Wednesday, January 6, 2010

Beda!

Gyah.. akhirnya bisa juga up-date.. (T.T)
Benar-benar mo curhat tentang kantor yang tidak berprike-gek-an.. (emang ada ya istilah itu???) *jitak!

Secara, saudara-saudari Angel's Lovers tercinta.. Gek udah mulai kerja lagi tanggal 4 Januari kemaren.. kan Gek baru dateng tanggal 22 Desember tuh... un-packing luggage aja belum sempat.. OMIGOD.. *tersedu-sedu.

Serasa semua beda dunia Gek baru sampe ke Bali, udah di uber-uber oleh "setan oleh-oleh" hihihihihi. Belum lagi sama Mami yang supa dupa cerewet ngalahin hujan badai tujuh hari tujuh malam.. Belum lagi "Balada Si Kopi Item" yang luar biasa nguras tenaga.. belum lagi perubahan suhu antara udara di rumah dan di kantor yang supa dupa dingin karena AC nya POL!

NB. (Gayanya.. belum akhir postingan kok udah NB?????)
*Buat yang tercinta Nchi dan Bli Jhoni.. sapa lagi yak? Bli Gusti, duhhh.. belum bisa ketemu yak??? Maaf! *nyembah-nyembah
*Si Kopi Item, kalo sempat dibuatin deh postingannya.. huhuhuhu.. (T.T)


Sepanjang hari mulai hari Senin kemaren, mulut saya sampe berbusa bilang,



Ampe teman-teman saya bengong dan protes karena keluhan-keluhan saya yang tidak pernah terdengar sebelumnya dari seorang gek! Gimana ga capek??? Perbedaan jam mengajar dan kesulitan level pekerjaan dari kerjaan saya di Aussie dan di Bali, berbanding terbalik, antara langit dan kerak bumi. Catet ya.. kerak bumi! Bukan bumi atau tanah.. (T.T)

Alhasil, kemaren saya terkapar dengan sukses dengan suhu badan menyamai suhu panci aer panas di dapur. Kepala kayak udah di jitak berjuta-juta palu, mata udah panasssss banget. Duh, menderita banget deh, saya.. huks huks. Yang nungguin kemaren malam juga cuma pacar saya, si Papi yang notabene dokter, seperti biasa acuh-tak-acuh kalau saya sakit. Nunggu pingsan dulu, baru dilirik. Untung masih punya persediaan obat pribadi, dan memaksakan diri untuk tidur lebih awal.

Pagi ini, waktu bangun sih, kepala masih lumayan berat, namun udah ga panas lagi. :) Sebelum kerja, saya juga bela-belain minum "Centrum" *apaan Centrum???
Cetrum itu, vitamin A-Z...! Praktis kan? Ada gak ya di Bali? Saya juga musti rela mengajar 4 jam tanpa memakai high heels saya seperti biasa - tambah membuat bengong murid-murid bule saya- yang bagi saya para "monas" hidup yang bersliweran di depan hidung saya.

Bukannya mau tampil beda dengan tidak pakai high heels, tapi, itu juga karena kaki saya kemaren, sakitnya tiada tara melebihi kaki yang diamputasi! (Sok pernah aje.. hih.. *touch the wood.)

Teman-teman guru yang baru bermunculan pada kaget semua ngeliatin saya, dan komentarnya masih... senada dan seirama dengan komen sebelumnya. *capeee deehhh!

Tapi, tadi siang, saya ketemu temen bule saya yang namanya "Des". (Bule Cowok ye.. )
Berikut cuplikan percakapan kami.

D : Hi Gek! OMG! You're back already!
G : Yeah right! Even I've got class!
D : Hey, you look so different!
G : Really?? Well, I don't think so, Des!
D : Yeah, your hair looks different!

Jiahhhhhhhhhhh.. gedubrax! Coba kalian tahu rambut saya yang dulu dan yang sekarang.. ck ck ck. Rambut saya sekarang, sebahu, kering, jering-jering, dan ikal! Rambut tidak rapi nomor satu di dunia, walaupun saya akui, "tidak rapi" itu menambah ke-eksotisan saya.. hahahhaha...! *gampar.
Sedangkan rambut saya dulu.. panjang, lurus (biasa lah.. pengaruh film-film korea ituuuu..), lembut, dan cantik sekale.. (walaupun mengurangi ke-natural-an saya.)

G : Well, this is my natural hair, Des!
D : Really?
G : But, which one do you prefer? My hair now or before?
(bagusan mana, rambutku yang sekarang apa yang dulu?)
D : Well, actually, hair is not very important for me, the most important thing is the underneath.
(Ah, rambut si ga penting, yang penting bawahnya...!)
G : WHAT???!!!

