Tuesday, November 27, 2012

Thanks again, Mr. Girrafe!

---
Aku berjalan beriringan disampingmu, 
sesekali memandangi mata cokelatmu yang seolah seabad tak pernah kutemui. 
mendengar renyahnya tawamu digulung ombak sore itu.
tubuh jangkungmu yang selalu melindungiku dari sinar mentari 
ada tepat disampingku. 
Senyummu yang meneduhkan tak pernah salah.. 

---

Aku membuka mata, dan merasakan kompres di dahiku sedang diganti oleh sang suami.

"Gek, akhirnya panasmu turun juga.. " ujar suamiku, dengan senyum lega - matanya menyiratkan kelelahan tidak tidur semalam.

Aku tersenyum, setelah 2 hari demam tinggi, yang membandel...4 hari tidak masuk kerja...

Hei God..  aku mendapatkan semangat baru.

Thanks for coming into my dream Mr. Giraffe.

Even God knows you means a lot to me.. Praise u my lord.. :*

And..... when I messaged him, he just said.. "Makanya aku ngerasa lengket pagi ini, ternyata aku baru jalan-jalan ke pantai ya Gek sama kamu.." "Glad to help you.. "

Another time in life, you would be mine, baby... 

Kecups dari Gek yang baru sembuh. ;)

Friday, November 23, 2012

Sawah (Lumpur) Indah (^^)V



Warning : Kenarsisan saya akan terlihat jelas disini, mohon maaf sebelumnya. Hehehe.

Pernah ke sawah gaaaa? Kalau di Bali, mah, masih terhitung mudah untuk mencari sawah. (Kecuali di Denpasar yaa… hiks hiks..) Di daerah Ubud, astungkara.. masih banyak sawah, dan suasananya sangat asri.. 
Ready to go!

Daerah itulah yang dijadikan lokasi untuk lokasi “Staff Party” kantor saya. Buanyakkk banget kegiatannya! Start from 11 am – 9.30 pm!!! Mulai dari cycling, yang sangat menyenangkan. Karena saya masih bisa menikmati udara segar di Ubud, sawah-sawah bertingkat, sungai, dan… hati yang senang tentunya!
Kring.. Kring.......!!!

Setelah cycling, dilanjutkan dengan trekking. Trekkingnya cukup menantang, karena medannya licin, dan penampang sawahnya, hanya cukup untuk satu kaki… *Ouch. Jadi musti hati2 sekali.. tapi tetep seru, dan saya tetep jadi “anak manja” . Kalo ada parit, langsung deh.. “Mo cari pegangan guysss..” buru-buru deh temen cowok saya bantuin. Hihihihihi.. 
Dimana gek??

Gebuk Bantal.. *tutup mata*
Setelah foto-foto narsis yang menghambat perjalanan.. kegiatan dilanjutkan dengan gamesssss.. Macam-macam loh gamesnya, syukurnya ga ada nangkap belut! Ada lomba lari, bakiak, tarik tambang (dalam lumpur) dan juga gebuk bantal (diatas sebatang kayu dengan permadani lumpur sedalam 50 cm…). Hampir semuanya sih saya ikutin, kecuali gebuk bantal.. :p soalnya tinggi oi.. ga berani. *tutup mata*

Setelah games-games yang super duper tiring but fun itu.. saya bergegas mandi, (mencuri antrean) dan menenangkan perut yang keroncongan dengan nada H.. (High – alias super starving) All of us skipped our lunch, ga kebayang kan… gimana laparnya cacing2 perut kami waktu itu.. 

Pas dinner tiba, kamipun mengantre dengan rapi, untuk mendapatkan sesuap nasi.. (Enggak sesuap lah! Setidaknya puluhan suap.. hihihihihi) Karena kelaparan, saya mengambil makanan 3x porsi makan saya, dan.. percaya ga percaya, saya nambah lagi lo.. *Ciyuuussssssss. Syukur-syukur setelah makan ada sesi kopi, ngeteh, dan pisang goreng.. *surga dunia..* Jangan tanya, saya ambil berapa biji ya pisgornya.. :D
Tegang + Doa nunggu door prize :D

Yang paling ditunggu-tunggu sebenarnya adalah.. DOOR PRIZE. Tahun ini tumben-tumbennya hadiahnya super duper menarik. Kompor, kulkas, mixer, blender, mesin cuci… gyahhh… *ngiler* (tipikal Ibu Rumah Tangga, hehehehe.) Semua orang berdoa dapat kulkas. 
Dengan bangga.... hihihihihihihihi

