Tuesday, August 21, 2012

White Elephants


I don’t wanna trap inside your love.
It’s already past – that’s why I call you my history.
____
Aku tak pernah tahu bagaimana waktu mempertemukan kita. Kita sudah berpisah. Bertahun-tahun lamanya. Kita tak pernah tau satu sama lain, tapi waktu selalu pertemukan kita disaat kita membutuhkan. 

Aku tak pernah kuasa menatap matamu yang terpenuhi cinta. Orang bilang, aku terlalu mudah dibujuk olehmu. Tapi, hanya denganmu aku bisa merasakan cinta yang tulus. Cinta abadi. Cinta posesif. Cinta yang kudambakan selama ini. 

Aku tak pernah lupa, saat kita bertemu di depan pura gajah putih itu. Kau menatapku dengan tatapan cinta yang tidak pernah berubah. Jangan tersenyum untukku. Jangan memelukku. Lepaskan genggaman tangan itu. Berhenti menciumiku. Hanya dengan menatapmu, aku tau, kau mau aku. Kau cinta aku. Dan aku segalanya untukmu. 

Tapi kau pergi. Dengan dia yang kau pilih lebih baik untuk menghabiskan hidupmu. Kau lenyap tanpa bekas. Dari hidupku, secepat kau datang. Kau adalah sejarahku. Yang tak pernah kulupakan.

I don’t wanna hang up for my future,
Because it’s unpredictable – that’s why I call you a mystery.
___
Lalu bagaimana caranya aku menghindari tempat dimana kita bertemu, kalau aku harus melewatinya setiap hari.. 

Kalau sebenarnya itu berada di radius satu kilometer dari tempat tinggalku. Dan kerap memikirkan bahwa aku akan melihat tatapan mata yang sama. 

Bahwa aku akan bertemu denganmu lagi. Menatap matamu, dan bertanya, apakah itu mata yang sama?

Dan aku tidak pernah berhenti berandai jika kau milikku. Jika ku punya kau. Aku biarkan dua gajah putih itu menertawai pikiran gila ku. 

Ku relakan mereka membeku memandangku tanpa harapan. Tanpa kamu. Tanpa matamu. Tanpa beritamu. Kau hilang, misteriku..

I prefer enjoy my day, sipping a cuppa of my hot Milo,
Thinking about god’s gift that’s I called Present. 
__ 
 
Chocolate? Sejak kapan kau suka coklat? Aku percaya kau akan menghujaniku dengan pertanyaan itu. Ada banyak hal yang ternyata tidak kau ketahui tentang aku. Ada sekelumit cerita yang kau tak mencoba mencari tau. Ada segudang pertanyaan yang kau tak pernah mau menjawabnya. Sungguhkah kau peduli? Well, it’s not about you – or him anymore.

 I MOVED ON. 

 Hidup adalah pilihan. Pilihan adalah kesempatan. Dan aku punya kesempatan mengubah hidupku… apa yang manusia rencanakan kadang bersimpangan dengan keinginan Tuhan, tetapi, keinginan Tuhan selalu lebih baik daripada rencana manusia.
I’m grateful for all God’s gifts today. Thanks a lot.
__ 

And you… stay there. Frozen. Like those white elephants…

9 comments:

Ordinary BloG said...

Pertamax ngga ya ?!

Hi Gek... Pa Kabar?
Pengen nyoba exist lagi ahhh...
Anw, Gek lagi galau ya dengan posting nya..hihi..

Sang Cerpenis bercerita said...

apakah ini cerita ttg masa lalu? ttg si dia yg sudah berlalu. ttg si mantan?

-Gek- said...

@ Mba Fan : Iya.. mantan. hihihihihihihihihihihi.. yang mana yah.. aduh susah jelasinnya *garuk2 kpala..* :D

@ Ordinary Blog : YES! Dikau pertama. Welcome back! :)

Sang Cerpenis bercerita said...

jiaah mantan ni yee

Rezzadian a,k.a. Om a.k.a eja a.k.a said...

kata kata yg dicetak biru itu....
simple but superstitiously marvellous!

this is my first visit here and it's awesome!

Ceritaeka said...

Dikembangin dikit lagi terus kirim ke majalah buat rubrik Cerpennya, Gek!
Keren deh ;)

Gloria Putri said...

keren mba (sptnya aq hrs manggil mba instead of gek)
aq suka kalimat terakhirnya.....cool bgt.....td pas liat judulnya aq kira tulisan filsafat (lupa aq nama filsuf nya)....

Lopce Simoes said...

Wherever you go, dont forget to take ur own sunshine with you.. hehe

suka kalimat terakhirnya, and you... stay there, Frozen!! yg dulu mah jgn diungkit lgi atuh. hehe *canda*

look forward for ur new posts. Cheers

Freya Lenneth said...

Wah... cuman satu yang ane bingung... apa hubungannya sama gajah putih? heheh

Pasti nih ada sejarah tersembunyi. Sudahlah, keluarkan saja semuanya heheheh :P