Postingan ini seharusnya udah dibuat minggu lalu, tetapi karena kesibukan saya, jadinya harus tertunda bgt… huh u hu (tersedu-sedu mode : on) Karena kepanjangan juga.. saya jadiin tiga bagian.. (busyet, dah!) Semoga ga bosen bacanya, ya…. Enjoy.
Saya mau cerita tentang ulang tahun “my man”a.k.a pacar saya … ahem! Tanggal 21 Januari kemaren. Tanggal ini sebenarnya, tanggal bersejarah banget bagi saya dan dia. Karena di tanggal yang sama, 8 tahun yang lalu, saya jadian sama dia.
Busyetttt… lama amat?! Ho oh, saya juga heran, tetapi sehari sebelum tanggal 21 kemaren, my man malah bilang, “kok cepet banget yak, 8 tahun..” iyahhhhh.. mau teriak deh saya.
Tenang-tenang, terlalu berlebihan.
Sebenarnya.. saya cerita dari awal deh. Sepertinya seru untuk diceritakan. Hehe.. ( gee r mode : ON)
Pertemuan saya dengan my man itu, sebenarnya dari rumah teman saya, waktu saya SMA dulu. Biasalah anak SMA, punya gank-gank tersendiri demi keeksisan mereka. Kadek – itu panggilan pacar saya, nodong nomor HP saya pada teman saya. Mulailah dia menelfon saya, sms saya.. , minta ketemuan… hmmm.. pertamanya saya yang “double” a.k.a udah punya pacar mulai merasa terganggu. Pacar saya sudah mulai bertanya-tanya, karena sms si Kadek ini pernah mengganggu acara kencan saya. Saya Cuma bilang, “teman.” Akhirnya, saya kasih warning ke Kadek, untuk tidak menghubungi saya lagi.. eh, dianya hanya mundur sesaat. Karena dia tahu, pacar saya beda iman dengan saya, pastinya dia masih punya harapan.
Seperti yang diduga… saya diputusin sama pacar tidak seiman saya.. (huks huks), tetapi si Kadek belum tahu sih.. Walaupun tidak sengaja saya bertemu lagi dengan dia di acara ulang tahun teman saya. Dia tetap ramah menyapa saya, tetap duduk di dekat saya, dan bertanya ini itu penuh perhatian.
Iyah.. namanya perempuan, meleleh dounk, diperlakukan lembut seperti itu.. sampailah dia dengan pertanyaan, “Kok tidak datang dengan pacarmu?” Dengan jujur saya jawab, “Udah jomblo lagi.” Dia menanggapi dengan campuran wajah kaget dan senang.
Beberapa bulan kemudian, saya dengar Kadek akan berulang tahun. Bingungnya, saya melihat teman-teman saya sibuk banget mempersiapkan ulang tahunnya. Saya malah santai, hadiah pun tidak saya persiapkan. Buat apa, toh, dia cuma teman biasa saya.
Udah bisa ditebak, ya? Dia menyatakan cinta di hari ulang tahunnya. Status saya waktu itu, siswi single, kelas tiga SMA yang mau ujian, dan bodohnya tepat pada tanggal 21 Januari 2002 - saya terima tuh, cintanya. Hahaha.
Cinta anak SMA dengan anak kuliahan, paling banter pergi ke pantai, ngantre nonton, makan bareng, dan yang paling sering, ngumpul bareng gank. Jarang banget berdua-duaan. Apalagi hobinya dia utak-atik otomotif dan naik sepeda.. jelas-jelas beda jauh sama saya yang hobi diam di rumah, membaca buku dan menulis buku harian.
Beberapa bulan jadian, hubungan kami baik-baik saja. Bertengkar-bertengkar dikit, wajar lah... Malah ada cerita tentang pria lain yang datang ke rumah pacar saya, dan bilang, “Kamu, main rebut wanitaku, aku mencintainya lebih dulu dari kamu..” Kami bengong. Fully bengong!
Namun, sebelum ujian, hubungan saya tercium oleh bapak saya yang super duper galak waktu itu, terang saja, hubungan itu langsung kena cap.. FORBIDDEN!
Ouch!
Iyah.. jadi super duper backstreet deh, selama beberapa waktu, namun, mungkin karena tidak kuat, atau alasan lain.. entah kenapa Kadek malah memutuskan saya, seminggu sebelum ujian akhir..
Kebayang ga sih… gimana sakitnya hati saya? (lebay mode : on)
(Bersambung…. )