Showing posts with label Tanda Cinta. Show all posts
Showing posts with label Tanda Cinta. Show all posts

Saturday, February 6, 2010

Kena deh!

Saya kena tag nih… dari dua orang sekaligus. Pertama dari Bli Jhoni abis itu, kena lagi dari Mino Mino ya udah.. dikerjakan aja ah..

1.            Where is your cell phone now?
Di samping saya nich, nelangsa sudah mau di-charge.


2. Relationship?
Kalau di facebook saya sih.. “engaged”. Serius amat yak?

3. Your hair?
Dulunya.. semua orang pada ngiri lihat rambut saya yang lurus- sementara orang lain kriwil-kriwil ga jelas. Mungkin saya disumpahin kali ye.. sekarang gantian, orang lain pada ngelurusin, rambut saya malah kriwil-kriwil ga jelas, namun eksotis.. (gedubrax)

4. Work?
Menjadi guru bilingual di salah satu lembaga bahasa asing di Bali dan membantu Ibunda tercinta menjalankan bisnis.

5. Young Sisters?
Ga punya sodara.. (T.T)

6. Your favorite thing?
Membaca, menulis, jalan-jalan dengan orang-orang tercinta.

7. Your dream last night?
Ga sempet mimpi.. capek banget! (T.T)

8. Your favorite drink?
Coffee latte, Iced coffee, air putih selebihnya..
:)

9. Your dream car?
Swift warna putih yang matic… Atau new Estillo baru warna putih.. mupenggg bangetz.

10. Your shoes?
Wah.. saya ke kantor pakai sandal lo…. Serius. Hehehe. Mereknya apa ya.. (ngintip sepatu..)

11. Your fears?
Dilupakan Tuhan.. Jangan ya Tuhan. Love you a lot!

12. What do you want to be in 10 years?
Jadi seorang Ibu dengan keluarga yang utuh, dan menjadi wanita yang sukses dalam bisnis yang sekarang saya jalankan. (Astungkara!!)

13. Who did your hang out with last week?
 
Banyak…!
Pacar saya, teman-teman SMA saya, Bli Jhoni, dan Chi Duz! Hehe.

14. What are you not good at?
Untuk mengatakan “tidak”. Kadang-kadang orang mencap saya “terlalu baik”, terus, saya juga susah sekali mengatur emosi.. hu uh, harus beli termos es kali??

15. One of your wish list item?
Membangun rumah impian, segera! (Please God.. make it come true… )

16. Where you grew up?
Akta kelahiran aja Denpasar – Bali. Besar di Surabaya dengan bahasa Surabaya. Sampai sekarang pun.. aksen Bahasa Indo saya, masih aksen Jawa, rek! Medok tenan wesss.. :p
        
             17. The last thing you did?
             Dinner with my man.. syalalalalalalala.. :)

18. What are you wearing?
Baju kaos putih dan celana legging hitam.

19. Your computer?
Komputer waktu kuliah dulu sudah pensiun. Dari 2008, saya punya lapie Toshiba dan pakai window vista. Vitur yang laen-laennya.. kagak ngarti. Hihihihi.

20. Your pet?
Ga punya… hiks. Hiks.

21. Your life?
Busy like a bee. Buzz buzz…!

22. Missing….?
Missing Australia.. the beautiful beaches.. Spectacular scenery… my dollar salary.. hahaha.

23. What are you thinking right now?
Mewujudkan mimpi-mimpi.. menyusun target, dan mengejarnya dengan gigih.. (fiuh.. sounds exhausted, eh?)

24. Your car?
Sebenernye… hasil tabungan selama di Aussie plus kiriman uang hasil berbisnis dengan ibunda tercinta, menghasilkan si “kopi item”, my Black Estillo…. Love it-love it-love it!
 
25. Your kitchen?
um…. Never been there. Sorry.. long story, guys! *malu*

26. Your favorite color?
Netral aja. Putih dan Hitam.

27. Last time you laugh?
Barusan aja, ngeliat ponakan saya yang lari-lari ga mau dicium!

28. Last time you cried?
Dua hari yang lalu, biasa bertengkar sama pacar. Bumbunya pacaran tuch, wajib kali ye.. ??? ;)

29. Love?

Tuhan!

