid for $500 for one horse! (even if they didn’t know the history of the horses)- everybody crazy about it, everybody addicted on it- it is worse than Facebook..
Arrived in library, the TV was already ON.. some teachers already there- and each of them hold the paper with the names – the weirdo horses names – and the bid. We were lucky to get a very good seat, no need to stand up, and it’s kinda cool to stay in an air-conditioned library. J
The race began….. it was more serious than the football league! Every eyes stared on TV, back to the paper, wish their horse will be the winner. I couldn’t even hear their lungs breathing! They just fully concentrated on the TV and the race.. The horses was running like a mad monster – the jokey not even sat on their horse. They shouted- they begged their horses to be faster-faster-and faster..

It built a bit of my interest to see how serious, how meaningful this race was. Back on TV, I didn’t see that everyone’s horses on the line, it just too many horses, but they just keep watching, sitting quietly, hold the paper—and breathless. When it got to 50 m before the finish line, the horses just ran faster-and faster--- and just like a jiffy.. the “Shocking horse” jumped onto the finished line, and he won!!
Err.. I became speechless. The audiences just totally engaged with the race- 24 horses – more than 2 weeks preparation (maybe.. haha!)– Thousand dollars already on a bid – and.. the race just took FIVE MINUTES.. full stop. Another race? See you next year! Apart from my shocking feeling in my guts, my mate was sooo excited! He just won $ 35 from the $2 that he put – without asking me.. (haha, still blaming him!)
I arrived again at the teacher’s room and the conversation topic change into : Melbourne Cup—yeah, yeah. One of the teacher asked me, “Did you win?” I just smiled and shouted back to my mate, “hey, mate.. did you win?!” He just bite my spear in a jiffy, “OH, YEAH. I WON!” I got back to the teacher who asked me, “Yeah, I guess I won, because we are one team, aren’t we, mate?” I spoke a little louder, expecting my mate to come and give me an agree voice that WE won.. (haha)
My mate came closer and laughed.. “yeah, if “Shocking’ didn’t win, she wouldn’t say that WE win..” I just smiled- shook my head… calmed down myself who didn’t even try to make a bid. However, to imagine that ‘Shocking horse’ jumped on the last line as if my heart jumped to that paper and wish my name written on the horse number, 21.. Still thinking and a bit feeling regretful.. , ‘Shocking’ you are a truly shocker..!
chat with my reader (again)
Mullumbimby , November 3 2009
10.30 pm