Postingan ini sudah ada jauhhh… sebelum para readers (yang sudah mengintip nama lengkap binti panjang saya di ajang Djarum Black Competition.) menanyakan arti nama “Gek”.
Postingan aslinya (dulu) hanya berisi komen dari Mbak Fanny Stroberi, yang dari awal, sebelum blog ini ramai dikunjungi para readers, sudah setia banget.. mengunjungi blog saya.. (tersedu-sedu mode : ON) Maka dari itu, saya re-post lagi. (bukan karena tidak ada ide ya.. Jie a.k.a G sering komen kalo saya re-post “Apa ide udah habis??”) Mudah-mudahan rasa penasaran itu ga berlarut-larut yee.. Yang sudah sempat baca, di baca ulang deh.. di komen ulang deh.. jangan di copas aja.. hehehehe!
Hih.. William Shakespeare banget.. walaupun saya belum pernah membaca puisi Eyang Shakespeare ini, saya mengakui kalau apa yang beliau katakan ada benarnya. Namun terkadang, nama seseorang itu bener-bener bikin penasaran. Ada yang namanya kedengeran cantik banget- ada yang sederhana, ada yang ala barat- walaupun kebangsaan masih Indonesia, ada juga yang dari nama aja kita bisa tau suku bangsanya! Tapi, orang-orang Indonesia itu, benar-benar kreatif memberikan nama kepada anak-anak mereka!
Saya ingat sewaktu saya mengisi formulir untuk VISA, cuma ada dua kolom, first name (nama pertama) dan last name atau surname (nama keluarga- nama belakang) saya bingung! Karena nama aseli saya itu terdiri dari 4 kata.. sedangkan nama depan saya- nama Bali, yang notabene.. seperti simbolik yang penting (bagi saya) sehingga tidak ada orang yang memanggil saya dengan nama itu. Lalu.. surname saya yang umumnya nama keluarga.. wadaooo.. nama belakang saya sama sekali bukan nama keluarga!! Dan, lagi-lagi… tidak ada yang memanggil saya dengan nama belakang saya atau nama depan saya. Bengonglah saya, dan melengos pasrah menuliskan nama depan dan belakang saya di formulir pengisian VISA itu.. walaupun dalam hati benar-benar tidak terima!
Tambahan lagi, sebagai orang Indonesia, kita bahkan punya panggilan masing-masing! Nama panggilan itu melenceng jauh nama aseli kita- sementara itu, saat kita beranjak ke masa-masa SMP atau SMA, teman-teman sebaya kita (atau mungkin kita sendiri) akan memberi nama julukan yang sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan nama aseli kita. Omigod! How complicated is this???
Okelah saya beberkan beberapa contoh…
Ini ponakan saya si Rani, orang-orang bilang.. dia cantik dan mirip banget kayak tantenya.. a.ka. GEK... hihihihihi!
Adik sepupu saya, nama aslinya Pradnya – nama panggilan “Febi” karena? Pasti kalian mudah deh menebaknya, karena… bulan lahirnya Bulan Februari. Keponakan saya, namanya Devita Kiranaputri, panggilannya “Rani” karena kakeknya tidak suka memanggil Devi, Vita, atau Kiran.. astaga! Guru saya dipanggil Ibu Nana- nama aslinya Dewi Ratna.. keponakan saya satu lagi.. (sombong amat sih, baru punya ponakan banyak?) dipanggil Bintang- padahal namanya Intan.. aih… itu baru contoh-contoh ringan saja.
Ada yang dipanggil karena ciri khasnya masing-masing, misalnya pacar saya sendiri, karena dia orang kidal, dia dipanggil “kedel” (sampai sekarang, lo!) Teman satu geng nya dia bernama Angga dipanggil “Jamboel” karena apa hayo..? Yap! Karena rambutnya disisir sehingga berbentuk jambul. Oh, ada yang lebih parah ini dari keluarga saya sendiri lo, ayah saya dipanggil “Taz” karena hobi banget makan, dan sekali ganyang langsung habis- sampai saya sendiri tidak sadar kalo piring camilan udah kosong melompong yang ada cuma sisa minyak. Mau tau nama asli ayahku, ih, keren loo…”Mega!” Belum lagi Paman saya yang dipanggil “Pak Bean” karena sikap dan tingkah lakunya kocak, triky, kadang-kadang nyebelin persis seperti Mr. Bean! Padahal nama asli Paman saya Nugraha.. huks.
Lebih banyak orang juga yang membuat-buat nama panggilan untuk dirinya sendiri, alasannya.. biar ga mudah dikenali orang- biar unik engga ada yang nyamain. Contoh? Waduh kalau yang ini segudang deh.. khususnya para blogger2 kita tercinta atau ambil contoh saya sendiri- (hihi, biar para blogger ga marah sama saya!) yang dulu waktu SMA mencoba membuat nama panggilan sendiri! Dulu saya buat nama saya cicis_angel. Hih.. aneh ya, artinya? Hum.. ga tau! Wadooo.. tambah aneh. Dulu saya suka ngejar-ngejar anak ayam (chix) maka dari itu, saya memproklamirkan diri jadi CICIS.. – kalau angel-nya, karena saya suka malaikat aja sih! Bodohnya temen-temen SMA saya dulu kok pada setuju manggil saya nama itu- sampai sekarang. Sering papasan di jalan- pas saya lagi bonceng Ibunda dan mereka teriak “Cicis!” terang aja si Mami yang cantik jadi mengkerut. “Gek, mereka manggil kamu apa??”
Terang saja Ibunda tercinta langsung ketus, lha wong kalau di Bali itu, nama mempunyai kesakralan tersendiri, ada upacaranya pula! Makanya kalau anaknya dipanggil aneh-aneh, jelas aja yang empunya muntab. Tapi, Ibu saya juga melanggar, toh..? Karena memanggil saya “Gek”.
"Gek” atau “Geg” diambil dari kata “jegeg” dalam bahasa Bali yang artinya cantik. Kalau di pulau Jawa, mungkin dipanggil ‘neng geulis’, ‘non’, atau ‘nduk’.
"Gek” atau “Geg” diambil dari kata “jegeg” dalam bahasa Bali yang artinya cantik. Kalau di pulau Jawa, mungkin dipanggil ‘neng geulis’, ‘non’, atau ‘nduk’.
Lucu juga ya Indonesia punya budaya unik seperti ini, karena orang Barat juga pada heran, kok bisa kita mempunyai nama 4 kata- atau bahkan ada yang lebih panjang, sedangkan kita dipanggil dengan nama panggilan kita (yang mungkin tidak tertera di akte kelahiran) yang buat kita merasa sangat nyaman dipanggil dengan nama itu. Terkadang orang-orang bule itu nguping pas saya terima telfon dari pacar saya, dan langsung menanyai saya setelah telfon saya tutup. “You said your boy friend’s name is Kadek, why you called him “sayang”? How many boy friend have you got?? “
…
Perhatian!!!
Nama-nama diatas adalah nama sebenarnya, maaf kalo asal nyolong.. hihihi. (ketawa kunti)