My Mom

My Man.

30. So who wants to share their ONEs? how about?
Ini… maksudnya apa yak? Kagak ngarti…

31. Person elected to the tag,
Semua sepertinya sudah.. kalo begitu, saya mo milih…..


Kebo Cute, teman baru nich!





Bandit Aron…. Dan


Luuuppppaaaaaa.... kalau halaman blog saya tidak bisa di copy- mampir di blog yang memberi tag ya teman-teman... :p
Kena deh, kalian… hehehe! Enjoy!

Wednesday, December 16, 2009

Flash!


Hihi, bukan iklan ya.. ini maksudnya postingan kilat tentang tanda cinta yang sudah diberikan tapi belum saya posting, astaga!!!
Maklum, di sela-sela kesibukan saya packing, beli kado, bungkus kado, dan nulis kartu.. fuh.. serasa gempor ni tangan!!!!
Ngerayain Natal yak?
Engga.
Kok sibuk?
Habis orang lain udah sibuk buat saya.. masa saya ga ikut-ikutan sibuk? Nanti di gampar dounk.. hihihihi (ketawa kunti lagi…..)
Okeh, okeh..
Tanda cinta ini datang dari Bu Dokter Neng Seiri,


Saya hibahkan kepada
, (pesan untuk Mbak Sari : Mbak-mbak, kalo komen di atas ya.. di samping judul postingan.. hehe.)
Mbak Lina, Yang udah ngasi award  dan kalo ngasi komen.. di atas ya Mbak.. di samping judul postingan hehhehe..)
Aditya , yang (mulai) rajin kasi komen.. hehe.
Mas Ivan Penjual Kopi 
 
Tanda cinta ke dua dari Mbak Lina,


Saya hibahkan kepada.....
Bli Jhoni duduz tukang gosip

Ninneta
Tanda cinta ke tiga dari Rangga mencari Cinta dan Chi Duz


Saya hibahkan kepada.. hmmmm, pada siapa ya?
Yang belum dapet siapa…????
Bu dokter Neng Seiri!

Udah yang belum dapet, yang pas baca, yang pengen.. boleh lah, ke tiga award itu diborong..
Itung-itung….  bantuin ngurangin excess luggage saya yang udah lebih …30 kg…. huaaaa huaaaaa.
Makasi udah dikasi tanda cinta ya Angel's Lovers.. (halah lebay!), dan membaca tangisan eh, postingan saya.. (T.T)

Mullumbimby – Hectic!