Saya cuman berdoa.. “Ya, Tuhan berikanlah saya sesuatu yang saya perlukan… “ Baru saja berdoa, nama saya dipanggil, dan saya memenangkan door prize uang tabungan sebesar setengah jeti!! *loncat-loncat* Tuhan emang baek.. tauuuu aja yang saya perluin. 
Cihuuuiiiii....! (^^)V

Akhir minggu yang indah dan berkesan, besok2 lagi ya.. Happy Bday, kantorku. Teruslah jaya, dan tambahlah gajiku, kirim aku lagi jalan-jalan keliling Indonesia dan luar negeri ya… hehehe. Amieennn… 

*Peace, love and gaulllllllll” :p
Bagaimana weekend kalian Angel’s Lovers…?

Friday, November 16, 2012

The Moment


24 months of happiness
24 months of laugh and tears
We are looking forward for great years ahead
May God always bless you, gives you a good health, 
and a perfect smile, 
Always. 
Happy birthday, Son. 
Mama loves you, 
Always and Forever....

24 MONTHS TODAY!!!
Yaaaayyyyyyyyy

Sunday, November 11, 2012

Hopeless..



*For….. You Know Who..
 __________

Did you remember that I always be there for you?

Whenever  and wherever you need me, I’ll make my own way to meet you.

Did you forget that I always fight for you?

Every breath I take, it’s for you and I battle ‘till the death.

Didn’t I make you clear…?

That I always DO what you say, until… 

You lost control. 

You had an affair with a man, that I never knew before. 

Once in a life time, you’ve betrayed me for YEARS. 

Did I forgive you?

I don’t have to give you an answer because for me, your HAPPINESS  is EVERYTHING. 

Then, when I need to search my own happiness, why were you so sad?

You even accused me that I was leaving you. 

Why did you never read the sign that God has given to you? 

I asked for your forgiveness, thousand times. I forgave you, in million times.. 

You’ve never change. 

I tried to be a looser again – to make you win. But, I let you know, I sometimes want to be a winner. 

I’m losing my faith. Can I survive this time?
Will you give me any clues, God...?

Thursday, November 8, 2012

Painless..



That’s what all doctors have to do. Not to cure their own family.
 – House 7

Saya kira kalimat ini, hanyalah hayalan belaka. Mana ada dokter yang ingin mundur dari kasus pengobatan keluarganya sendiri. Mana ada dokter yang tidak mengutamakan keluarganya, mana ada dokter yang takut mengobati keluarganya sendiri… 

Ternyata, kalimat itu, bukan scenario dari sebuah film yang saya tonton di televisi saja… ternyata kalimat itu adalah penggambaran realita yang terjadi, dan bahkan saya alami sendiri. 

Saya ingat, waktu saya demam tinggi dan pucat pasi, bapak saya yang notabene dokter spesialis penyakit dalam hanya diam saja, tetap bertahan di kursi kesayangannya, menonton TV – dengan sengaja mengeraskan volumenya agar suara rintihan kesakitan saya tidak terdengar. Sampai saya mematikan TV, “Pokoknya ke UGD, sekarang!!!!!” 

Sesampainya di UGD… saya ditinggal di receptionist sambil menahan sakit. Tidak bisa bicara lagi, hanya tetesan air mata yang saya berikan kepada penjaga yang super cueknya minta ampun. Sementara menunggu ayah yang memarkirkan mobil, *entah dimana….* 

Saya duduk di kursi pinggir UGD menahan sakit. Sayup-sayup saya dengar ayah saya bicara, “tangani anak saya dulu.” Setelah itu, yang saya ingat, saya ada di salah satu bilik UGD, menunggu hasil pemeriksaan darah. Saya belum makan siang, dan itu menjelang magrib… 

“Pa, lapar.” Bisik saya. 

“terus?” ujar ayah saya lagi, sambil melanjutkan membaca Koran. Tanpa melihat saya. 

“Yah, nunggu mati  aja kelaparan” jawab saya ketus. 

