Wednesday, September 1, 2010

Time



Time heals every wounds..
Kalimat itu saya baca di buku Dwilogi Andrea Hirata, yang berjudul Padang Bulan. Kalimat itu sederhana, namun bermakna dalam bagi yang membacanya.
Katanya.. Waktu yang akan menyembuhkan semua luka.
Benarkah?
Saya termasuk bukan orang yang pendendam, bukan juga orang yang suka menyimpan suatu rahasia atau masalah. Saya selalu serta merta meledak seperti gunung Sinabung yang muntab, atau mengeluarkan air mata sederas air terjun Niagara.. *sungguh perumpamaan yang super lebay..
Namun sepertinya saya termasuk orang yang belum bisa berdamai dengan masa lalu. Saya orang yang terlalu berperasaan, pedulian terhadap semua orang.
Benar kata teman saya, satu sifat yang tidak ada pada diri saya adalah,
:: IGNORANCE ::
Seandainya saya bisa menciptakan sifat itu pada diri saya, tentunya luka-luka itu tak mengendap dan memborok… somewhere in my heart.
Parahnya, bukan hanya hal-hal kecil, hal ini menjadi semakin membesar. Semakin saya bagi dengan semua orang, semakin perasaan ini makin menghantui, membesar…, dan membuat saya tak bisa pulas.. aneh!
Bukannya suatu masalah yang dibagi bisa mengurangi beban? Bukannya suatu masalah yang tidak kita pendam seharusnya bisa lenyap?
Nyatanya… it’s not happening to me.
And.. I’m wondering why…
Lagi-lagi saya bercermin pada kalimat itu…
TIME HEALS EVERY WOUND…
Benarkah?
Saya masih merasakan luka. Dia masih merasakan luka, dan parahnya, saya tau luka itu tidak menjadi lebih baik seiring berjalannya waktu.
Luka itu meluber bagaikan lubang neraka yang sudah ternguak selama 35 tahun… Bagaikan lumpur Lapindo yang tak terbendung dan terus mencuat…
Saya tidak tahu bagaimana cara menutupnya. Walaupun saya belum menyerah, dengan berpegang pada kalimat itu…
Again… TIME HEALS EVERY WOUND.
But I don’t believe it heals your heart – I don’t believe it will make your tears stop, and I know the fire it’s still there….
God, gives me a clue.
** *
Hey you!
One mistake made you angry, did you ever count how many mistakes you’ve made?

29 comments:

kebookyut (DiVe) said...

kalimat itu jg keboo denger di laguny taylor swift yg fifteen
kalo gak salah gini, "i found time can heal most anything"
hohoho...

jgn terus inget sakit atinya.. kasian si jabang bayi ... ^^

Antoninilez said...

gw suka baca buku, novellah..lo suka baca Hirata juga? hahaha... klise kalo org bilang waktu bisa menghapuskan luka... sebab di dalam waktu itu yg ada adalah pilihan memaafkan atau tidak... pagi, buk

isti said...

mungkin luka itu terlalu dalam ya..hingga dengan seiring wkt pun tidak dapat disembuhkan...

Ordinary BloG said...

Wah...sama kaya saya ni Gek..jadi orang 'ngga enakan' melulu..susah buat cuek. Akhirnya malah berbuah yang ngga baik, sering nge-dumel dalam hati 'kenapa gw mau melakukan ini yah?'.. Still don't have the answer too. Kadang berpikir, yasudalah, mungkin saya memang di ciptakan Tuhan seperti ini. Dan pada akhirnya..serahkan sama yg di atas aja deh ^^

Bekti said...

Yah, susah juga ya? kalau semakin diceritakan ke orang lain, yang terjadi mungkin memori kita malah semakin di refresh....
Kalau menurutku, diampuni saja Jeng. Tidak gampang memang. Secara kita juga membuat banyak kesalahan dan Tuhan selalu mengampuni, mengapa kita tidak belajar mengampuni orang yang bersalah kepada kita?
Lagi-lagi yang namanya ngomong itu lebih mudah daripada mempraktekan ya? hehe....

mocca_chi said...

kamu sudah menikah, tidak semestinya masih merasa terluka oleh orang lain di masa lalumu, terutama kalau orang itu cowok.
biarpun itu luka dimasa lalu, sudah saatnya kamu untuk mulai mengabaikannya karena jika kamu masih mengenangnya, bisa jadi secarik kecil hatimu masi ada di dia.

Freya said...

wah kita ternyata lg ngalamin hal yang sama ya?

Sang Cerpenis bercerita said...

bener kata nchi. lupakan masa lalu, meski itu menyakitkan banget. toh sekarang udah happy dg suami dan calon bayimu.