Tuesday, December 8, 2009

Ikal to Mahar



Ikal to Mahar

Masih ingat Ikal ga? Atau tokoh Mahar dalam film Laskar pelangi?
Kemaren ga sengaja saya nonton lagi, lah kok tetep nangis bombay dan ketawa guling-guling menonton cerita itu, meskipun berbeda jauh dengan buku aslinya yang masih luar biasa menurut saya.
Satu adegan yang tertangkap lucu oleh saya adalah saat percakapan Mahar plus Ikal. Mereka lagi bicara di dekat pohon, lalu si Mahar – mendekatkan radio bututnya  ke Ikal dan memperkenalkan tentang jenis sebuah Musik. Yah, si Ikal jelas kaga ngerti lah.. trus si Mahar ngelengos pergi dan si ikal mengacungkan telunjuk ke dahinya dan menunjuk ke Mahar.. (Baca : Sinting kau, Mahar!)  hahaha.
Postingan ini engga ada hubungannya dengan Laskar pelangi, melainkan dengan ke dua guru saya yang sangat berbeda..! Di sini, ada dua guru yang bertanggung jawab atas saya.. (cieh, serasa anak kucing, punya 2 induk, haha!) yaitu.. Bu Nana dan Bu Linda.
Saya sebut Bu Nana adalah orang Indonesia yang keaustralian, karena Bu Nana adalah orang Indonesia yang sudah lebih dari 40 tahun tinggal di Australia- karena beliau menikah dengan orang Australia.  Sedangkan Ibu Linda adalah orang Australia keindonesiaan.. (apaaan sih saya- buat-buat istilah sendiri? *GAMPAR*) Beliau orang asli Australia – bersuamikan orang Australia juga, namun Bu Linda sangat cinta Indonesia, suaminya Bruce sangat pandai memasak makanan Indonesia, sering juga Bu Linda memakai kebaya ke sekolah, lo!
Jadi bisa ditebak, pergaulan saya berbanding terbalik. Walaupun Bu Nana orang Indonesia, malahan saya lebih sering diajak berbahasa Inggris dengan dia, dan dengan Bu Linda, bahasa Indonesia, dounk! Namun karena sudah berusia kepala enam – sering saya dibingungkan dengan tingkah laku Bu Nana yang *speechless*. Kadang saya diomelin – karena ngajar ga sesuai dengan yang dia mau, kadang kami ketawa bareng karena guyonannya yang jayus, atau kadang saya bengong denger cerita masa lalunya yang dibuat heboh, seperti memanggil nama saya sampe kedengeran ke Jakarta (hiperbola banget).. “Gekkk….!!!!!! Kamu tau Ucok ga?” Saya melongo aja ditengah-tengah kekacauan meja kerja saya yang bertaburan tugas-tugas murid yang perlu dikoreksi. “Ituuu looo…! Bekas pacar saya dulu – masak kamu belum liat di facebook, saya?! Saya menaikkan satu alis- dalam hati bilang “hih.. boro-boro facebookmu, Bu. Facebook saya aja masih belum diupdate statusnya dari minggu lalu!” Bu Nana masih berkicau sehingga kicauan burung kookaburra di luar jendela sekolah kalah nyaring – dan si burung nyaris bunuh diri karena frustrasi.. (bohong-bohong.. ! XD)
“YA AMPUN, GEK!!! Ucok itu jueeeleeekkkk sekaliii looo sekarang!!!! Saya ga nyangka deh!!!” Saya hanya menghela nafas dan menutup wajah dengan kedua tangan saya .. *ADOH! Untungnya cerita-cerita ga penting itu sudah tidak pernah terdengar lagi, karena saya udah mudik ke Mullumbimby, hihihi (ketawa kunti)– bersembunyi di home stay saya – yang jauhnya sejam dari Banora, tempat Ibu Nana.
Beberapa minggu yang lalu, karena Beliau pengen ketemu saya dengan alasan kangen, saya -hidup segan mati pun tak mau-  beranjangsana ke Banora. Saya berharap pertemuan saya setelah 7 minggu tidak bertemu itu akan berbuah sebuah pelukan-atau cipika –cipiki : basa-basi yang biasa kita lakukan kalau bertemu seseorang. Dengan senyum lebar saya panggil namanya, “Bu Nana!” Yang dipanggil kebetulan berada di depan komputer dan cuma bilang, “Eh, Gek. Sini deh lihat.. ya ampun report saya nih sampai sepuluh lembar belum kelar-kelar!” tanpa beranjak dari komputernya. Saya terdiam. Dunia seolah berhenti berputar. Dalam hati misuh-misuh, “Duh, udah ditengokin jauh-jauh, boro-boro nanyain kabar atau sekedar cipika-cipiki, noleh ke saya aja enggak!” Sedih sih, karena kenapa perlakuan orang Indonesia tidak sehangat perlakuan orang Australia kepada saya yang langsung memeluk, menyalami , atau mencium saya di sebelah pipi.. *sigh! (menghela nafas)
Sedangkan- saya masih ingat waktu Bu Linda pulang dari perjalanan 7 minggu liburan ke Eropa, dia langsung memeluk saya dan menciumi saya di sebelah pipi, dan berkata, “Duh, Gek kangen sekali..! Apa kabar?”
Yang menarik bagi saya adalah waktu saya ceritakan perihal tingkah laku Bu Nana kepada Bu Linda. Bu Linda hanya memandang kasihan pada saya.. dan berkata “Ah sudahlah Gek, jangan diambil hati. Bu Nana itu memang… (Bu Linda berhenti berbicara dan melakukan adegan *Ikal to Mahar*)”
Saya ketawa guling-guling waktu melihat gerak tubuh Ibu Linda siang itu, ga sampe dibilang sinting sih.. kan guling-gulingnya ga sampe jatuh.. hahaha.
Lalu, belum berhenti tertawa saya.. tiba-tiba ada sms dari Bu Nana, sampai kaget, kok panjang umur banget.. Bu Linda mendekati saya dan mengintip layar HP kecil saya – sms dari Bu Nana seperti biasa sangat singkat, cuma sebaris dan seketika mampu membuat saya dan Bu Linda melongo membaca teksnya..
“Ucok is dead” 

*DUH!!!!
--------
Dedicated for both my wonderful teachers: Bu Linda and Bu Nana.
 I’ll be missing you, gals…!!!!


