Sunday, October 28, 2012

(9) So long Mr Giraffe...



Walaupun saya lagi-lagi kehilangan dia. Saya tau, perasaan saya tidak bertepuk sebelah tangan. Saya tau dia menginginkan saya. Tetapi, tentunya seleranya ga akan mungkin jatuh pada gadis yang biasa-biasa seperti saya. Sangat tidak mungkin. 

He’s a star, and I’m the weed. 

Tidak akan mungkin bersatu. Saya percaya itu. 

Tetapi kalau sepi melanda, saya akan teringat dia dan dia lagi.
Saya masih ingat di saat lagi-lagi Tuhan mempertemukan saya dan dia untuk berpisah. 

Saya tidak tau, kalau dia ada di satu tempat bimbel dengan saya. 

Saya tidak pernah tau, kalau dia sering mengawasi saya di tempat “pewe” saya. 

Yang saya tahu pada hari terakhir saya di bimbel, dia berdiri dekat- disamping saya, tanpa menyentuhkan lengannya,  dan mengucapkan, ucapan ala Mr. Giraffe yang paling biasa.. 

Are u okay?” 

Saya menyembunyikan keterkejutan saya. Dan membiarkan mata coklatnya itu menelanjangi saya. Inchi demi inchi. 

“Yah, as always.” 

Dia tersenyum lagi. Kali ini kami berdua hanya diam, membiarkan telinga kami mendengarkan nafas satu sama lain, yang seolah berburu menemukan kata-kata, kalimat, atau paragraph untuk diceritakan.
Namun kami hanya diam, dan saya tau, itu adalah saat paling terakhir bersamanya. 

So long my giraffe. I’ll never forget you..


The smile on your face let's me know that you need me
There's a truth in your eyes saying you'll never leave me
The touch of your hand says you'll catch me if ever I fall
You say it best when you say nothing at all
-Ronan Keating-

- to be continued -

7 comments:

IrmaSenja said...

Bagian dari cerita mr. Girrafe kali ini memngingatkan saya ttg sesuatu Gek.

Tentang jatuh cinta lalu bertemu dan berpisah...rasanya, sakiiittt :(

i'll never forget him... never *_*

Wayan Blog said...

kren banget lah pokoknya,, cemungudh

Andy said...

kalau baca sekilas tulisan'a,bikin euy soalnya memang pada dasarnya cinta is complicated untuk dibahas terlebih dirasakan :)

Sang Cerpenis bercerita said...

aduh, jgn diinget lagi dong, GEk. hiks

Ayas Tasli Wiguna said...

forget him, say...
chapter terakhirkah?

annie said...

duhai cinta ...
seribu satu rasa menggelegak dalam dada
Siang, Gek ...

vie_three said...

kurang part terakhir, aduh.... aku menahan untuk ke toilet saking penasarannya. hohoho