Gogo Caroselle said...

yang saya percaya bukan waktu yang menyembuhkan,
tapi keikhlasan untuk menerima bahwa semua terjadi karena memang sudah ada Dia yang menggariskan...

Krn katanya luka itu, yang menguatkan kita, menambah antibodi kita...

Ikhlaskan, ucapkan syukur pernah terjadi...

You'll feel better, maybe.. :)

ARIS said...

Benar juga menurut saya.
Tapi kalau udh curhat masih ada luka,seenggak-enggaknya kan sudah sedikit plong dan lega hati ini.Masa lalu untuk dikenang bukan untuk diingat.

suguh said...

waa udah baca padang bulan yaa..gimana serukah?

perasaan emang ga bisa dibohongin yaa....waktu kadang ga bisa ngehapus luka...tapi mungkin kita yang bisa berdamai dengan luka luka masa lalu , melupakannya dan memulai hidup baru ^^

dongkrak antik said...

wah blog nya terasa di malam hari penuh bulan..salam kenal dari dongkrak antik

Elsa said...

masa lalu..
tidak semudah itu melupakannya. karena memang sudah jadi bagian dari perjalanan hidup kita yaa

tapi ada benarnya juga.
mungkin "TIME" bisa jadi pahlawan kali ini

Baby Dija said...

Tante Gek..
apa kabar adik bayinya???

Wuri SweetY said...

Gek yang mo jadi Mommy...ga ada gunanya sakit ati lama2. Tuhan yang akan menyembuhkan lukamu dengan cara yang mungkin kau tak sadari.

aaSlamDunk said...

hae gek... bulan disana gimana?
hehehe *cuma nanya*

Enno said...

nanti juga sembuh, gek...
percaya deh... kamu ga selemah itu kan?

:)

RanggaGoBloG said...

memang terkadang luka yang terlanjur bersemayam dalam hati susah untuk di hapus.... Bahkan oleh tempaaan sang waktu....

ferdivolutions said...

aku kayaknya ikutan setuju sama komentarnya mocca_chi, mbak Gek...
hmm...

Cerita anak SMP said...

ah, mungkin memang sudah seharusnya kita belajar mengampuni: diri sendiri, orang-orang sekitar, dan masa lalu ... hmmm.. but this is not easy,. I know it.. ^^

Weka said...

memang semua kejadian menyakitkan itu tidak akan bisa dilupakan mbak bahkan untuk puluha n tahun sekalipun...tapi biarlah itu jadi kenangan dan pembelajaran...karena bukan waktu yang mengobati luka tapi kembali ke diri ini, sampai kapan akan mampu disakiti oleh kenangan itu...bagaimana melawannya
and
mantab postnya...

aditya's blogsphere said...

halo kawan, sekedar pemberitahuan kita kan pernah exchange link?sekarang link q berubah menjadi http://www.aditblogsite.co.cc/ dengan anchor teks aditya’s blogsphere, mhon di ubah dan di tunggu konfirmasinya :)

Piet Puu said...

Apa kabar tethku...
Masya ALlah kangen.. hehe :D
lama neh ga nge-blog aku teh, maklum sibuk euy... :p
persiapan dan belajar buad pendadaran...
tapi alhamdulillah udaa kelar...
enanggednya udaa lama kok teh
hehehe :D

wahh setuju aku teh...
waktu pula yg menjadikan seseorang menjadi dewasa ^^
miss u teh gek

rid said...

TIME HEALS EVERY WOUND.
But i don't believe it heals your heart-
setujuuuuuu... :)

Agung Pushandaka said...

Waktu kan ndak berbatas gek, kecuali oleh kematian. Jadi kalau sekarang kamu merasa ndak ada luka yang tersembuhkan oleh waktu, ndak benar juga. Kan waktu blum berhenti, jadi ndak bisa diputuskan seperti itu sekarang. Waktu akan selalu menyimpan rahasia di masa datang. :)

Muhammad A Vip said...

saya ganti status FB sehari sekali, itu saja udah males, tapi udah kadong punya akun jadi harus tanggungjawab.
tambah saya jadi teman ya!

bliyanbayem said...

bener kata kebo... jangan dinget2... entar jabang bayi punya sifat kayak gitu. hehehhe.... cuma sedikit nasehat dari anak udik!!

wiarsana said...

hi... iseng berkunjung gek... kebetulan ada post yang ini... hehehe... benar juga gek...butuh waktu untuk menyembuhkan luka...

Willyo Alsyah P. Isman said...

berkunjung disini
mohon maaf lahir batin
jangan lupa mampir ke blog ku ya...