Btw …. Btw….
Saya dapet tanda cinta lagi loohh, dari Bli Gusti . Blogger kelahiran Bali yang menetap di Jakarta. Suksma banget ya Bli Gusti!!


Friendship Award ini special pake telor dan gule kambing saya persembahkan kepada ke tiga teman saya.
  1. Moccha Chi a.k.a. Chi Duz
(Semoga sekarang Chi Duz bisa lihat namanya...) Coba mampir deh ke blog Bintang Utara yang keren, binti jegeg sama seperti orangnya yang selalu setia membantu saya – plus kasi tutorial live. Suksma banget, Chi!
  1. Clara Kura
Clara punya dua blog yang keren-keren. (Eh.. empat blog dink!) Fresh graduated Sastra Jepang ini rajin banget nye-pam saya, bareng si Pohon tempat berteduh. Boleh ikutan terbang kesitu, sob! Makasi buat attensimu ya, Clar!
  1. Bung Becce
Bung Becce gokil yang engga kebagian operan bola kemaren, jangan nangis ya Bung. Nih, saya sundul bolanya, ayo tangkep!


Suksma banget ya Bli Gusti!!
Nb. Yang belum kebagian tanda cinta a.k.a operan bola, tenang, nanti pasti akan dihibahkan dari mereka bertiga..(buat Chi Duz, Clara, dan Becce- jangan lupa ngoper lagi ya!) hihihihi! (ketawa kunti-lagi… XD)

Saturday, December 5, 2009

Main bola, yuk?


Hari itu di kelas ada bu guru semut merah yang kecil sedang pura-pura mengajar para readers yang sedang membaca kalimat pertama ini dengan bertanya…
“Ada ga sih yang tidak suka sepak bola?”
Dengan tidak berdosanya bu guru semut merah yang kecil a.k.a Gek mengangkat ke dua tangannya tinggi-tinggi. (tenang, ga bakal bisa cium bau badan saya.. kan tinggi saya rata-rata air.. hehehe!)
Maklumlah, saya emang ga suka main sepak bola! Dulu waktu saya sekolah di SMA Negeri di Bali, saya punya fans yang namanya.. (eh, ngelantur.. haha, balik ke bola! Yuks mari..)
Kalo dapet pelajaran olah raga dan ada sepak bola, pegelnya bukan main! Udah lari-lari seputar lapangan, bolanya ga ketemu-ketemu, ngapain juga kayak orang gila ngerebutin satu bola! Hih!
Namun, kalau pertandingan sepak bola itu live, saya nomer satu deh jadi pendukung, karena banyak sekali yang bisa saya lakukan, dan tanpa membuat kaki saya gempor! Selain bisa terial-teriak kayak orang gila, saya bisa cuci mata sama pemandangan kakak-kakak kelas atau teman-teman dari kelas lain yang buat saya ngiler.., disamping itu, ada pelajaran tersendiri yang bisa saya tangkap- yaitu kebersamaan dan kerjasama!
Bola itu dipindah dari kaki satu ke kaki yang lain, dari satu pemain ke pemain lainnya (maaf ya, saya ga tau posisi! Taunya kiper doank!!) Tentunya juga musti berbagi, karena ada kan pemain sepak bola yang masih sering egois dan tidak mau bagi-bagi duit, eh, bola maksudnya sama pemain lainnya yang berujung kekalahan.. Tapi tentunya kita tidak suka kekalahan bukan? Mending kerja sama dounk, nanti menangnya bisa sama-sama –dan kebersamaan itu tentu lebih indah, betul?
Nah.. tanda cinta dari teman-teman bloggers ini, merupakan ajakan main bola bagi saya (secara tidak langsung) Ayo deh, saya pamer “bola” yang di oper ke saya!
“Bola” dari Ninneta


