"Jangan mau main sama Gek, dia dari keluarga ga bener."
Masih segar di ingatan kala saya memandang marah pada seorang Ibu yang menghentakkan genggaman tangan seorang teman dari tangan mungil saya. Teman saya bingung, dan menghambur ke pelukan ibunya. Mereka berlalu begitu saja di hadapan saya. Teman-teman lain yang berada di sekitar saya, langsung menghilang satu persatu. Maka dari itu, seorang Gek yang berumur 5 tahun, tidak pernah main ke tetangga sebelah rumah. Tidak pernah tahu siapa-siapa saja nama mereka. Karena mereka tidak menerima saya, hanya karena orang tua saya bercerai.
Berlanjut.. kisah ini berlanjut hingga berlarut-larut. Waktu zaman itu, memang kasus perceraian keluarga ada satu berbanding sejuta, apalagi di Bali. Jadinya saya dianggap alien oleh teman-teman saya, dari SD sampai SMA.. Ejekan, sejuta ejekan- bahan cemooh.. ah segala macam deh- hanya karena saya berbeda. Mereka anggap saya mungkin terlalu berbahaya untuk dijadikan teman, maka dari itu, teman saya memang sedikit sekali.. 4 orang teman dekat, itu sudah sangat banyak artinya untuk saya.
Waktu saya kuliah juga seperti itu, saya tidak tahu cara mengatakan pada dunia bahwa saya normal. Mereka mengganggap saya berbeda – namun kok yang maju malah saya, bukan teman-teman saya.. Jadi saya malah berpikir balik, mereka hanya takut – atau mungkin malas untuk mencoba. Atau mungkin saya yang terlalu nekad – dan mereka anggap saya gila.. (tapi sumpah, saya ga gila!!!)
Kembali enam bulan yang lalu, saat saya membuat blog ini, saya tidak punya teman.. paling yang membaca reader setia saya a.k.a G atau yang mau dipanggil JIE sekarang(*geleng-geleng kepala)– yang selalu bilang, tulisan saya akan lebih indah kalau dituangkan dan dibaca orang banyak, bukan dia saja.. Dan.. kembali saya temukan dengan takjub, bahwa persahabatan di dunia maya ini luar biasa indah. Tanpa perlu berjabat tangan, tanpa perlu jemari bersentuhan, namun persahabatan itu terjalin begitu saja – seperti air yang mengalir di sungai hatiku.
Terima kasih untuk persahabatan bloggers yang indah layaknya bintang di langit.. tak dapat saya raih, tak bisa saya rasa, namun saya tahu kalian selalu ada di sana, menemani saya, membaca tulisan saya, dan menerima saya sebagai sahabat tanpa peduli siapa saya. (duh.. dalem…!)
Kepada sahabat baruku, Mas Seti@wan, terima kasih untuk rentetan award yang dihadiahkan untuk saya. Kado manis yang sangat indah untuk persahabatan kita! (Saya pasang yang belum saya punya ya Mas.. hehe)
Kedua award ini saya persembahkan kembali untuk dua sahabat saya yang setia menemani saya – dan memberikan inspirasi. Mereka adalah Pohonku (biar engga sendirian terus dan juga asupan tenaga untuk “menyepi..” hehe) dan Sabda (biar tambah bersinar cahayanya) .Jadi… tolong dijemput awardnya, ya!
Untuk bloggers sahabatku, jadilah bintang hatiku yang selalu bersinar! ;)