Friday, January 1, 2010

BLACK Magic


Siang ini, kulangkahkah kakiku mantap ke kantor yang telah memberiku hidup selama kurang lebih dua tahun terakhir. Langkahku tersekat di setiap lorong dan ruang, karena harus menyapa semua staff karena kepulanganku dari benua kangguru usai menuaikan tugas selama setahun. Tak banyak berubah, semua terlihat tak asing bagiku, semua terlihat menyenangkan. Kembali ke meja kesayanganku, kembali ke lingkungan orang-orang yang ku kenal dan menyambutku hangat.
Sehangat teh tawar di kantin belakang yang setia kuminum saat makan siang. Aku berada di lingkaran orang berbeda siang ini. Ada beberapa staff yang tidak ku kenal baik, namun mereka tidak keberatan aku bergabung, sambil mendengar celotehan mereka siang tadi. Aku juga mengijinkan beberapa teman lelaki yang menghisap rokok Djarum Black Slimz nya dalam-dalam sambil ikutan mendengar celotehan teman-temanku.
Disampingku, kebetulan ada temanku yang sedang hamil 6 bulan di bulan ke empat pernikahannya. Sedang sibuk menanyakan ini itu tentang persalinan, proses sebelum dan sesudahnya.
Kalau di Bali, tentu saja semua hal dihubung-hubungkan dengan tradisi dan ritual. Karena teman saya ini sedang hamil, maka dia dianjurkan untuk membersihkan diri ke Tirta Empul. Para Black Community yang berdomisili di Bali, tentu tahu donk tentang tempat wisata yang cukup sakral ini. Tempat ini terletak di propinsi Gianyar Bali, tepat di bawah istana kepresidenan yang dibangun oleh Presiden pertama Indonesia, yaitu Presiden Soekarno.
Tirta Empul sendiri adalah pura atau tempat suci umat Hindu yang cukup dikeramatkan karena memiliki kurang lebih sebelas mata air yang diyakini mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit, sebagai pembersihan atau penolak bala, dan juga yang paling terkenal berfungsi untuk menyembuhkan orang yang terkena BLACK magic.
BLACK Magic, apaan sih?
Kalau di Bali, sih, Black Magic ini masih popular sekali… Kalau diindonesiakan, disebut ilmu hitam. Kepercayaan orang Bali akan ilmu ini, terbilang sangat tinggi. Sedikit terkena sakit aneh saja, mereka sudah buru-buru ke dukun atau orang pintar dan bertanya, “Apa kena Black Magic, nih?” padahal si sakit memang murni sakit atau hanya kelelahan saja.
Black magic ini, kerap digunakan apabila seseorang mempunyai sifat IRI HATI. Sifat ini, sungguh memalukan bagi saya. Lah, kalau tetangga baru membeli mobil baru karena hasil kerja kerasnya, apa perlu kita suguhi kue yang sudah berisi BLACK magic, hanya karena kita iri tidak bisa membeli mobil? Apa perlu kita mengirimi buah yang sudah berisi BLACK magic, karena saudara kita baru menikah dan terlihat sangat bahagia?
Hal ini juga diungkapkan oleh teman wanita saya, yang sudah empat tahun menikah dengan pria yang lebih muda. Dengan penuh semangat dia bercerita kepada teman-teman saya,
“Eh, tau ga? Waktu saya pacaran dulu, saya selalu diajak jalan-jalan ke Tirta Empul setiap minggu!”
“Loh kok  gitu?” timpal teman saya, si Ibu hamil, yang terlihat keheranan.
“Iya, saya juga ga ngerti, tapi, baru-baru ini saya tahu, kalau di Tirta Empul mampu menyembuhkan orang yang terkena BLACK Magic, baru saya ngeh.” Ucapnya, sambil menghabiskan teh botolnya.
Kami semua yang ada di meja itu, tambah bingung dan nggak mudeng dengan cerita teman wanita saya itu. Teman pria saya malah sudah mematikan rokoknya di asbak, walaupun belum habis, terlihat mereka sangat tertarik akan cerita teman wanita saya itu.
“Iya.. semua keluarga suami saya, sangat heran mengapa suami saya mau menikah dengan saya. Sudah dia lebih muda, dia juga anak tertua yang mau masuk keluarga saya. Tentulah mereka curiga, dipikirnya, saya pakai BLACK magic!!”
Semua orang di meja itu termasuk saya cuma manggut-manggut tanpa komentar. Mencoba menyeruput sisa-sisa minuman di gelas, walaupun sudah habis.
“Malahan, kalau saya buatkan suami saya kopi gitu. .dia masih saja terlihat ragu untuk meminumnya! hu uh!” Ujar teman wanita saya berapi-api.
“Padahal udah sering ke Tirta Empul ya.. tapi diajak nikah juga tuh, hehe..” tiba-tiba teman saya, si Ibu hamil nyeletuk, membuat suasana dingin mencair.
“Iya, padahal memang benar cinta – kok pakai kambing hitam si BLACK magic?” ujar salah satu teman pria saya, membuat semua orang yang ada di sekitarnya tersenyum lebih lebar.
“Betul itu, wong kalo udah cinta, tai kucing hitam juga rasa cokelat, setuju??” Ujar teman wanita saya sambil memandangi kami semua, yang langsung kompak berucap,
“Setujuuu…!!!”