Friday, February 5, 2010

Eksklusif (Part Three)


Sebelumnya :
Saya dan Kadek sudah memiliki kehidupan masing-masing. Kami berdua memiliki  kekasih, namun kami berkhianat pada pasangan kami. Sedangkan kekasih saya, ternyata menghianati saya juga, dan memutuskan saya melalui sms.. Tega banget yeee…?
___
Tangan saya gemetaran menekan tombol “yes” pada HP saya. Iya. Saya hafal betul nomor itu.
“Gek?” Ujar pria di seberang sana. Satu-satunya pria yang memanggil saya Gek dari pertama bertemu sampai sekarang. Saya merinding sebelum menjawab telefon itu, mencoba mengatur suara saya, menghapus air mata saya yang belum mau berhenti mengalir.
“Gek..?”
Tidak tahan, tetap saja saya menangis dan menceritakan duduk persoalan yang terjadi. Tidak banyak yang ia katakan. Yang saya tahu, tiba-tiba dia ada di depan rumah saya, memeluk saya dan menenangkan saya. So sweet? Memang. Dia super duper romantis. Mungkin karena itu, saya menyimpan cintanya di lubuk hati saya yang terdalam.
Iyah… bisa ditebak lagi, kami CLBK.. ! Kami jadian lagi. Pacaran lagi. Masih sering sih, saling mengungkit masa lalu, mencari kesalahan satu sama lain, dan menyesali kejadian putusnya kami. Tetapi, kalau kami tidak sempat merasa kehilangan, kami tidak akan pernah merasa memiliki, setuju??
Kebetulan, waktu saya pacaran lagi sama Kadek, saya malah ditugaskan tugas ke Australia selama setahun, perpisahan kami selama 6 tahun, harus ditambah setahun lagi.
Takjubnya, kami menjalani itu semua. Dia bisa bertahan di Bali tanpa saya, begitu pula saya yang bertahan di Australia selama setahun. Malahan, lucunya, kami sering bermimpi nge-date bareng, setiap malam minggu! Saya super duper heran deh – walaupun seharusnya sangat-sangat bersyukur dengan takdir cinta kami!
Seperti fairy tale? mungkin. Tapi, tidak muluk-muluk, saya juga ingin kisah cinta ini berakhir dengan happy ending.
Cinta sejati? Iya.
Saya rasa, saya sudah menemukan dia. Dan pepatah “True Love Never Dies” itu.. bener banget kok!

Selamat Ulang Tahun, Cinta!
 ** Ini nih gambar eksklusif saya waktu ulang tahunnya. : ) **
(Angel’s Lovers yang penasaran sama saya, semoga ga penasaran lagi.. hehehe)
Oh iya.. mau berpesan satu lagi…    CLBK is not a crime, guys!!!

Thursday, February 4, 2010

Eksklusif (Part Two)


Sebelumnya :
Saya jadian sama My Man, di hari ulang tahunnya. Kami juga akhirnya berpacaran, namun terpaksa putus seminggu sebelum ujian akhir, karena dia mungkin tidak tahan untuk berpacaran backstreet??
___
Akhirnya, mungkin karena hal itu juga, saya memutuskan untuk kuliah di Bali bagian utara. Kota Singaraja yang jaraknya 200 km dari Denpasar. Pengennya memutuskan hubungan sama sekali dengan si Kadek, dan melupakan dia -pria yang menyakiti hati saya, sedalam-dalamnya.
Di Singaraja pun, dari semester satu sampai semester akhir kuliah, saya mempunyai pacar lagi. Maklum, saya memang tidak bisa hidup sendiri. Saya biasa hidup tanpa orang tua, tanpa teman, namun, Saya sangat perlu pacar! Yang bisa saya jadikan “orang tua”, saudara, sekaligus teman hati juga..
Tetapi, hati memang tidak bisa bohong. Kadek masih menghubungi saya waktu saya di Singaraja, setiap tahun ulang tahunnya, saya otomatis pulang ke Denpasar dan memberikan kartu, hadiah, atau sekedar kue ulang tahun pada Kadek. Sementara itu, Kadek sendiri sudah punya pacar juga, namun pacarnya itu berdomisili di Bekasi.
Jujur, kami adalah penghianat. Kadek menghianati kekasihnya, saya juga. Kami sama-sama tidak mau memutuskan hubungan yang sudah terjalin lama dengan kekasih masing-masing. Kami sendiri memiliki rencana menikah dengan pasangan kami masing-masing.
Namun, takdir berkata lain. Tahun 2008 yang lalu, Ibu saya memergoki kekasih saya (yang waktu itu, sudah berpacaran selama 5 tahun dengan saya), menggandeng mesra wanita lain, yang belakangan saya tahu, kakak kelas saya – teman sekerja kekasih saya.
Saya awalnya mendiamkan saya hal itu. Karena saya ingin kekasih saya jujur. Pernah saya ber-video call dengan kekasih saya, dan jelas-jelas ia dan kakak kelas saya, sedang makan berdua di warung makan kesukaan saya. Kakak kelas saya selalu meyakinkan saya, kalau mereka hanya berteman. Saya semakin terbakar cemburu – dan meminta kejelasan.
Waktu itu, saya masih memberikan kelonggaran dengan hanya meminta “break” dari kekasih saya. Herannya, dia yang menangis Bombay. Dia bilang, dia tidak mau menyia-nyiakan hubungan 5 tahun kami. Saya meninggalkannya dengan tangisan bombaynya di warung makan kesukaan saya.
Beberapa hari kemudian, Kadek menghubungi saya, dan mengajak saya jogging di Renon. Lari pagi bareng bukan dosa toh? Saya dan Kadek pun lari pagi dan dia bercerita panjang lebar tentang kekasihnya yang memutuskannya beberapa bulan yang lalu. Dia sih tidak menjelaskan alasannya. Saya pun tidak membicarakan tentang hubungan saya dan pacar saya yang bermasalah. Pagi itu, tangan Kadek menggengam tangan saya lembut, jantung saya berdegup cepat, masak sih, kami masih saling mencintai?
***
Pagi itu, April 2008, saya masih ingat, ada sms masuk di HP saya. Dengan sangat terkejut saya membaca sms itu. Dari kekasih saya, yang membuat perumpamaan tentang keadaan cinta kami. Saya masih ingat d isms itu, dia bilang, “Cintamu bagai gelas kaca. Terlihat seolah penuh dengan air dari luar, namun di dalamnya kosong.” Saya bingung dan terkejut, belum sempat membalas, malah ia kirimi saya sms lagi, “Cukupkan hubungan cinta kita sampai di sini saja.”
Aduh!
Hati saya tercubit saat itu juga. Heran akan nasib saya yang selalu diputuskan para pria yang tidak bisa mengerti arti tulus sebuah cinta. Hubungan yang saya pertahankan selama 5 tahun, malah tersia-siakan via sms. Menghormati saya pun, tidak. Saya membaca sms itu berulang kali, puluhan kali, tanpa sempat membalasnya. Saya langsung hapus nomor telefon pria itu, meletakkan HP saya, dan menangis sepuasnya.
Tiba-tiba HP saya berbunyi, saya ingin langsung menekan tombol “reject” namun, no telepon itu bukan dari pria brengsek – yang kini jadi mantan kekasih saya. Telepon itu dari..
(bersambung…)