Tuesday, June 29, 2010

Wedding Rings!



Apa komentar kalian kalo melihat gambar di atas?
---- Tulis di kotak komen yang harus di moderasi dulu ---
*hohohoho… (ketawa evil)
Komen teman-teman saya…… ::
-          Gek, marriednya dua kali yah?
-          Wah, punya suami dua!
-          Bagi dounk cincin kawinnya…
-          (Yang paling parah…) mo jadi dukun Gek??
Gedubraxxxx…
Ceritanya, cincin yang lebih kecil, adalah cincin pertunangan saya. Saya tunangan kurang lebih setahun sebelum akhirnya nikah. Nah…….. yang lebih besar dan berisi permata (*maunya sih diamond… hihihihi) adalah cincin kawin saya – getoooo…
Saya sayangggg.. banget sama cincin tunangan saya, soalnya, cekli * bangetsss…
*(ini bahasa saya dan ibu saya untuk “cute dan imut” hohohoho.)
Makanya saya pakai keduanya – suami saya juga gitu, memakai kedua cincin di satu jari manis.
Akhirnya karena ga kuat denger komen-komen itu, dan malas neranginnya.. Saya lepas deh cincin kawin saya. Saya pakai cincin tunangan saya ajah.. dan suami saya toh engga ngelarang. Sama aja maknanya
:: COMITMENT::
Tau-taunya…. Di suatu makan siang yang tak terduga.. ada teman saya yang nyeletuk..
“Lahhh.. Gek.. kamu gimana sih, kok ga pake cincin kawin??!”
Wah, saya ampe keselek.. segitunya….
Dan… alasan saya ga mau pake cincin kawin aja karena.. masih kebesaran.. (lagi seperempat ukuran - nanggung banget kan?? ) hihihihi. :D
Maksudnya saya nunggu biar jari saya sudah pas ukurannya, gitu..
Menurut teman-teman gimana baiknya yah???

Wednesday, June 16, 2010

Letter from Mom


Mama melahirkan kita sambil menangis kesakitan...
Masihkah kita menyakitkannya?
Masih mampukah kita tertawa melihat penderitaannya?
Mencaci makinya?
Melawannya?
Memukulnya?
Mengacuhkannya?
Meninggalkannya?
Mama tidak pernah mengeluh membersihkan kotoran kita waktu masih kecil,
Memberikan ASI waktu kita bayi,
Mencuci celana kotor kita,
Menahan derita,
Menggendong kita sendirian...
Di saat mamamu tidur, coba kamu lihat matanya dan bayangkan matanya takkan terbuka untuk selamanya...
Tangannya tak dapat hapuskan airmatamu dan tiada lagi nasihat yang sering kita abaikan...
Bayangkan mamamu sudah tiada...
Apakah kamu cukup membahagiakannya...
Apakah kamu pernah berfikir betapa besar pengorbanannya semenjak kamu berada di dalam perutnya...
Kirim pesan ini pada semua... Itupun kalau kamu sayang mamamu dan mau mengingatkan teman2mu. Ingat-ingatlah 5 (lima) aturan sederhana untuk menjadi bahagia:
1. Bebaskan hatimu dari rasa benci.
2. Bebaskan pikiranmu dari segala kekuatiran.
3. Hiduplah dengan sederhana.
4. Berikan lebih banyak (give more).
5. Jangan terlalu banyak mengharap (expect less).

SADARILAH bahwa di dunia ini tidak ada 1 orang pun yang mau mati demi MAMA, tetapi... Beliau justru satu-satunya orang yang bersedia mati untuk melahirkan kita... Mama bukan tempat penititipan cucunya disaat anda jalan-jalan, tetapi disaat beliau sudah tua dan tak bertenaga, yang beliau butuhkan sekarang adalah perhatian anda, datang & hampiri dia, bertanyalah bagaimana kesehatannya saat ini dan dengarlah curhatnya, temani dia disaat dia membutuhkan anda, itu saja..... Beliau sudah bahagia sekali............. dan melupakan semua hutang anda kepadanya.
Kirimkan ke 20 orang agar MAMA KITA PANJANG UMUR
<3 I Love U Forever Mom <3
--------------------
E-mail ini pop in begitu saja di inbox saya kemarin sore.
Tanpa judul.
Kalau orang lain yang membaca mungkin akan tersentuh, bahkan berlinang air mata.
Namun, mengapa itu tidak terjadi pada saya yang hanya tersenyum dan bahkan tertawa setelah membaca e-mail ini?