Akhirnya beringsut ayah saya keluar, mungkin ke kantin ya.. beli roti. Yang saya harapkan adalah “fresh bread” mungkin yang isinya keju, pisang coklat, atau kismis.. tidak mahal.. paling 5 ribuan. Tapi, impian tinggalah impian.. adanya saya dibelikan roti 500 an, berbungkus plastic bergambar tanpa depkes. Jangan ditanya apakah saya lebih memilih sakit maag akut saya kambuh atau memakan roti “tak bertanggung jawab” itu.. 

Setelah menolak rawat inap, karena ayah saya meyakinkan pihak RS bahwa beliau akan merawat saya di rumah, saya pulang, tanpa tenaga, dehidrasi, karena belum makan seharian dan tidak minum. Badan saya panas tinggi, namun saya merasa sangat dingin.. gigi saya gemeretuk.. dan alih2 menenangkan saya, ayah saya menelfon dukun! Ya.. angel lovers.. D.U.K.U.N. 

Beliau bertanya, apa penyakit saya non medis atau medis. Mbah dukun bilang, semua murni medis. Setelah itu, telfon ditutup, dan ayah saya ngeloyor, menonton TV, membaca buku dengan kaki berselonjor, seraya berkata, “istirahat aja. Nanti saja sembuh” 

He washed his hand. He did it again.again.and again. 

Dalam doa saya.. terus berharap, ayah saya adalah orang biasa, bukan dokter spesialis.
Saya bermimpi, ayah saya adalah orang yang penuh perhatian kepada anak satu-satunya dan bisa mengerti saya seutuhnya.
Saya hanya bisa menghadapi kenyataan bahwa keinginan saya, dan mimpi saya, selalu berbanding terbalik apabila itu mengenai ayah saya........


 You can tell how painful your love to me, but my heart is painless, Dad.

Monday, November 5, 2012

Oedipus Complex



Saya mengenal istilah Oedipus complex, dari komik-komik jepang yang menghiasi hari-hari saya sewaktu sekolah dasar dulu. Saya penggila manga, sebelum ia se-populer Doraemon. Saya tau komik kungfu yang lebih menegangkan dari Naruto, jauh sebelum itu terbit di salah satu stasiun swasta, dan .. to be honest, komik-komik jaman dahulu.. (baca : jaman saya) lebih banyak memberikan saya pengetahuan umum daripada komik-komik jepang sekarang. Maka dari itu, meskipun tempting, saya tidak sudi menghabiskan uang sepeser pun untuk mengoleksi komik-komik jepang jaman sekarang…  *sorry to say…

Namun, saya tidak mengerti mengapa trend “Oedipus Complex” sekarang menyerang para kaum muda.. jadi, kaum para kaum pria cenderung mencintai wanita yang jauh lebih dewasa daripada mereka.  Perbedaan umur setahun sampai beberapa tahun, mungkin tidak masalah.. tetapi kalau sejauh belasan bahkan puluhan tahun, hal itu yang membuat saya tercengang. 

Ini dari sudut pandang saya ya…. Sedari dulu saya diberitahu dan juga “diilmui” sekolah, bahwa haruslah seorang wanita mencari pendamping hidup yang lebih tua, apabila mungkin agak jauh sedikit. Hal ini dikarenakan, wanita cenderung akan lebih cepat tua, karena banyak tugas. Sebagai ibu rumah tangga, wanita karir, mengurus anak, dll dsb. Belum lagi, masa produktif wanita yang bahkan mendekati kata “was-was” setelah diatas 35 tahun. 
From the movie : The Reader..

Lalu, bagaimana nasib para pria yang berkencan atau menikahi wanita yang berumur belasan maupun puluhan tahun diatasnya? Saya mungkin terlalu kurang ajar membahas ini, karena cinta masalah selera.
Bahasa kasarnya… “Laki gue mau kok sama guwe… kok lu yang sewot…! Ngiri ya, ga dapet brondong..?!”

Ga pernah ngiri lah… pacaran sama sebaya saya saja, saya tolak. 

Kesimpulannya : Para ibu-ibu yang punya anak pria… curahkanlah kasih sayang Anda secukupnya, agar anak Anda tidak merasa harus mencari figure seorang ibu (lagi) pada kekasihnya kelak… Ndak mau kan bermantu orang seumuran Anda…? *amit-amitttttt.. knock the wood

#Postingan iseng melihat fenomena brutal di sekitar saya.
Kalau ada yang tersinggung, percayalah, ini hanya tumpahan opini. *peace*