“Bola” dari Mas Goen


“Bola” dari Vie_Three


“Bola” dari Bli Jhoni Duduz


Lalu, setelah saya dapet operan tanda cinta a.k.a “bola-bola award yang cantik”  – gantian oper balik dounk, sobat!  “Pemain Bola” selanjutnya yang bertugas menyundul “bola” adalah… (taraaaaa-taraaaa.. musiknya, puter dounk!)
Mbak Fanny Stroberi

Chi Duz   Bli Gusti
Bang Munir   Mas Sibaho Cahaya Ku
Mas Seti@w@n  
Mbak Fanda  
Pohon tempat berteduh   Mas Ivan   
 
p.s. Keempat bola-bola award yang cantik ini boleh dipajang di blog masing-masing ya! Kalau sudah ada yang sama, ambil bola yang belum punya saja.. hehe. (Terkesan tidak memaksa, namun saya akan tetap mensurvey ke blog masing-masing.. ke-jump mode: activated!)
Buat Nin, Mas Goen, Vie_three, dan Bli Jhoni duduz makasi banyak untuk operan bolanya yaaa.. I do appreciate that!
Buat the readers, kita main bola lagi, yuk?

Thursday, November 26, 2009

Cinta insan



"Tanda paku di kaki dan tangan, tanda cinta, tanda cinta"
"Tanda tombak menusuk di pinggang, tanda cinta nya Tuhan"
"Itu semua sudah Tuhan terima"
"Guna semua yang mengikut Dia"
"S'lamat orang yang tidak melihat, tapi percaya juga..."



Bagi umat Kristen pasti sudah semua donk hafal lagu ini. Iya, masa kecil saya memang dihabiskan dengan beratus2  lagu kristiani. Membaca alkitab saku pemberian guru agama saya, mendengar cerita-cerita dari alkitab, dan mencatat pesan-pesan penting dalam alkitab. Saya malah punya catatan kecil yang saya tulisi di buku note pad kecil bergambar sailor moon. Saya bawa buku itu kemana-mana seolah-olah itu merupakan benda yang paling berharga dalam hidup saya. Jikalau sedih, saya membuka buku itu, memilih salah satu lagu dan menyanyikannya keras-keras. Sampai ayah saya sampai mematikan radio atau tape di mobil dan memilih suara saya yang kayak ember bocor.. haha.
Tapi saya bersyukur masuk sekolah Kristen itu selama enam tahun, karena sebagian besar teman saya memeluk agama Hindu, sama seperti saya. Beberapa Muslim , Budha, China, dan sisanya Kristen.. 50 orang dalam angkatan saya, dan percayalah.. kami sangat-sangat rukun. Kami luar biasa kompetitif dan lucu. Saya merindukan mereka. Saya merindukan kepanikan teman saya kalau saya lupa membawa buku, saya merindukan celotehan teman saya saat naik sepeda bareng, saya merindukan tangan mereka yang memegang saya saat hampir jatuh naik sepatu roda, atau menarik saya di kolam renang saat saya mau tenggelam.. itu merupakan tanda cinta mereka yang paling tulus. Tanda cinta yang tidak saya dapatkan dari lingkungan sekitar saya yang menganggap saya seperti secuil debu yang tidak ada artinya. Saya sempat berpikir bagaimana damainya dunia apabila mereka mencontoh kerukunan kami yang berteman dengan tulus tanpa memandang fisik, budaya, agama, atau latar belakang.. apalagi warna kulit.
Kalau di dunia bloggers, tanda cinta adalah saat teman kita sudi meluangkan waktu untuk membaca postingan kita yang kadang bermutu- kadang terlalu panjang, kadang sesuka hati. Yang mau mengetik kolom komentar daripada ngisi buku tamu saja. Yang bersedia mengobrak-abrik rumah kita, walaupun itu masih postingan mentah yang belum terpoles. Yang memberikan tanda cinta tak terduga seperti award yang saya terima dari sahabat blogger baru saya yaitu Insan 37 yang punya rumah baru!  (walaupun sudah tiga kali dapat award ini, saya pasang kok, namanya juga tanda cinta seorang sahabat ;)

Award ini sedang nge-trend dan beredar seperti surat kaleng, namun tetap indah dipajang, kok! ;)


Terima kasih awardnya sobat, tanda persahabatan ini akan saya teruskan juga kepada kawan blogger baru saya yang sudah mulai bersedia membaca dan menguliti postingan saya, izinkan saya memberikan tanda cinta saya pada kalian..

