Monday, August 30, 2010

Setidaknya....

Setidaknya.. 
Bulan Agustus belum berlari terlalu cepat. 




Setidaknya..
Aku tidak seraya pingsan melihat tanggal di jam tanganku 
yang merujuk angka dua puluh sembilan. 




Setidaknya..
Aku tahu engkau tidak sendiri meniup lilin ke 28 itu. ; )
Dan kau curang, menghapus tanggal lahirmu di facebook!!! 


Setidaknya..
Aku mengingatnya walau sudah terlambat.  Namun,
Bukankah terlambat lebih baik daripada tidak sama sekali?
: ) 




** *

Tiup lilinnyaaaa......!!
Untuk Jie

Selamat ulang tahun yang ke 28, semoga semua wish list mu accomplished di usia yang sudah mulai tua. 

Tapi aku tak kawatir, karena aku tak bisa melihat ubanmu… (aku tak yakin dia tumbuh…) hehehehe. (^^)V



Tetap optimis menjalani hidup, okeh!










Friday, August 27, 2010

Mejejaitan


Ada yang tau arti kata dari judul postingan saya kali ini?
Orang Bali, pasti – kudu – musti tau.. : )
Mejejaitan itu, adalah sebuah kegiatan untuk membuat persembahan untuk Tuhan, dengan kata lain sesajen. Tau sendiri kan, sebagai umat Hindu di Bali, setiap hari kami bergelut dengan kegiatan ini, khususnya Ibu-Ibu Rumah Tangga atau secara umum.. para wanita di Bali, tidak pakai pasaran umur yaa… pokoke yang penting wanita, perempuan, anak gadis!
Yang diperlukan saat mejejaitan apa? Bervariasi, kalo saya jelasin panjang lebar disini.. bakal habis seratus halaman untuk membalas ini.. hihihihi. Yang penting harus ada Janur, Semat, dan pisau tajam!
Uniknya lagi, setiap daerah di Bali.. (Di Bali ada 8 kabupaten), sesajen yang ada berbeda-beda loh! Jadi tentunya ilmu mejejaitan ini berbeda di setiap daerah, alias tidak ada “Perfect Rule” nya seperti ilmu matematika. Kesannya... saya melihat ilmu mejejaitan ini seperti ilmu bahasa. Mengalir seperti air, dan terus berubah-ubah mengikuti kemajuan jaman yang ada.
Pengetahuan tentang ilmu ini diwariskan dari keturunan satu ke yang lainnya. Terus-menerus tanpa terputus. Jadi, misalnya, ilmu mejejaitan saya *kek ilmu silat ajahh.. kwkwkwkk, harusnya diturunkan dari Ibu saya. Tetapi, kebetulan karena keluarga saya yang broken home, Ibu saya tidak pernah mengajari saya mejejaitan. Saya malah banyak belajar dari bibi-bibi saya, dan sepupu saya di desa. Itu pun dengan penuh susah payah dan caci maki.
Kadang, kalau ada upacara saya cuma duduk atau di suruh mengerjakan pekerjaan lainnya. Belum lagi telinga harus panas mendengar..
“Eh, janurnya mahal! Kalau mau belajar besok-besok aja!”
“Ini jahitannya ga boleh rusak, kalo rusak awas ya!”
“Udah ah… ini terlalu sulit untuk kamu, kita ga ada waktu untuk mengajari kamu!”
Fiuh..fiuh.. saya biasanya menggerutu dalam hati dan mengeluh, kapan bisanya kalo setiap mau belajar diperlakukan seperti ini??
Belum lagi waktu saya menikah, paman dan bibi saya malah menyindir dengan kalimat-kalimat..
“Sudah bisa mejejaitan kamu?”
“Sudah bisa ngurus suami dan rumah?”
“Sudah tau cara ngurus anak?”
“Ga tau apa-apa gitu kok nekad nikah, nanti mertuamu nyesel punya menantu kamu..!”
Hahhahhaa.. tega ya mereka? 
Tapi ga semua sih, paman dan bibi saya seperti itu.. yang baik malah berkata, “Udah.. semua itu bisa dipelajari. Mertua kamu pasti mau ngajarin, asal kamu mau belajar!”
Nahhhhh! Itu kata-kata yang benar!!!
Setelah menikah, saya merasa bersyukur sekali masuk ke keluarga besar suami saya yang notabene sudah tahu keadaan saya, dan walaupun saya ga bisa apa-apa, mereka tetap kasi saya kerjaan mejejaitan, plus contoh dan semangat!
“Pelan-pelan aja jaitnya.. “
“Ga pa-pa rusak, nanti ulang buat yang bagus..”
Kalo saya udah selesai dengan hasil yang sedikit berantakan, mereka masih tersenyum dan bilang,
“Wah… itu sudah pintar, ga pa pa nanti bisa dirapikan lagi, lama-lama pasti bisa..!”
Rasa haru saya membuat semangat belajar saya semakin tinggi dan semakin ingin belajar, sampai suami saya terheran-heran, karena saya mendadak bergaulnya dengan ibu-ibu PKK dan nenek-nenek sembari memegang janur, dan semat.. ditambah bersenda gurau… hahaha.
Apapun pasti bisa dipelajari asal kita mau! Tidak ada kata untuk terlambat, jadi yang merasa pesimis akan hal apapun….. mending menghilangkan rasa itu jauh-jauh deh!
Remember, where there is a will, there is a way.
Have a nice weekend everybody.. : )

** Stop Press.....!!! **

Numpang ngucapin selamat atas postingan ke-1000 blognya Mba Fanny! Semoga tulisannya bisa terus kita nikmati bersama.. :) Sekalian pamer award... coba mampir aja ke blognya, sapa tau nama kalian di absen.. hehehe.. Cheers!!