Friday, October 5, 2012

(2) Get Intense...


Do you love me or not?
I don’t care. I’ll make you to love me.
*** 

Itu tekad saya dulu… siapa sih yang tidak mengidolakan dia?
Sudah tinggi, manis, handsome sudah pasti. Jago basket, OSIS, and helloo.. dia di kelas unggulan.. *fiuh* 

He’s the hottest man – di seantero SMP saya. 

Saya ga ngerti kenapa dia jadi memperhatikan saya, dan keep approaching me.
Saya ingat banget, setiap hari saya ngaca. Asking the mirror..
:: Mirror-mirror on the wall… are you sure that he likes me – like I’m crazy about him?? ::

Lalu bergegas memakai jaket saya, mengayuh sepeda pelan-pelan, berharap berpapasan dengan dia di jalan.. atau sengaja menggeser satu sepeda di tempar parkir – untuk dia, Si Jerapah.. *prikitiewwww*

Akhirnya.. 

Kami bertukar nomor telepon (telepon rumah – BB belum ada, palagi Android.. ke laut ajahh.. hihihihi), dari cara yang sangat kuno. Bertukar buku catatan Biologi, dengan alasan, ga sempat nyatet. Alasan saya, karena saya sakit – alasan dia, karena dia harus bertanding basket. A very good reason, untuk anak SMP.  (standing applause – lebay! Hehehe!)

(Sumpah, saya ga berhenti tersenyum mengingat ini semua dan menuliskannya kembali … )

Frekuensi kedekatan kami, semakin bertambah. Dia sering menelfon saya. Kami membicarakan banyak hal, dari A sampai Z, jadi walaupun kami (kelihatannya) tidak pernah berbicara di sekolah. Kami punya segudang kesamaan, sebundel informasi tentang satu sama lain. Saya bisa merasakan kalau kadang dia merindukan saya, saat kami tidak berbicara lewat telepon lebih dari seminggu. Dia akan melambaikan tangannya dari jauh pada saya dan memberikan tanda, “I call you tonight”

He did really call me… !

Dia selalu minta saya mendukung semua hal yang dia lakukan. Dia memberikan saya catatan lengkap jadwal latihan basket + jadwal lomba + jam dan tempat.. so complete! Jadi saya tau, kapan saya bisa menelfonnya.. (tapi sangat jarang saya lakukan, karena, dia jarang di rumah!) Lagian malu.. waktu itu, ga jamannya kan bunga dekati kumbang?

Tapi, saya selalu ingat dia sebagai Mr. Jerapah  yang tak pernah ingkar janji – bukan merpati aja, ya…  

-to be continued-

6 comments:

Ayas Tasli Wiguna said...

sedikit banyak mirip kisah cinta aku waktu sma gek *grin*, bedanya aku ga bisa basket, haha.. si jerapah ini yang skg jd suami kamu bukan, yaa?

IrmaSenja said...

Heuuuuuu pake to be kontinyuuuu...lagi seru, lagi penasaran.....*_*

jgn lama2 bikin kelanjutannya yak :)

Sang Cerpenis bercerita said...

eh cie cie...

YOLANDA said...

ciee cieee
saya juga jadi inget jaman SMP saya :-D

Ceritaeka said...

Hihihi so sweet banget sih sampai inget jadwal2 lomba :)

vie_three said...

so sweeetttt..... penasaaran, langsung ke part 3 aja dech.