Bagi teman-teman senior dan teman –teman seperjuangan yang sudah sangat sering membaca, menguliti, komen, meninggalkan pesan di buku tamu- dan masih setia membaca, tanda cinta saya adalah mengunjungi balik rumah kalian setiap saat, award spesial untuk kalian saya berikan nanti pada waktunya – seperti Tuhan yang selalu membuat segalanya indah pada waktunya.  ;)


Saturday, November 21, 2009

Bintang..


"Jangan mau main sama Gek, dia dari keluarga ga bener."
Masih segar di ingatan kala saya memandang marah pada seorang Ibu yang menghentakkan genggaman tangan seorang teman dari tangan mungil saya. Teman saya bingung, dan menghambur ke pelukan ibunya. Mereka berlalu begitu saja di hadapan saya. Teman-teman lain yang berada di sekitar saya, langsung menghilang satu persatu. Maka dari itu, seorang Gek yang berumur 5 tahun, tidak pernah main ke tetangga sebelah rumah. Tidak pernah tahu siapa-siapa saja nama mereka. Karena mereka tidak menerima saya, hanya karena orang tua saya bercerai.
Berlanjut.. kisah ini berlanjut hingga berlarut-larut. Waktu zaman itu, memang kasus perceraian keluarga ada satu berbanding sejuta, apalagi di Bali. Jadinya saya dianggap alien oleh teman-teman saya, dari SD sampai SMA.. Ejekan, sejuta ejekan- bahan cemooh.. ah segala macam deh- hanya karena saya berbeda. Mereka anggap saya mungkin terlalu berbahaya untuk dijadikan teman, maka dari itu, teman saya memang sedikit sekali.. 4 orang teman dekat, itu sudah sangat banyak artinya untuk saya.
Waktu saya  kuliah juga seperti itu, saya tidak tahu cara mengatakan pada dunia bahwa saya normal. Mereka mengganggap saya berbeda – namun kok yang maju malah saya, bukan teman-teman saya.. Jadi saya malah berpikir balik, mereka hanya takut – atau mungkin malas untuk mencoba. Atau mungkin saya yang terlalu nekad – dan mereka anggap saya gila.. (tapi sumpah, saya ga gila!!!)
Kembali enam bulan yang lalu, saat saya membuat blog ini, saya tidak punya teman.. paling yang membaca reader setia saya a.k.a G atau yang mau dipanggil JIE sekarang(*geleng-geleng kepala)– yang selalu bilang, tulisan saya akan lebih indah kalau dituangkan dan dibaca orang banyak, bukan dia saja..  Dan.. kembali saya temukan dengan takjub, bahwa persahabatan di dunia maya ini luar biasa indah. Tanpa perlu berjabat tangan, tanpa perlu jemari bersentuhan, namun persahabatan itu terjalin begitu saja – seperti air yang mengalir di sungai hatiku.
Terima kasih untuk persahabatan bloggers yang indah layaknya bintang di langit.. tak dapat saya raih, tak bisa saya rasa, namun saya tahu kalian selalu ada di sana, menemani saya, membaca tulisan saya, dan menerima saya sebagai sahabat tanpa peduli siapa saya. (duh.. dalem…!)
Kepada sahabat baruku, Mas Seti@wan, terima kasih untuk rentetan award yang dihadiahkan untuk saya. Kado manis yang sangat indah untuk persahabatan kita! (Saya pasang yang belum saya punya ya Mas.. hehe)




Kedua award ini saya persembahkan kembali untuk dua sahabat saya yang setia menemani saya – dan memberikan inspirasi. Mereka adalah Pohonku (biar engga sendirian terus dan juga asupan tenaga untuk “menyepi..” hehe) dan Sabda (biar tambah bersinar cahayanya)  .Jadi…  tolong dijemput awardnya, ya!
Untuk bloggers sahabatku, jadilah bintang hatiku yang selalu bersinar! ;)